Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jaringan Sabu Lintas Provinsi Terbongkar di Solo dan Boyolali

by dimas
Januari 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Satresnarkoba Polresta Surakarta membongkar jaringan peredaran sabu lintas provinsi setelah menyita lebih dari 1,5 kilogram narkotika jenis sabu di Solo dan Boyolali. Operasi ini berawal dari laporan warga dan berkembang menjadi pengungkapan besar yang menyeret empat orang dengan peran berbeda dalam jaringan.

Laporan Warga Mengawali Pengungkapan

Kasus ini mencuat ketika warga mencurigai aktivitas di sebuah rumah kos di wilayah Banyuanyar, Solo. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresnarkoba langsung mendatangi lokasi pada Minggu (18/1/2026). Di dalam kamar kos, petugas menemukan tiga pria yang tengah berkumpul bersama narkotika dan perlengkapan pengemasan.

“Kami langsung menuju TKP dan menemukan para tersangka bersama barang bukti awal berupa sabu sekitar satu ons,” ujar Kasatresnarkoba Polresta Surakarta, Kompol Arfian Rizki Dwi Wibowo, dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (20/1/2026).

Kos Berfungsi sebagai Titik Transit Sabu

Polisi segera mengamankan Africo Charlie Wisanggeni (ACW), Aris Haryanto alias Petek, dan Mohadi Sofyan Rivai alias Fai. Saat menggeledah kamar kos, petugas menyita 11 paket plastik klip sedang berisi sabu, satu paket kecil sabu, aluminium foil, alat pembungkus, toples transparan, serta satu unit ponsel yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa para tersangka memanfaatkan kamar kos sebagai tempat transit sekaligus lokasi pemecahan paket sebelum mereka edarkan ke pasar.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Pengembangan Kasus Menyasar Boyolali

Penyidik kemudian memperluas pengungkapan kasus ini. Dari hasil pemeriksaan, polisi memperoleh informasi tentang keberadaan sabu lain yang belum mereka edarkan. Informasi itu mengarahkan petugas ke Boyolali, tepatnya ke rumah orang tua salah satu tersangka.

“Kami menerima informasi soal sabu yang mereka sembunyikan. Senin pagi kami langsung menuju lokasi dan melakukan pengecekan,” tambahnya.

Di rumah tersebut, polisi menemukan sembilan paket sabu, masing-masing seberat satu ons, yang para tersangka tanam di dalam rumah. Setelah menimbang seluruh barang bukti, polisi mencatat total sabu yang berhasil disita mencapai lebih dari 1,5 kilogram.

Jaringan Ambil Barang dari Jakarta

Hasil penyelidikan mengungkap pola kerja jaringan ini. Para tersangka mengambil sabu dari Jakarta menggunakan bus antarkota. Mereka berangkat pagi hari, kembali ke Solo pada siang hari, lalu memecah paket pada malam hari untuk segera diedarkan.

“Sabu dua kilogram itu mereka bagi menjadi 20 paket, masing-masing seberat satu ons. Sepuluh paket sudah mereka edarkan, sisanya mereka simpan,” jelas Arfian.

Selain mengedarkan sabu, para tersangka juga mengonsumsi sebagian barang haram tersebut. Fakta ini menegaskan bahwa mereka berperan sebagai pengedar sekaligus pemakai.

Ancaman Langsung bagi Masyarakat

Kasus ini memperlihatkan bagaimana jaringan narkoba bergerak rapi dan sistematis. Mereka memanfaatkan transportasi umum, tempat tinggal sementara, serta relasi keluarga untuk menyamarkan distribusi. Pola ini secara langsung mengancam keamanan sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Hingga kini, polisi terus memburu kemungkinan keterlibatan pelaku lain yang masih terhubung dengan jaringan tersebut dan diduga memiliki peran berbeda.

Di tengah gencarnya perang melawan narkoba, kasus ini kembali menegaskan satu kenyataan pahit selama pasar tetap terbuka, jaringan akan terus bergerak bahkan dengan menjadikan rumah sendiri sebagai gudang racun yang merusak masa depan. @dimas

Tags: BoyolaliKriminalnarkobasabuSolo

Kamu Melewatkan Ini

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Berujung Autopsi

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Berujung Autopsi

by dimas
Oktober 7, 2026

Siswa SD Pemalang meninggal setelah mengalami sakit perut. Keluarga menduga bullying, sementara polisi melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian. Tabooo.id:...

Next Post
Korupsi Kepala Daerah dan Upaya Membelokkan Arah Pilkada

Korupsi Kepala Daerah dan Upaya Membelokkan Arah Pilkada

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id