Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Banjir dan Longsor Kepung Lereng Muria, Ratusan Desa Terdampak

by dimas
Januari 14, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Rentetan bencana hidrometeorologi kembali menghantam kawasan sekitar Pegunungan Muria, Jawa Tengah. Sejak akhir pekan lalu, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, Pati, dan Kudus. Curah hujan tinggi yang turun tanpa jeda memicu luapan sungai, pergerakan tanah, dan kerusakan infrastruktur yang langsung mengganggu kehidupan warga.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan pemerintah daerah terus menangani dampak bencana tersebut. Meski intensitas kejadian cukup tinggi, hingga Selasa (13/1/2026) pemerintah belum menetapkan status darurat bencana.

“Belum ada penetapan darurat bencana. Status itu ditetapkan apabila kondisi sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat secara luas dan fluktuatif. Namun, kami tetap siaga jika terjadi perkembangan yang lebih berat,” ujar Luthfi.

Pati: Banjir Meluas, Longsor Telan Korban Jiwa

Kabupaten Pati menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Data sementara mencatat banjir merendam 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Bersamaan dengan itu, tanah longsor terjadi di 10 desa pada tiga kecamatan, dengan total sekitar 121 titik longsor.

Bencana tersebut merusak sedikitnya 20 rumah warga dan memaksa sekitar 80 keluarga bertahan dalam kondisi darurat. Sebanyak 264 jiwa terdampak langsung, dengan satu korban meninggal dunia. Aktivitas warga lumpuh, sementara akses ke sejumlah wilayah sempat terhambat akibat genangan dan material longsor.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Kudus: Arus Deras dan Longsor Renggut Tiga Nyawa

Di Kabupaten Kudus, dampak bencana berujung lebih tragis. Banjir dan longsor menewaskan tiga orang. Dua korban meninggal akibat terseret arus banjir, sementara satu lainnya tewas tertimbun material longsor.

Hujan deras yang mengguyur kawasan perbukitan membuat tanah kehilangan daya ikat. Longsor pun terjadi di tengah permukiman, menyisakan trauma bagi warga yang selamat dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi bencana susulan.

Jepara: Akses Terputus, Listrik Padam, Lahan Pertanian Rusak

Jepara turut mencatat kerusakan signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mendata 23 titik banjir dan 22 titik tanah longsor. Akibatnya, 65 rumah warga rusak dan sekitar 692 hektare lahan pertanian terdampak, mengancam mata pencaharian petani.

Banjir dan longsor juga sempat memutus akses menuju salah satu desa di Kecamatan Keling. Jalan menuju Desa Tempur tertutup longsoran di puluhan titik, sementara jaringan listrik terputus setelah tiang dan kabel terdampak pergerakan tanah. Warga terisolasi selama beberapa waktu sebelum petugas membuka jalur darurat.

Kerusakan tidak hanya menimpa rumah. Satu tempat penggilingan kopi dilaporkan hanyut terbawa arus banjir. Tak hanya bangunan, sekitar lima ton kopi ikut terseret air, menghapus hasil kerja bertahun-tahun dalam hitungan menit.

Pemerintah Klaim Penanganan Berjalan, Warga Tetap Waspada

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan distribusi bantuan dan penanganan korban berjalan tanpa hambatan berarti. Pemerintah daerah, menurutnya, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, mulai dari logistik hingga layanan darurat.

“Kami pastikan masyarakat tertangani dengan baik. Kebutuhan pokok sudah disalurkan,” tegas Luthfi.

Namun, di lapangan, warga di lereng Muria masih hidup dalam kecemasan. Setiap hujan turun, ancaman banjir dan longsor kembali menghantui. Bencana ini sekali lagi menunjukkan bahwa kelompok paling terdampak bukan hanya mereka yang kehilangan rumah atau lahan, tetapi masyarakat kecil yang hidup berdampingan dengan alam tanpa perlindungan infrastruktur memadai.

Di tengah klaim kesiapsiagaan pemerintah, hujan tetap turun tanpa kompromi. Alam tidak menunggu status darurat ditetapkan ia langsung menagih kesiapan yang sesungguhnya. @dimas

Tags: banjirbencanaJawa TengahJeparaKuduslongsorPati

Kamu Melewatkan Ini

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

by Waras
Mei 11, 2026

Dulu banjir datang setahun sekali. Sekarang, banyak kota di Indonesia terasa seperti tinggal menunggu giliran tenggelam. Hujan memang makin ekstrem....

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Next Post
Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang, Ditemukan Tewas di Gunung Slamet

Syafiq Ali Pendaki Asal Magelang, Ditemukan Tewas di Gunung Slamet

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id