Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Budaya Diam, Ketika Luka Sosial Disembunyikan Dengan Uang

by jeje
Oktober 11, 2025
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

“Diam saja, nanti malah makin runyam.”

Tabooo: Deep – Kalimat itu masih menggema di rumah, sekolah, kantor, hingga lembaga hukum. Nasihat itu terdengar menenangkan, padahal menjerat. Di balik sunyi itulah kekerasan tumbuh, merayap tanpa suara, menciptakan luka yang sulit sembuh.

Di sebuah desa di Jawa Tengah, seorang gadis belasan tahun mengurung diri setelah pamannya melecehkannya. Ibunya tahu, tapi menahan diri demi “nama baik keluarga.”
Di Jakarta, seorang karyawan perempuan kehilangan pekerjaannya setelah melapor dilecehkan atasannya. HR menuduhnya “terlalu sensitif.”
Begitulah budaya diam bekerja: halus, tapi melumpuhkan.

Fenomena budaya diam terus berulang. Laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak naik setiap tahun, tetapi hanya sedikit korban yang berani bicara. Mereka tahu risikonya: cibiran, penghakiman, bahkan ancaman.
“Pasti ada sebabnya.”
“Kenapa baru ngomong sekarang?”
Kalimat-kalimat itu menoreh luka baru pada jiwa yang belum pulih.

Sistem hukum pun sering gagal. Proses berbelit, bukti sulit, dan aparat yang tak peka terhadap isu gender membuat banyak korban menyerah sebelum kasus bergerak. Mereka lelah, bukan kalah.

Indonesia tidak kekurangan hukum, tapi kekurangan keberanian untuk mendengar.
Selama masyarakat lebih melindungi “nama baik” daripada kebenaran, kekerasan akan terus menemukan rumahnya.

Ini Belum Selesai

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

Tiga Peserta Tewas, Latihan Militer Manajer Koperasi Dipertanyakan

Dan mungkin, dari mereka yang paling lama dipaksa diam, kita belajar satu hal:
suara paling jujur selalu lahir dari luka yang tak lagi mampu disembunyikan.

Tags: kekerasankorbanKriminal & HukumNasionalPatriarkiperempuanSosial

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
Indonesia Kalah, Masa Lalu Patrick Kluivert Jadi Sorotan

Indonesia Kalah, Masa Lalu Patrick Kluivert Jadi Sorotan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id