• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Jaringan Sabu Lintas Provinsi Terbongkar di Solo dan Boyolali

Januari 21, 2026
in News, Regional
A A
Jaringan Sabu Lintas Provinsi Terbongkar di Solo dan Boyolali

Satresnarkoba Polresta Surakarta memaparkan pengungkapan jaringan peredaran sabu lintas provinsi dalam konferensi pers, Selasa (20/1/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Satresnarkoba Polresta Surakarta membongkar jaringan peredaran sabu lintas provinsi setelah menyita lebih dari 1,5 kilogram narkotika jenis sabu di Solo dan Boyolali. Operasi ini berawal dari laporan warga dan berkembang menjadi pengungkapan besar yang menyeret empat orang dengan peran berbeda dalam jaringan.

Laporan Warga Mengawali Pengungkapan

Kasus ini mencuat ketika warga mencurigai aktivitas di sebuah rumah kos di wilayah Banyuanyar, Solo. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresnarkoba langsung mendatangi lokasi pada Minggu (18/1/2026). Di dalam kamar kos, petugas menemukan tiga pria yang tengah berkumpul bersama narkotika dan perlengkapan pengemasan.

“Kami langsung menuju TKP dan menemukan para tersangka bersama barang bukti awal berupa sabu sekitar satu ons,” ujar Kasatresnarkoba Polresta Surakarta, Kompol Arfian Rizki Dwi Wibowo, dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (20/1/2026).

Kos Berfungsi sebagai Titik Transit Sabu

Polisi segera mengamankan Africo Charlie Wisanggeni (ACW), Aris Haryanto alias Petek, dan Mohadi Sofyan Rivai alias Fai. Saat menggeledah kamar kos, petugas menyita 11 paket plastik klip sedang berisi sabu, satu paket kecil sabu, aluminium foil, alat pembungkus, toples transparan, serta satu unit ponsel yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa para tersangka memanfaatkan kamar kos sebagai tempat transit sekaligus lokasi pemecahan paket sebelum mereka edarkan ke pasar.

RelatedPosts

Pemerintah Siapkan WFH 1 Hari untuk Tekan Konsumsi BBM

Harga Emas Dunia Anjlok di Tengah Tekanan Suku Bunga Tinggi

Pengembangan Kasus Menyasar Boyolali

Penyidik kemudian memperluas pengungkapan kasus ini. Dari hasil pemeriksaan, polisi memperoleh informasi tentang keberadaan sabu lain yang belum mereka edarkan. Informasi itu mengarahkan petugas ke Boyolali, tepatnya ke rumah orang tua salah satu tersangka.

“Kami menerima informasi soal sabu yang mereka sembunyikan. Senin pagi kami langsung menuju lokasi dan melakukan pengecekan,” tambahnya.

Di rumah tersebut, polisi menemukan sembilan paket sabu, masing-masing seberat satu ons, yang para tersangka tanam di dalam rumah. Setelah menimbang seluruh barang bukti, polisi mencatat total sabu yang berhasil disita mencapai lebih dari 1,5 kilogram.

Jaringan Ambil Barang dari Jakarta

Hasil penyelidikan mengungkap pola kerja jaringan ini. Para tersangka mengambil sabu dari Jakarta menggunakan bus antarkota. Mereka berangkat pagi hari, kembali ke Solo pada siang hari, lalu memecah paket pada malam hari untuk segera diedarkan.

“Sabu dua kilogram itu mereka bagi menjadi 20 paket, masing-masing seberat satu ons. Sepuluh paket sudah mereka edarkan, sisanya mereka simpan,” jelas Arfian.

Selain mengedarkan sabu, para tersangka juga mengonsumsi sebagian barang haram tersebut. Fakta ini menegaskan bahwa mereka berperan sebagai pengedar sekaligus pemakai.

Ancaman Langsung bagi Masyarakat

Kasus ini memperlihatkan bagaimana jaringan narkoba bergerak rapi dan sistematis. Mereka memanfaatkan transportasi umum, tempat tinggal sementara, serta relasi keluarga untuk menyamarkan distribusi. Pola ini secara langsung mengancam keamanan sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Hingga kini, polisi terus memburu kemungkinan keterlibatan pelaku lain yang masih terhubung dengan jaringan tersebut dan diduga memiliki peran berbeda.

Di tengah gencarnya perang melawan narkoba, kasus ini kembali menegaskan satu kenyataan pahit selama pasar tetap terbuka, jaringan akan terus bergerak bahkan dengan menjadikan rumah sendiri sebagai gudang racun yang merusak masa depan. @dimas

Tags: Arfian Rizki Dwi WibowoBanyuanyarBoyolaliKasatresnarkobaKriminalLintas ProvinsinarkobaPolresta SurakartasabuSolo
Next Post
Korupsi Kepala Daerah dan Upaya Membelokkan Arah Pilkada

Korupsi Kepala Daerah dan Upaya Membelokkan Arah Pilkada

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.