Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gerindra Dukung Pilkada Lewat DPRD, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan Utama

by dimas
Desember 30, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Partai Gerindra menyatakan dukungan terbuka terhadap wacana pemilihan kepala daerah gubernur, bupati, dan wali kota melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers pada Senin (29/12/2025).

Sugiono menilai pemilihan kepala daerah lewat DPRD mampu memangkas biaya politik dan mempercepat proses demokrasi di daerah. Menurutnya, mekanisme ini menyederhanakan tahapan politik, mulai dari penjaringan kandidat hingga penetapan kepala daerah. Ia menegaskan, Gerindra mendukung langkah ini karena prosesnya lebih efisien dan tidak membebani keuangan negara.

Selain itu, Sugiono menyoroti biaya politik yang selama ini membatasi ruang partisipasi tokoh-tokoh potensial. Ia menilai tingginya ongkos kampanye sering kali menghalangi figur kompeten untuk ikut bertarung dalam pilkada.

Anggaran Pilkada Terus Naik, Bebani Keuangan Daerah

Sugiono menegaskan, biaya kampanye calon kepala daerah terus meningkat dan mencapai angka yang sangat tinggi. Ia menyebut dana hibah dari APBD untuk pilkada hampir menyentuh Rp7 triliun pada 2015. Angka tersebut melonjak tajam hingga melebihi Rp37 triliun pada 2024.

Menurut Sugiono, pemerintah daerah seharusnya mengarahkan anggaran sebesar itu ke sektor yang lebih produktif. Ia menilai dana pilkada dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal jika pemerintah mengelolanya dengan tepat.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

“Biaya politik yang terlalu tinggi menutup peluang bagi banyak orang baik. Melalui mekanisme DPRD, mereka bisa maju tanpa harus menghadapi beban kampanye yang luar biasa,” ujar Sugiono.

Gerindra Klaim Demokrasi Tetap Berjalan

Sugiono menepis anggapan bahwa pilkada lewat DPRD akan menggerus demokrasi. Ia menegaskan, rakyat tetap menyalurkan aspirasinya melalui anggota DPRD yang mereka pilih dalam pemilu legislatif. Menurutnya, mekanisme tersebut justru memperkuat akuntabilitas kepala daerah kepada partai politik dan konstituen.

Ia juga menilai masyarakat bisa mengawasi proses politik dengan lebih fokus. Ketika partai politik ingin mempertahankan dukungan publik, kata Sugiono, mereka harus menyesuaikan sikap politiknya dengan kehendak pemilih.

“Partai politik tidak bisa mengabaikan suara rakyat. Kalau mereka ingin bertahan, mereka harus mendengar konstituennya,” tambahnya.

Dinilai Mampu Menekan Polarisasi Politik

Selain soal anggaran, Sugiono menilai pilkada lewat DPRD dapat meredam polarisasi politik di tengah masyarakat. Ia menyebut pilkada langsung kerap memicu konflik horizontal dan ketegangan sosial di daerah.

Namun, ia menekankan pentingnya pembahasan terbuka dan menyeluruh sebelum pemerintah mengambil keputusan. Menurutnya, seluruh elemen politik harus terlibat agar mekanisme ini tidak berubah menjadi proses elitis yang tertutup.

“Publik harus tetap mengawal. Jangan sampai mekanisme ini menutup ruang partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Golkar dan Presiden Prabowo Sejalan

Dukungan terhadap pilkada lewat DPRD juga datang dari Partai Golkar. Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan usulan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam peringatan HUT ke-61 Golkar di Istora Senayan, Jakarta, awal Desember 2025.

Bahlil meminta pemerintah dan DPR menyusun kajian komprehensif sebelum mengubah mekanisme pilkada. Ia mengingatkan, pembahasan undang-undang bidang politik harus memperhitungkan berbagai risiko, termasuk potensi uji materi di Mahkamah Konstitusi.

“Undang-undang harus kuat sejak awal. Jangan sampai setelah disahkan, MK justru mengubah norma yang sudah kita bangun,” ujar Bahlil.

Konsekuensi Langsung bagi Masyarakat

Jika pemerintah menerapkan mekanisme ini, masyarakat akan merasakan dampak langsung dalam penyaluran aspirasi politik. Publik memang tidak lagi mencoblos langsung kepala daerah, tetapi mereka tetap menentukan arah politik melalui wakilnya di DPRD.

Dari sisi ekonomi, pemerintah daerah berpeluang mengalihkan anggaran pilkada ke program pembangunan dan kesejahteraan. Namun, realitas politik menunjukkan bahwa posisi DPRD akan semakin menentukan arah kebijakan daerah.

Karena itu, partisipasi publik tidak boleh berhenti di bilik suara. Dalam sistem baru ini, pengawasan terhadap wakil rakyat justru menjadi kunci agar demokrasi tidak sekadar berpindah tangan, tetapi tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. @dimas

Tags: anggaranbiayaDemokrasidprdEfisiensiGerindraNasionalPilkadaPolitik IndonesiaPrabowo SubiantoReformasiSugiono

Kamu Melewatkan Ini

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

by jeje
Mei 15, 2026

Sejarah Indonesia sering hadir seperti pertandingan yang hasilnya sudah ditentukan sejak awal. Ada pahlawan, ada pengkhianat. Ada pihak benar, ada...

Hukum Pasca-Reformasi: Dari Pelindung Warga Menjadi Alat Pengatur Kritik

Hukum Pasca-Reformasi: Dari Pelindung Warga Menjadi Alat Pengatur Kritik

by Tabooo
Mei 15, 2026

Reformasi melahirkan banyak instrumen hukum. Namun hukum sering bergerak lambat untuk korban, cepat untuk kritik, dan dingin saat warga berhadapan...

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

by teguh
Mei 15, 2026

Saat rapat DPRD membahas stunting, kematian ibu, dan layanan kesehatan warga, publik justru melihat video anggota dewan diduga bermain game...

Next Post
Prabowo Gratiskan Pengurusan Dokumen Korban Banjir Sumatera

Prabowo Gratiskan Pengurusan Dokumen Korban Banjir Sumatera

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id