Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Pegang Bukti Aliran Dana Kuota Haji, Ketua PBNU Ikut Terseret

by sigit
Januari 15, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) blak-blakan mengaku mengantongi keterangan dan bukti terkait dugaan aliran uang korupsi kuota haji 2024 yang mengarah ke Ketua Bidang Ekonomi PBNU, Aizzudin. Ia pun membantah keras dan menegaskan dirinya tidak pernah menerima sepeser pun uang haram, saat KPK mengumumkan dugaan itu.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, penyidik tidak bekerja berdasarkan asumsi semata. Ia mengatakan, penyidik sudah mengumpulkan bukti yang saling menguatkan dan terus menelusuri fakta lapangan.
“Selain itu, KPK memiliki keterangan maupun bukti lain yang mengonfirmasi dugaan tersebut. Penyidik akan terus mendalami kasus ini,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/1/2026).


Bukti Ada, Klarifikasi Jalan Terus

Budi menambahkan, penyidik akan memeriksa saksi-saksi lain untuk mengonfirmasi aliran dana itu. Selain itu, KPK menelusuri dokumen dan bukti elektronik untuk memetakan jalur dana yang diduga mengalir ke Aizzudin.

Sebelumnya, KPK memeriksa Aizzudin sebagai saksi pada Selasa (13/1/2026). Penyidik menelisik dugaan aliran uang dari biro travel haji menuju oknum di Kementerian Agama pada periode 2023–2024.
“Kami mendalami tujuan aliran dana itu, maksudnya, dan mekanisme yang mereka gunakan,” jelas Budi.


Perantara Biro Travel Jadi Sasaran

KPK menelusuri bagaimana para perantara membantu biro travel haji mengamankan kuota khusus. Selain itu, penyidik mencurigai jalur ini sebagai pintu masuk praktik suap dari pihak swasta ke oknum di Kementerian Agama.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Jika dugaan ini terbukti, segelintir elite dan pelaku bisnis haji akan mendapat keuntungan besar. Sebaliknya, masyarakat terutama calon jemaah haji reguler menanggung kerugian. Antrean haji terus memanjang, biaya tetap memberatkan, sementara oknum sengaja memperdagangkan kuota di balik meja.


Bantahan dan Ajakan Muhasabah

Aizzudin menolak semua tudingan. Ia menegaskan tidak menerima aliran uang dan memastikan PBNU tidak terlibat dalam kasus kuota haji.
“Enggak, enggak, enggak,” ujarnya singkat usai diperiksa KPK.

Ia berharap pengurus PBNU tidak terseret dalam kasus korupsi yang terjadi di era kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Menurutnya, kasus ini harus menjadi bahan evaluasi dan introspeksi bersama.
“Ini menjadi titik muhasabah untuk semuanya, khususnya pengurus Nahdlatul Ulama. Ada kepentingan yang lebih besar: umat, organisasi, bangsa, dan negara,” ucap Aizzudin.


Antara Ibadah dan Transaksi

Kasus ini kembali menampar rasa keadilan publik. Di satu sisi, haji adalah rukun Islam yang sakral. Namun di sisi lain, oknum mengubah kuota menjadi ladang transaksi demi keuntungan pribadi. Kini bola ada di tangan KPK apakah bukti cukup kuat untuk berbicara di pengadilan, atau bantahan akan menutup semuanya.

Yang pasti, rapat koordinasi tetap berlarut-larut. Dan seperti biasa, yang paling tenang justru mereka yang paling jarang ikut mengingatkan siapa yang belum setor laporan. (red)


Tags: DanaKPKKuota HajiNahdlatul Ulamapbnu

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
KPK Kantongi Identitas Penghilang Bukti Kasus Kuota Haji

KPK Kantongi Identitas Penghilang Bukti Kasus Kuota Haji

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id