Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jaringan Sabu Lintas Provinsi Terbongkar di Solo dan Boyolali

by dimas
Januari 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Satresnarkoba Polresta Surakarta membongkar jaringan peredaran sabu lintas provinsi setelah menyita lebih dari 1,5 kilogram narkotika jenis sabu di Solo dan Boyolali. Operasi ini berawal dari laporan warga dan berkembang menjadi pengungkapan besar yang menyeret empat orang dengan peran berbeda dalam jaringan.

Laporan Warga Mengawali Pengungkapan

Kasus ini mencuat ketika warga mencurigai aktivitas di sebuah rumah kos di wilayah Banyuanyar, Solo. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Satresnarkoba langsung mendatangi lokasi pada Minggu (18/1/2026). Di dalam kamar kos, petugas menemukan tiga pria yang tengah berkumpul bersama narkotika dan perlengkapan pengemasan.

“Kami langsung menuju TKP dan menemukan para tersangka bersama barang bukti awal berupa sabu sekitar satu ons,” ujar Kasatresnarkoba Polresta Surakarta, Kompol Arfian Rizki Dwi Wibowo, dalam konferensi pers di Mapolresta Solo, Selasa (20/1/2026).

Kos Berfungsi sebagai Titik Transit Sabu

Polisi segera mengamankan Africo Charlie Wisanggeni (ACW), Aris Haryanto alias Petek, dan Mohadi Sofyan Rivai alias Fai. Saat menggeledah kamar kos, petugas menyita 11 paket plastik klip sedang berisi sabu, satu paket kecil sabu, aluminium foil, alat pembungkus, toples transparan, serta satu unit ponsel yang mereka gunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa para tersangka memanfaatkan kamar kos sebagai tempat transit sekaligus lokasi pemecahan paket sebelum mereka edarkan ke pasar.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Pengembangan Kasus Menyasar Boyolali

Penyidik kemudian memperluas pengungkapan kasus ini. Dari hasil pemeriksaan, polisi memperoleh informasi tentang keberadaan sabu lain yang belum mereka edarkan. Informasi itu mengarahkan petugas ke Boyolali, tepatnya ke rumah orang tua salah satu tersangka.

“Kami menerima informasi soal sabu yang mereka sembunyikan. Senin pagi kami langsung menuju lokasi dan melakukan pengecekan,” tambahnya.

Di rumah tersebut, polisi menemukan sembilan paket sabu, masing-masing seberat satu ons, yang para tersangka tanam di dalam rumah. Setelah menimbang seluruh barang bukti, polisi mencatat total sabu yang berhasil disita mencapai lebih dari 1,5 kilogram.

Jaringan Ambil Barang dari Jakarta

Hasil penyelidikan mengungkap pola kerja jaringan ini. Para tersangka mengambil sabu dari Jakarta menggunakan bus antarkota. Mereka berangkat pagi hari, kembali ke Solo pada siang hari, lalu memecah paket pada malam hari untuk segera diedarkan.

“Sabu dua kilogram itu mereka bagi menjadi 20 paket, masing-masing seberat satu ons. Sepuluh paket sudah mereka edarkan, sisanya mereka simpan,” jelas Arfian.

Selain mengedarkan sabu, para tersangka juga mengonsumsi sebagian barang haram tersebut. Fakta ini menegaskan bahwa mereka berperan sebagai pengedar sekaligus pemakai.

Ancaman Langsung bagi Masyarakat

Kasus ini memperlihatkan bagaimana jaringan narkoba bergerak rapi dan sistematis. Mereka memanfaatkan transportasi umum, tempat tinggal sementara, serta relasi keluarga untuk menyamarkan distribusi. Pola ini secara langsung mengancam keamanan sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Hingga kini, polisi terus memburu kemungkinan keterlibatan pelaku lain yang masih terhubung dengan jaringan tersebut dan diduga memiliki peran berbeda.

Di tengah gencarnya perang melawan narkoba, kasus ini kembali menegaskan satu kenyataan pahit selama pasar tetap terbuka, jaringan akan terus bergerak bahkan dengan menjadikan rumah sendiri sebagai gudang racun yang merusak masa depan. @dimas

Tags: BoyolaliKriminalnarkobasabuSolo

Kamu Melewatkan Ini

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

Pelarian Kiai Pati Berakhir di Wonogiri: Jejak Kabur yang Terhenti Dini Hari

by dimas
Mei 7, 2026

Pelarian seorang kiai di Pati tidak terjadi dalam satu malam. Sebaliknya, ia lahir dari rangkaian proses panjang yang dimulai dari...

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

Bukan Skill, Tapi Kepatuhan: Cara Baru Sistem Memilih Manusia

by jeje
Mei 1, 2026

Kita selalu percaya pengalaman adalah kunci. Tapi di sini, tidak ada yang bertanya kamu sudah sejauh apa belajar. Sistem hanya...

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

Ikuti Aturan atau Ikut Ego: Kamu di Kubu Mana?

by jeje
Mei 1, 2026

Kita sering bilang dunia kerja butuh orang pintar. Tapi kalau kamu diminta diam tanpa alasan, kamu masih mau ikut? Atau...

Next Post
Korupsi Kepala Daerah dan Upaya Membelokkan Arah Pilkada

Korupsi Kepala Daerah dan Upaya Membelokkan Arah Pilkada

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id