Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gerindra Dukung Pilkada Lewat DPRD, Efisiensi Anggaran Jadi Alasan Utama

by dimas
Desember 30, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Partai Gerindra menyatakan dukungan terbuka terhadap wacana pemilihan kepala daerah gubernur, bupati, dan wali kota melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers pada Senin (29/12/2025).

Sugiono menilai pemilihan kepala daerah lewat DPRD mampu memangkas biaya politik dan mempercepat proses demokrasi di daerah. Menurutnya, mekanisme ini menyederhanakan tahapan politik, mulai dari penjaringan kandidat hingga penetapan kepala daerah. Ia menegaskan, Gerindra mendukung langkah ini karena prosesnya lebih efisien dan tidak membebani keuangan negara.

Selain itu, Sugiono menyoroti biaya politik yang selama ini membatasi ruang partisipasi tokoh-tokoh potensial. Ia menilai tingginya ongkos kampanye sering kali menghalangi figur kompeten untuk ikut bertarung dalam pilkada.

Anggaran Pilkada Terus Naik, Bebani Keuangan Daerah

Sugiono menegaskan, biaya kampanye calon kepala daerah terus meningkat dan mencapai angka yang sangat tinggi. Ia menyebut dana hibah dari APBD untuk pilkada hampir menyentuh Rp7 triliun pada 2015. Angka tersebut melonjak tajam hingga melebihi Rp37 triliun pada 2024.

Menurut Sugiono, pemerintah daerah seharusnya mengarahkan anggaran sebesar itu ke sektor yang lebih produktif. Ia menilai dana pilkada dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal jika pemerintah mengelolanya dengan tepat.

Ini Belum Selesai

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Kirab Perdana Perkuat Identitas Madiun sebagai Kota Pendekar

“Biaya politik yang terlalu tinggi menutup peluang bagi banyak orang baik. Melalui mekanisme DPRD, mereka bisa maju tanpa harus menghadapi beban kampanye yang luar biasa,” ujar Sugiono.

Gerindra Klaim Demokrasi Tetap Berjalan

Sugiono menepis anggapan bahwa pilkada lewat DPRD akan menggerus demokrasi. Ia menegaskan, rakyat tetap menyalurkan aspirasinya melalui anggota DPRD yang mereka pilih dalam pemilu legislatif. Menurutnya, mekanisme tersebut justru memperkuat akuntabilitas kepala daerah kepada partai politik dan konstituen.

Ia juga menilai masyarakat bisa mengawasi proses politik dengan lebih fokus. Ketika partai politik ingin mempertahankan dukungan publik, kata Sugiono, mereka harus menyesuaikan sikap politiknya dengan kehendak pemilih.

“Partai politik tidak bisa mengabaikan suara rakyat. Kalau mereka ingin bertahan, mereka harus mendengar konstituennya,” tambahnya.

Dinilai Mampu Menekan Polarisasi Politik

Selain soal anggaran, Sugiono menilai pilkada lewat DPRD dapat meredam polarisasi politik di tengah masyarakat. Ia menyebut pilkada langsung kerap memicu konflik horizontal dan ketegangan sosial di daerah.

Namun, ia menekankan pentingnya pembahasan terbuka dan menyeluruh sebelum pemerintah mengambil keputusan. Menurutnya, seluruh elemen politik harus terlibat agar mekanisme ini tidak berubah menjadi proses elitis yang tertutup.

“Publik harus tetap mengawal. Jangan sampai mekanisme ini menutup ruang partisipasi masyarakat,” tegasnya.

Golkar dan Presiden Prabowo Sejalan

Dukungan terhadap pilkada lewat DPRD juga datang dari Partai Golkar. Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan usulan tersebut langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam peringatan HUT ke-61 Golkar di Istora Senayan, Jakarta, awal Desember 2025.

Bahlil meminta pemerintah dan DPR menyusun kajian komprehensif sebelum mengubah mekanisme pilkada. Ia mengingatkan, pembahasan undang-undang bidang politik harus memperhitungkan berbagai risiko, termasuk potensi uji materi di Mahkamah Konstitusi.

“Undang-undang harus kuat sejak awal. Jangan sampai setelah disahkan, MK justru mengubah norma yang sudah kita bangun,” ujar Bahlil.

Konsekuensi Langsung bagi Masyarakat

Jika pemerintah menerapkan mekanisme ini, masyarakat akan merasakan dampak langsung dalam penyaluran aspirasi politik. Publik memang tidak lagi mencoblos langsung kepala daerah, tetapi mereka tetap menentukan arah politik melalui wakilnya di DPRD.

Dari sisi ekonomi, pemerintah daerah berpeluang mengalihkan anggaran pilkada ke program pembangunan dan kesejahteraan. Namun, realitas politik menunjukkan bahwa posisi DPRD akan semakin menentukan arah kebijakan daerah.

Karena itu, partisipasi publik tidak boleh berhenti di bilik suara. Dalam sistem baru ini, pengawasan terhadap wakil rakyat justru menjadi kunci agar demokrasi tidak sekadar berpindah tangan, tetapi tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. @dimas

Tags: anggaranbiayaDemokrasidprdEfisiensiGerindraNasionalPilkadaPolitik IndonesiaPrabowo SubiantoReformasiSugiono

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

by teguh
Juni 21, 2026

Malam itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya menjadi lokasi konser Kantata Takwa. Lebih dari seratus ribu orang memenuhi...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Next Post
Prabowo Gratiskan Pengurusan Dokumen Korban Banjir Sumatera

Prabowo Gratiskan Pengurusan Dokumen Korban Banjir Sumatera

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id