Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia Kalah, Masa Lalu Patrick Kluivert Jadi Sorotan

by Tabooo
Oktober 11, 2025
in Reality, Sports
A A
Home Reality Sports
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Sport – Nama pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert tengah jadi bahan omongan setelah Garuda kalah 2–3 dari Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia ronde ke-4.

Kekalahan ini bukan sekadar hasil di papan skor. Ia menyalakan gelombang kritik dari publik, mulai dari taktik yang dinilai acak, sampai masa lalu Kluivert yang kembali diungkit, yaitu kasus judi dan utang miliaran.

Bayang Judi yang Tak Hilang

Ya, Kluivert memang pernah terseret kasus judi ilegal di Belanda. Saat itu ia berutang lebih dari 1 juta Euro (sekitar Rp16,8 miliar) kepada sindikat kriminal setelah kalah taruhan antara 2011–2012, ketika masih melatih tim cadangan FC Twente.

Ironisnya, taruhannya justru dilakukan untuk tim utama klubnya sendiri. Alih-alih untung, ia buntung besar, hingga terjerat utang yang membuatnya diintai geng kriminal.

Kasus ini baru mencuat ke publik pada 2017, ketika lima anggota sindikat ditangkap. Saat itu Kluivert sudah menjabat Direktur Olahraga Paris Saint-Germain (PSG) dan menjadi korban pemerasan.

Ini Belum Selesai

Perang Paradigma: Perlawanan mungkin tidur, tetapi tak pernah mati

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Meski begitu, tak ada bukti bahwa ia terlibat dalam pengaturan skor atau taruhan ilegal lain. Pengacaranya, Gerard Sprong, menegaskan bahwa Kluivert hanyalah korban tekanan dan ancaman, bukan pelaku kejahatan. Polisi Belanda pun hanya memeriksanya sebagai saksi.

Legenda yang Terluka

Bagi penggemar sepak bola 90-an, Kluivert bukan nama sembarangan. Ia bagian dari generasi emas Ajax Amsterdam yang menjuarai Liga Champions 1994/1995. IA bahkan mencetak gol kemenangan di final melawan AC Milan pada usia 18 tahun.

Setelah itu, kariernya berlanjut ke AC Milan, Barcelona, dan Newcastle United, sebelum menutup masa emasnya sebagai salah satu striker paling tajam Eropa dengan 124 gol bersama Blaugrana.

Namun di balik statistik dan trofi, hidup Kluivert juga dihiasi cedera, tekanan publik, dan “belakangan” bayangan masa lalu yang enggan pergi.

Pelatih Garuda di Tengah Sorotan

Kluivert mulai meniti karier kepelatihan sejak 2010. Ia pernah jadi asisten pelatih timnas Belanda hingga menangani Curacao, sebelum akhirnya resmi jadi pelatih Indonesia pada awal 2025.

Ketua PSSI Erick Thohir menyebut penunjukan Kluivert sebagai langkah menjaga kontinuitas kultur pemain diaspora Belanda.

“Banyak pilihan, bisa Italia, bisa Spanyol, tapi kami butuh sosok yang nyambung dengan kultur pemain kita,” ujar Erick saat konferensi pers Januari 2024.

Kluivert sendiri sempat berapi-api, menyebut Indonesia punya “potensi luar biasa dengan 300 juta penduduk yang cinta sepak bola.”

Namun antusiasme itu kini berhadapan dengan realita keras, hasil minor, ekspektasi publik, dan reputasi masa lalu yang kembali menghantui.

Kisah Patrick Kluivert bukan sekadar soal satu kekalahan, tapi tentang bagaimana masa lalu seorang legenda bisa membayang hingga kini. Ia membawa nama besar dan pengalaman Eropa, tapi di negeri yang mencintai bola setengah hidup setengah mati, semua itu tak berarti tanpa hasil.

Kluivert kini berdiri di persimpangan — antara kejayaan yang dijanjikan dan keraguan yang menuntut bukti. Lalu, pertanyaannya, apakah ia akan menulis ulang kisah suksesnya di Indonesia, atau mengulang bab gelap masa lalu yang sama? @tabooo

Tags: NewsPatrick KluivertSepak BolaSports

Kamu Melewatkan Ini

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

by Tabooo
Mei 15, 2026

Film Pesta Babi kembali dibubarkan. Kali ini terjadi di Ternate, Maluku Utara. Aparat TNI menghentikan kegiatan nonton bareng dan diskusi...

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Unram?

Nobar Film Pesta Babi Dibubarkan, Ada Apa dengan Unram?

by Tabooo
Mei 15, 2026

Film Pesta Babi memicu ketegangan di lingkungan Universitas Mataram pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Mahasiswa menggelar acara nonton bareng....

Massa May Day Yogyakarta Diduga Dikeroyok, Ini Kronologinya

Massa May Day Yogyakarta Diduga Dikeroyok, Ini Kronologinya

by Tabooo
Mei 8, 2026

Massa May Day Yogyakarta mengaku menjadi korban pengeroyokan kelompok orang tak dikenal setelah menggelar aksi pada Jumat (1/5/2026) lalu. Kekerasan...

Next Post
Sumpah yang Tak Lagi Diucap, Tapi Masih Dikenang Hingga Kini

Sumpah yang Tak Lagi Diucap, Tapi Masih Dikenang Hingga Kini

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id