Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Abdullah II of Jordan Puji Sikap Prabowo Subianto soal Palestina

by dimas
Februari 27, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Dukungan Indonesia terhadap Palestina kembali mendapat sorotan internasional. Dalam pertemuan bilateral di Istana Basman, Amman, pada Rabu (25/2/2026), Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II ibn Al-Hussein, secara terbuka memuji Presiden Prabowo Subianto atas konsistensinya membela hak-hak rakyat Palestina.

Di ruang pertemuan yang sarat simbol diplomasi Timur Tengah itu, Raja Abdullah menyampaikan apresiasi langsung. Ia menyebut sikap Prabowo sebagai sesuatu yang “menyejukkan hati” dan menilai komitmen Indonesia sebagai elemen penting dalam menjaga harapan perdamaian.

“Dukungan Bapak Presiden terhadap masa depan rakyat Palestina sungguh menyejukkan hati kami semua. Saya tahu Bapak Presiden berkomitmen mewujudkan perdamaian dan rasa tenang di Palestina,” ujar Raja Abdullah.

Ia bahkan menilai komitmen Prabowo untuk melindungi rakyat Palestina sebagai bentuk keberanian politik. Bagi Yordania negara yang berbatasan langsung dengan Tepi Barat stabilitas Palestina bukan sekadar isu solidaritas, melainkan persoalan keamanan kawasan.

Diplomasi yang Sarat Pesan Politik

Pujian tersebut bukan sekadar basa-basi diplomatik. Yordania memegang peran historis dalam isu Palestina, terutama terkait status Yerusalem dan pengelolaan situs-situs suci Islam. Karena itu, setiap pernyataan resmi dari Amman membawa bobot politik tersendiri.

Ini Belum Selesai

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Dalam konteks ini, dukungan Indonesia memperkuat posisi moral blok negara-negara yang mendorong solusi dua negara. Selain itu, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia memiliki legitimasi simbolik yang kuat dalam isu Palestina.

Raja Abdullah juga menyinggung peluang kerja sama proyek-proyek besar di kawasan. Ia mengetahui Indonesia tertarik terlibat dalam sejumlah inisiatif pembangunan dan stabilisasi regional. Artinya, pembicaraan tidak hanya berkutat pada isu kemanusiaan, tetapi juga menyentuh kepentingan ekonomi dan geopolitik.

Dengan demikian, lawatan Prabowo ke Amman pada 24-25 Februari 2026 tidak semata kunjungan seremonial. Pertemuan itu menjadi panggung konsolidasi dukungan politik sekaligus penjajakan kerja sama strategis.

Kekhawatiran atas Eskalasi di Tepi Barat

Di sisi lain, Presiden Prabowo menyampaikan kekhawatiran serius atas meningkatnya kekerasan di Tepi Barat. Ia menilai insiden-insiden tersebut berpotensi menghambat upaya perdamaian di Gaza yang tengah diupayakan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

“Kami sangat khawatir terhadap insiden-insiden yang terjadi di Tepi Barat. Kami merasa insiden itu dapat menghambat keberhasilan upaya yang tengah kita coba lakukan di Gaza,” tegas Prabowo.

Pernyataan itu memperlihatkan garis diplomasi Indonesia yang konsisten mendorong de-eskalasi dan menjaga momentum perdamaian. Indonesia memandang stabilitas Gaza dan Tepi Barat sebagai satu kesatuan proses politik. Jika kekerasan terus berulang di satu wilayah, maka kepercayaan terhadap perundingan di wilayah lain ikut tergerus.

Bagi masyarakat Palestina, terutama warga sipil di Tepi Barat dan Gaza, eskalasi berarti ketidakpastian yang berkepanjangan. Akses terhadap layanan dasar, aktivitas ekonomi, hingga pendidikan anak-anak kembali terganggu setiap kali konflik memanas.

Siapa yang Paling Terdampak?

Secara langsung, rakyat Palestina tetap menjadi pihak yang paling menanggung beban. Namun, dampaknya tidak berhenti di sana. Yordania menghadapi tekanan keamanan dan sosial akibat kedekatan geografis serta arus pengungsi yang selalu menjadi bayang-bayang konflik.

Selain itu, negara-negara mitra seperti Indonesia ikut terdampak secara politik dan ekonomi. Instabilitas kawasan Timur Tengah berpengaruh pada harga energi global, rantai pasok, serta iklim investasi. Dalam situasi global yang belum sepenuhnya pulih, gejolak baru jelas bukan kabar baik bagi negara berkembang.

Karena itu, diplomasi Indonesia di Timur Tengah tidak bisa dibaca semata sebagai solidaritas ideologis. Ada kepentingan stabilitas ekonomi global dan keamanan kawasan yang ikut dipertaruhkan.

Gestur Personal yang Sarat Makna

Selepas pertemuan, Raja Abdullah mengantar langsung Presiden Prabowo ke Pangkalan Udara Marka. Bahkan, ia menyetir sendiri kendaraan yang membawa keduanya. Gestur personal itu mempertegas kedekatan hubungan kedua pemimpin.

Raja Yordania mengantar Prabowo hingga ujung tangga pesawat Garuda Indonesia PK-GIF sebelum sang presiden melanjutkan lawatan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Di tengah diplomasi yang kerap kaku dan penuh protokol, momen itu menjadi simbol kepercayaan personal.

Namun pada akhirnya, publik menanti lebih dari sekadar simbol. Dukungan politik dan pernyataan keberanian harus berujung pada langkah konkret yang mampu meredakan kekerasan dan membuka jalan dialog.

Sebab di balik setiap pujian dan tepuk tangan diplomatik, ada rakyat sipil yang terus menunggu satu hal sederhana hidup tanpa suara ledakan di langit mereka. @dimas

Tags: diplomasiGazaGlobalInternasionalIsuNasionalPalestinaPerdamaianPolitik IndonesiaPrabowo SubiantopresidenSolidaritasTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

by jeje
Mei 15, 2026

Sejarah Indonesia sering hadir seperti pertandingan yang hasilnya sudah ditentukan sejak awal. Ada pahlawan, ada pengkhianat. Ada pihak benar, ada...

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

by teguh
Mei 15, 2026

Saat rapat DPRD membahas stunting, kematian ibu, dan layanan kesehatan warga, publik justru melihat video anggota dewan diduga bermain game...

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

by teguh
Mei 15, 2026

Malam itu kampus di Mataram belum benar-benar ramai. Mahasiswa baru menyiapkan layar ketika suasana berubah mendadak. Petugas keamanan mengawasi proyektor,...

Next Post
Game Over di Negeri Sendiri? Polemik Pajak Guncang Dunia Kreatif

Game Over di Negeri Sendiri? Polemik Pajak Guncang Dunia Kreatif

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id