• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Edge

Ancaman Perang Dunia III dan Ujian Politik Bebas Aktif RI

Januari 20, 2026
in Edge
A A
Ancaman Perang Dunia III dan Ujian Politik Bebas Aktif RI

Ilustrasi dunia di ambang konflik global, saat kekuatan besar saling berhadapan dan diplomasi menjadi satu-satunya jalan keluar. (Foto ilustrasi Tabooo.id/Dimas P)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan dunia seperti grup WhatsApp keluarga besar ramai, penuh salah paham, dan setiap hari ada yang kirim pesan caps lock. Bedanya, kali ini yang ribut bukan soal warisan, tapi soal perang dunia. Tahun 2026 baru jalan, tapi tensinya sudah seperti final season serial geopolitik global.

Amerika Serikat kembali jadi tokoh utama. Presiden Donald Trump, yang tampaknya tidak pernah kehabisan ide kontroversial, melempar ancaman intervensi ke Iran. Alasannya klasik pelanggaran HAM dalam demonstrasi yang sejak awal tahun menewaskan lebih dari 5.000 orang. Dalih kemanusiaan, kemasannya ultimatum.

Amerika, Intervensi, dan Dunia yang Tak Pernah Tenang

Tak berhenti di Iran, Trump sebelumnya juga membuat dunia tercengang dengan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Belum cukup, muncul ambisi lama yang kembali dihangatkan: Greenland. Pulau terbesar di dunia itu seolah berubah status dari wilayah Denmark menjadi “wishlist geopolitik”.

Sementara itu, Rusia dan Ukraina masih terjebak dalam perang tanpa ujung. Di Asia-Pasifik, ketegangan Jepang, Taiwan, dan China terus memanas. Dunia seperti kompor gas yang apinya dibiarkan menyala tanpa pengawas.

RelatedPosts

OTT Episode 9: Serial Korupsi yang Sepertinya Tidak Pernah Tamat

TNI Siaga 1, Publik Bertanya: Ancaman Nyata atau Mode Waspada?

SBY dan Alarm Perang Dunia Ketiga

Di tengah kekacauan global itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono angkat suara. Lewat akun X, SBY menyampaikan kekhawatirannya dengan nada serius tapi realistis.

“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi,” tulisnya. Ia masih percaya bencana itu bisa dicegah, tetapi ruang dan waktunya makin menyempit, hari demi hari.

Pernyataan ini bukan panik tanpa dasar. Ia lebih mirip alarm asap di rumah yang sudah lama bau gosong.

Global South: Selalu Jadi Korban Saat Gajah Bertarung

Guru Besar UI, Yon Machmudi, mengingatkan posisi Indonesia yang strategis. Menurutnya, Indonesia harus kembali lantang sebagai kekuatan non-blok dan bagian dari Global South. Negara-negara selatan, katanya, selalu jadi korban paling awal dan paling parah ketika konflik global meledak.

“Gajah bertarung lawan gajah, pelanduk mati di tengah,” ujarnya. Dalam dunia yang dikuasai negara besar, aturan sering kalah oleh kekuatan. Dan yang tertindas hampir selalu negara berkembang.

Bebas Aktif, Bukan Bebas Asal Netral

Pandangan serupa datang dari Ahmad Khoirul Umam, Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy. Ia menegaskan, politik luar negeri bebas-aktif bukan berarti diam atau cari aman.

Indonesia harus tegas mendorong deeskalasi, melindungi warga sipil, dan menegakkan hukum internasional. Namun di saat yang sama, Indonesia juga harus cerdas agar tidak terjebak dalam drama blok-blokan yang mempersempit ruang diplomasi.

Bebas-aktif, kata Umam, adalah seni bertahan di dunia yang makin brutal.

Dasasila Bandung dan Harapan yang Masih Hidup

Indonesia bukan pemain baru. Sejarah mencatat Konferensi Asia-Afrika 1955 dan Dasasila Bandung sebagai bukti bahwa diplomasi bisa melawan arogansi kekuatan besar. Prinsip penghormatan HAM, kedaulatan negara, dan persamaan bangsa masih relevan, meski dunia kini lebih bising dan cepat marah.

Lewat ASEAN, OKI, dan PBB, Indonesia masih punya ruang untuk menjadi bridge-builder dan honest broker. Mungkin tidak cukup untuk menghentikan perang besar, tapi setidaknya bisa memperkecil peluangnya.

Punchline: Dunia Tak Butuh Pahlawan, Tapi Rem Tangan

Perang Dunia III mungkin belum tayang. Tapi trailernya sudah beredar di mana-mana. Dunia tidak kekurangan senjata, ancaman, atau ego pemimpin. Yang kurang justru satu hal sederhana: kemauan menahan diri.

Karena dalam sejarah, perang besar jarang dimulai karena tidak ada pilihan. Ia biasanya meledak karena terlalu banyak pihak yang merasa paling benar. @dimas

Tags: Amerika SerikatASEANBebas AktifDasasila BandungGeopolitikGlobalGreenlandIndonesiaKonflikKrisisNon BlokPBBPerang Dunia IIIPerdamaianPIranPolitikRusiaSouthUkraina
Next Post
Madiun Mendunia, Tapi Kok Lewat KPK?

OTT KPK di Madiun Naik Level: Maidi Resmi Masuk Penyidikan

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.