Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Secangkir Kopi Bisa Turunkan Stres dan Ubah Mood? Ini Penjelasan Ilmiahnya

by dimas
Mei 8, 2026
in Health, Life
A A
Home Life Health
Share on FacebookShare on Twitter
Kopi sekarang bukan cuma soal bangunin mata di pagi hari. Ia sudah jadi bagian dari gaya hidup yang katanya bikin fokus, tenang, dan lebih “waras”. Tapi di balik cangkir hangat itu, ada hal yang pelan-pelan mulai terungkap kopi ternyata ikut mengatur cara kerja usus dan otakmu. Di titik ini, kamu mulai bertanya, ini benar cuma minuman biasa, atau sebenarnya ada sesuatu yang lebih dalam sedang bekerja di dalam tubuhmu?

Tabooo.id: Health – Kopi, Usus, dan Otak yang Diam-Diam Saling Terhubung. Kopi ternyata bukan sekadar teman begadang. Studi terbaru menunjukkan minuman ini memengaruhi hubungan usus dan otak, dan efeknya sampai ke suasana hati serta tingkat stres.

Tim peneliti dari APC Microbiome, University College Cork, Irlandia, mempublikasikan temuan ini di Nature Communications pada 21 April 2026. Mereka menemukan fakta menarik: kopi berkafein maupun tanpa kafein sama-sama mampu memperbaiki mood, menurunkan stres, dan memengaruhi fungsi kognitif.

Artinya, rasa “lebih tenang setelah ngopi” tidak hanya datang dari sugesti.

Usus dan otak ternyata saling berkomunikasi

Peneliti menemukan kopi bekerja lewat gut-brain axis, jalur komunikasi dua arah antara sistem pencernaan dan otak. Di jalur ini, mikrobioma usus memegang peran penting dalam mengatur respons tubuh.

John Cryan dari University College Cork menyebut temuan ini membuka cara pandang baru.

Ini Belum Selesai

Krisis Identitas Gen Z di Tengah Ambisi Indonesia Emas 2045

Berani Speak Up di Depan Juri: Sikap Kritis atau Tanda Mental Anak Makin Sehat?

“Respons mikrobioma dan neurologis terhadap kopi menunjukkan potensi manfaat jangka panjang bagi kesehatan mental,” ujarnya.

Dalam penelitian ini, tim melibatkan 62 peserta. Mereka membagi peserta menjadi dua kelompok: peminum kopi rutin dan non-peminum. Lalu mereka menghentikan konsumsi kopi selama dua minggu sebelum mengembalikannya secara acak dalam bentuk berkafein dan tanpa kafein.

Mood naik, stres turun

Setelah peserta kembali minum kopi, peneliti mencatat perubahan signifikan pada kedua kelompok. Mood meningkat, sementara stres, depresi, dan impulsivitas menurun.

Bahkan kelompok yang minum kopi tanpa kafein tetap mengalami perbaikan suasana hati.

Efeknya memang berbeda:

  • Kopi berkafein meningkatkan fokus, kewaspadaan, dan menurunkan kecemasan
  • Kopi tanpa kafein justru memperkuat memori dan proses belajar

Peneliti juga menemukan perubahan komposisi bakteri usus seperti Eggerthella dan Firmicutes, yang berhubungan dengan regulasi emosi.

Jadi kopi penyembuh stres?

Tidak sesederhana itu.

Peneliti menegaskan kopi tidak berfungsi sebagai terapi utama gangguan mental. Namun, mereka melihat kopi sebagai bagian dari pola makan yang bisa mendukung kesehatan otak dan sistem pencernaan.

“Kopi bukan hanya kafein. Ia bekerja sebagai faktor diet kompleks yang memengaruhi mikroba usus dan kesejahteraan emosional,” kata Cryan.

Dampaknya buat kamu

Kalau kamu merasa lebih tenang setelah ngopi, itu bukan kebetulan. Tapi itu juga bukan alasan untuk menjadikannya solusi utama stres.

Kopi bisa membantu, tetapi tubuhmu tetap butuh fondasi lain tidur yang cukup, pola makan seimbang, dan ritme hidup yang stabil.

Ini bukan sekadar soal minuman pagi. Ini soal bagaimana sesuatu yang kamu minum setiap hari ikut mengatur percakapan diam-diam antara usus dan otakmu.

Lalu, kamu masih menganggap kopi cuma soal begadang? @dimas

Tags: Kesehatan MentalKopiMoodStres

Kamu Melewatkan Ini

Kamu Pikir Lagi Santai, Padahal Otakmu Tidak Pernah Istirahat

Kamu Pikir Lagi Santai, Padahal Otakmu Tidak Pernah Istirahat

by Naysa
Mei 2, 2026

Kamu bilang cuma “sebentar”. Tapi tanpa sadar, satu jam hilang begitu saja. Jempol terus bergerak, layar terus berganti, dan otak...

Online Terus, Tapi Tetap Sendiri

Online Terus, Tapi Tetap Sendiri

by Naysa
Mei 1, 2026

Kenapa Gen Z sering merasa kesepian di era digital? Setiap hari mereka online, tapi kedekatan terasa makin jauh dan percakapan...

Penyakit Baru Generasi Online, Saat AI Jadi Tempat Pelarian Pikiran

Penyakit Baru Generasi Online, Saat AI Jadi Tempat Pelarian Pikiran

by Anisa
Mei 8, 2026

Curhat ke chatbot kini terasa normal. Cepat, murah, dan selalu tersedia. Namun di balik kenyamanan itu, para ahli mulai melihat...

Next Post
Virus Hanta dan Dunia yang Belum Pulih dari Trauma Covid-19

Virus Hanta dan Dunia yang Belum Pulih dari Trauma Covid-19

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

Mei 10, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id