Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Operator Produksi ke Pembunuh: Fakta Kasus Anak Politisi PKS di Cilegon

by dimas
Januari 6, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Teka-teki pembunuhan MAHM (9), putra politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman, akhirnya terkuak. Polisi memastikan HA (31) sebagai pelaku tunggal. Di balik identitasnya sebagai karyawan perusahaan ternama di Cilegon, HA menjalani kehidupan ganda sebagai pencuri rumah mewah.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan menjelaskan, HA bekerja sebagai operator produksi di PT CA sejak 2019. Fakta itu terungkap setelah penyidik menangkap HA saat mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Rois, di Lingkungan Pabuaran, Ciwedus, Jumat (2/1/2026).

“Dia karyawan aktif di perusahaan besar. Namun di luar jam kerja, dia mencuri rumah-rumah mewah,” jelas Dian di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).

Jerat Hukum Berlapis

Usai penyidikan dan gelar perkara, polisi menetapkan HA sebagai tersangka pembunuhan yang didahului pencurian dengan pemberatan. Penyidik menjerat HA dengan Pasal 458 ayat (1) dan (3) KUHP serta Pasal 80 ayat (3) juncto Pasal 76C Undang-Undang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun,” tegas Dian.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Tekanan Ekonomi dan Utang Kripto

Polisi menilai tekanan ekonomi menjadi pemicu utama kejahatan tersebut. HA terjerat utang ratusan juta rupiah setelah gagal berinvestasi kripto. Ia menggelontorkan modal awal Rp400 juta melalui aplikasi perdagangan kripto. Nilai investasinya sempat melonjak hingga miliaran rupiah, namun kemudian anjlok drastis dan menyisakan kerugian besar.

Untuk menutup kerugian, HA meminjam dana dari bank, koperasi, dan pinjaman online. Alih-alih pulih, kondisinya justru makin terpuruk. Di saat yang sama, ia menanggung biaya pengobatan kanker stadium tiga yang dideritanya sejak 2020.

“Tekanan ekonomi inilah yang mendorong pelaku melakukan pencurian dan berujung pembunuhan,” tambahnya.

Target Acak, Tanpa Relasi Politik

Polisi memastikan HA tidak memiliki hubungan personal maupun politik dengan keluarga korban. Ia memilih rumah sasaran secara acak, terutama rumah besar yang tampak kosong. Untuk memastikan kondisi rumah, HA menekan bel dan mengamati respons penghuni.

“Pelaku tidak mengenal orang tua korban. Tidak ada kaitan apa pun,” ujar Dian.

Kronologi Pembunuhan di BBS III

Pada 16 Desember 2025 sekitar pukul 13.17 WIB, HA mendatangi rumah Maman Suherman di Perumahan BBS III, Ciwaduk, Cilegon. Ia menekan bel empat kali, namun tidak mendapat respons. Selanjutnya, HA memanjat pagar samping pos satpam dan masuk melalui jendela yang ia congkel.

HA menuju kamar utama di lantai satu dan mencoba membuka brankas, tetapi gagal. Ia lalu naik ke lantai dua dan masuk ke kamar MAHM yang tidak terkunci. Saat itu, korban sedang bermain ponsel di atas kasur.

Pelaku menanyakan keberadaan ayah korban dan meminta MAHM diam. Ketika korban tidak mengetahui kode brankas, HA berusaha mengikatnya. Namun, MAHM melawan dan sempat menendang pelaku.

Dalam kondisi panik dan emosi, HA menusuk korban dengan pisau yang ia bawa. Setelah itu, ia kembali mencoba membuka brankas, tetapi tetap gagal. Pelaku akhirnya melarikan diri lewat jendela kamar pembantu tanpa membawa barang curian.

Bukti Forensik dan CCTV

Polisi memastikan HA sebagai pelaku tunggal berdasarkan bukti kuat. Rekaman CCTV memperlihatkan pakaian, sepatu, tas, dan sepeda motor pelaku identik dengan aksi pencurian lain. Polisi juga menyita dua bilah pisau dari tas HA saat penangkapan.

Hasil uji Puslabfor Mabes Polri menunjukkan satu pisau mengandung bercak darah yang identik dengan DNA MAHM.

“Pisau itu yang pelaku gunakan untuk menusuk korban,” ujar Kompol Irfan Rofik dari Puslabfor Mabes Polri.

Ironi Kehidupan Ganda

Kasus ini membuka ironi tajam. Seorang karyawan perusahaan besar yang tampak hidup normal justru menjalani sisi gelap sebagai pencuri dan pembunuh. Tekanan utang, ambisi finansial, dan beban penyakit mendorong satu keputusan fatal yang merenggut nyawa seorang anak.

Pada akhirnya, tragedi ini menegaskan satu pelajaran pahit kejahatan tidak selalu lahir dari kemiskinan ekstrem, tetapi sering muncul dari kegagalan mengelola tekanan hidup dan harga yang dibayar hampir selalu jauh lebih mahal daripada masalah itu sendiri. @dimas

Tags: AnakCilegonKasusKeadilanKeamanan NegarakekerasanKriminalKriminal & HukumPembunuhanPenegakanPidanaPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Berujung Autopsi

Siswa SD Pemalang Meninggal, Dugaan Bullying Berujung Autopsi

by dimas
Oktober 7, 2026

Siswa SD Pemalang meninggal setelah mengalami sakit perut. Keluarga menduga bullying, sementara polisi melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian. Tabooo.id:...

Next Post
Konsep Otomatis

Pigai Tahan Komentar Soal Aturan Demo di KUHP Baru

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id