Tabooo.id: Edge – Anxiety alias kecemasan kini muncul sebagai istilah yang akrab di telinga generasi milenial. Tekanan pekerjaan, standar sosial di media digital, hingga tuntutan ekonomi sering kali mendorong rasa cemas berlebih. Kondisi ini bukan sekadar rasa gugup biasa, melainkan situasi yang bisa mengganggu kualitas hidup jika seseorang tidak mengelolanya dengan baik.
Banyak milenial menghadapi anxiety dengan mencari ruang aman. Mereka memilih olahraga rutin, journaling, atau meditasi singkat di tengah aktivitas padat. Selain itu, sebagian dari mereka juga mengambil langkah untuk mengikuti terapi profesional atau konseling online, terlebih karena layanan ini kini jauh lebih mudah diakses.
Media sosial pun berperan ganda. Di satu sisi, platform digital memicu kecemasan lewat budaya perbandingan. Namun di sisi lain, ruang daring tersebut menyediakan komunitas yang saling berbagi pengalaman, saling menguatkan, dan perlahan menghapus stigma seputar kesehatan mental.
Para ahli juga menggarisbawahi bahwa anxiety dapat terkelola dengan baik ketika seseorang mengenali pemicunya dan menjaga pola hidup sehat. Lebih dari itu, mereka mendorong setiap individu untuk mencari bantuan ketika merasa kewalahan. Karena pada akhirnya, milenial semakin menyadari bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Keduanya memperkuat langkah mereka untuk tetap tangguh menghadapi tekanan hidup modern. @jeje





