Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Retret Hambalang: Prabowo Fokus Bencana dan Swasembada

by dimas
Januari 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri, wakil menteri, serta kepala lembaga negara ke kediaman pribadinya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026) siang. Dalam pertemuan tertutup yang dikemas sebagai retret kabinet itu, Prabowo ingin memastikan arah kebijakan pemerintah tetap solid di tengah tantangan bencana alam, tekanan ekonomi global, dan target besar pembangunan nasional.

Sejak siang hari, mobil dinas berpelat RI satu per satu memasuki gerbang Hambalang. Para menteri Kabinet Merah Putih tampak hadir lengkap, menandai keseriusan agenda yang dibawa Presiden. Prabowo tidak sekadar menggelar pertemuan rutin, tetapi mendorong konsolidasi menyeluruh antar-kementerian agar program prioritas berjalan serempak.

Pemulihan Bencana Jadi Agenda Mendesak

Pemerintah menempatkan pemulihan pascabencana sebagai salah satu fokus utama retret. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden meminta percepatan rekonstruksi dan rehabilitasi di wilayah terdampak bencana, terutama Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian pada daerah lain yang masih menghadapi dampak bencana hidrometeorologi.

Menurut Prasetyo, Presiden telah menginstruksikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan lebih efektif. Kementerian Koordinator PMK, Kementerian Dalam Negeri, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana menjadi garda depan dalam memastikan bantuan dan pemulihan tidak tersendat di lapangan.

Di tengah curah hujan tinggi yang terus berlangsung, Prabowo juga menekankan pentingnya langkah antisipatif. Pemerintah diminta tidak menunggu bencana datang, tetapi aktif memitigasi risiko demi melindungi masyarakat, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Evaluasi dan Target Besar Program Makan Bergizi Gratis

Selain bencana, Prabowo memanfaatkan retret untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan ini telah berjalan satu tahun sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025. Presiden ingin memastikan program tersebut benar-benar menyentuh kelompok paling rentan, terutama anak-anak dan keluarga miskin.

Pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat MBG pada 2026. Oleh karena itu, Prabowo meminta jajaran kabinet melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari distribusi, kualitas gizi, hingga efektivitas anggaran. Target besar itu, menurut pemerintah, hanya bisa tercapai jika seluruh kementerian bergerak dengan ritme yang sama.

Dorong Swasembada Pangan dan Energi

Retret Hambalang juga menjadi panggung penguatan agenda swasembada. Setelah Indonesia mencatatkan sejarah tidak mengimpor beras sepanjang 2025, Prabowo ingin capaian tersebut tidak berhenti sebagai prestasi sesaat. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi pangan nasional agar ketahanan pangan semakin kokoh.

Di sisi lain, Presiden menaruh perhatian serius pada swasembada energi. Realisasi lifting minyak yang melampaui target APBN 2025 menjadi modal awal. Namun, Prabowo menilai percepatan tetap diperlukan agar Indonesia tidak terus bergantung pada energi impor. Pemerintah pun mendorong optimalisasi sumber daya nasional sebagai bagian dari kedaulatan ekonomi.

Konsolidasi Kabinet di Tengah Tekanan Global

Menjelang dimulainya retret, sejumlah menteri menegaskan bahwa pertemuan di Hambalang berfokus pada arahan Presiden. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut para menteri siap mendengarkan dan menindaklanjuti instruksi kepala negara terkait program-program strategis.

Pertemuan ini mencerminkan upaya Prabowo menjaga kekompakan kabinet di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Ketika krisis dan bencana datang silih berganti, pemerintah berusaha memastikan negara tetap hadir dan bekerja.

Retret Hambalang akhirnya bukan sekadar pertemuan elite, melainkan sinyal bahwa pemerintah ingin bergerak lebih cepat dan lebih terkoordinasi. Tantangannya jelas janji besar harus bertemu dengan kerja nyata, karena di balik setiap kebijakan, ada jutaan warga yang menunggu hasilnya. @dimas

Tags: bencanaEnergihambalangKabinetKebijakanMakan Bergizi GratisMerah PutihNasionalPanganPemerintahanPemulihanPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Kampus atau Katering? Ketika Ruang Ilmu Mulai Sibuk Urus Dapur

Kampus atau Katering? Ketika Ruang Ilmu Mulai Sibuk Urus Dapur

by dimas
Mei 15, 2026

Kampus mulai masuk ke dapur MBG dan rantai distribusi pangan nasional. Ketika ruang ilmu berubah jadi operator kebijakan, siapa yang...

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan atau Program Populis yang Sulit Bertahan?

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan atau Program Populis yang Sulit Bertahan?

by teguh
Mei 15, 2026

Kalau sekolah gratis benar-benar jadi jawaban, kenapa jutaan anak Indonesia masih tertinggal pendidikan?. Tapi pemerintah kembali datang lewat program sekolah...

Negara Bangun Program Besar, Tapi Kenapa Rakyat Mulai Merasa Tak Didengar?

Negara Bangun Program Besar, Tapi Kenapa Rakyat Mulai Merasa Tak Didengar?

by dimas
Mei 13, 2026

Program besar seperti MBG dan Koperasi Merah Putih dinilai menjanjikan. Namun di banyak desa, rakyat mulai merasa kebutuhan lokal makin...

Next Post
Konsep Otomatis

Dari Operator Produksi ke Pembunuh: Fakta Kasus Anak Politisi PKS di Cilegon

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id