Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gus Yahya Siap Islah, Tegaskan Tak Mau Kompromi dengan Kebatilan

by dimas
Desember 23, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf kembali menegaskan komitmennya mendorong islah sesuai keputusan para mustasyar dalam Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Di tengah konflik internal PBNU yang kian mengemuka, Gus Yahya memilih jalur rekonsiliasi yang berlandaskan prinsip, bukan kompromi politik jangka pendek.

Sejak awal dinamika ini muncul, Gus Yahya konsisten menyuarakan keinginan menyelesaikan persoalan secara terbuka. Oleh karena itu, ia menolak islah yang hanya menenangkan situasi tanpa menyentuh akar masalah. Baginya, persatuan NU harus tumbuh dari kebenaran, bukan dari kesepakatan semu yang rapuh.

“Sejak detik pertama, saya menginginkan islah. Karena itu, saya siap membangun kebenaran, bukan membenarkan kebatilan,” ujar Gus Yahya, Senin (22/12/2025).

Kepatuhan pada Mustasyar Jadi Landasan Langkah

Dalam konteks organisasi, Gus Yahya menegaskan sikap taslim terhadap keputusan yang disepakati PWNU, PCNU, serta tafsir para mustasyar dalam Musyawarah Kubro. Dengan sikap tersebut, ia menempatkan forum alim ulama sebagai rujukan moral dan struktural tertinggi dalam menyikapi konflik PBNU.

Namun demikian, langkah ini juga membuat proses islah sangat bergantung pada komunikasi elite. Hingga kini, Rais Aam PBNU belum memberikan tanggapan atas permohonan pertemuan yang diajukan Gus Yahya. Akibatnya, ruang dialog masih tertunda, sementara tenggat waktu terus berjalan.

Ini Belum Selesai

Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul, Warga Jual Ternak Demi Air

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

Tuduhan Harus Dibuka, Klarifikasi Harus Terukur

Di sisi lain, Gus Yahya memilih bersikap terbuka terhadap berbagai tuduhan yang mengarah kepadanya. Ia meminta seluruh pihak menempuh jalur tabayun yang jujur, transparan, dan berbasis bukti. Menurutnya, klarifikasi yang sehat justru akan memperkuat kepercayaan warga NU.

“Saya siap menjalani pemeriksaan dan tabayun atas semua tuduhan, dengan menghadirkan bukti dan saksi yang sah,” tegasnya.

Dengan sikap ini, Gus Yahya berupaya menggeser konflik dari ruang spekulasi ke mekanisme klarifikasi yang lebih rasional dan terukur.

Komunikasi Mandek, Tenggat Terus Menekan

Segera setelah Musyawarah Kubro mencapai kesepakatan, Gus Yahya menghubungi Rais Aam PBNU untuk meminta waktu bertemu. Namun sampai saat ini, ia belum menerima jawaban. Meski begitu, ia memilih tetap menunggu sesuai mandat forum.

Selanjutnya, Gus Yahya berencana melaporkan hasil komunikasi tersebut kepada peserta Musyawarah Kubro setelah batas waktu 3 x 24 jam berakhir. Dengan demikian, forum akan menentukan langkah lanjutan berdasarkan perkembangan yang ada.

Islah atau MLB, Arah NU Dipertaruhkan

Sebelumnya, Musyawarah Kubro yang dihadiri para sesepuh dan alim ulama NU telah memberikan dua opsi tegas: melaksanakan islah secara sungguh-sungguh atau menempuh Muktamar Luar Biasa (MLB). Forum tersebut menilai kedua pimpinan PBNU memegang peran kunci dalam menjaga keutuhan jam’iyyah.

Jika islah gagal terwujud, forum mendorong Mustasyar PBNU mengambil alih kewenangan untuk menyiapkan Muktamar NU 2026. Di satu sisi, langkah ini membuka ruang penataan ulang organisasi. Namun di sisi lain, opsi MLB berpotensi memperlebar friksi internal jika tidak dikelola dengan bijak.

Keutuhan NU Jadi Taruhan Utama

Apabila islah berhasil, warga NU di akar rumput akan merasakan manfaat paling besar. Organisasi dapat kembali stabil, sementara energi kolektif NU bisa difokuskan pada agenda keumatan dan kebangsaan.

Sebaliknya, konflik berkepanjangan berisiko menguntungkan segelintir elite, tetapi merugikan jam’iyyah secara luas. Polarisasi internal dan kelelahan struktural menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

Pada akhirnya, konflik PBNU bukan lagi sekadar urusan kepengurusan. Sebaliknya, ia telah menjelma menjadi ujian moral dan kepemimpinan. Islah kini menjadi kata kunci, tetapi publik NU menunggu satu hal krusial apakah perdamaian akan lahir dari kejujuran, atau hanya menjadi jeda sebelum konflik berikutnya kembali muncul? @dimas

Tags: Gus YahyaIslahKonflik DuniaNahdlatul UlamaNUpbnu

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

Papua 65 Tahun Konflik: Kenapa Luka Ini Tak Pernah Selesai?

by jeje
Mei 18, 2026

“Papua bukan soal keamanan semata. Papua adalah soal keadilan, sejarah, dan rasa dipercaya.” Kalimat itu terus muncul dalam diskusi para...

Next Post
Kasus Kuota Haji: KPK Belum Tetapkan Tersangka, Ada Apa?

Kasus Kuota Haji: KPK Belum Tetapkan Tersangka, Ada Apa?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id