Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gus Yahya Siap Islah, Tegaskan Tak Mau Kompromi dengan Kebatilan

by dimas
Desember 23, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf kembali menegaskan komitmennya mendorong islah sesuai keputusan para mustasyar dalam Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Di tengah konflik internal PBNU yang kian mengemuka, Gus Yahya memilih jalur rekonsiliasi yang berlandaskan prinsip, bukan kompromi politik jangka pendek.

Sejak awal dinamika ini muncul, Gus Yahya konsisten menyuarakan keinginan menyelesaikan persoalan secara terbuka. Oleh karena itu, ia menolak islah yang hanya menenangkan situasi tanpa menyentuh akar masalah. Baginya, persatuan NU harus tumbuh dari kebenaran, bukan dari kesepakatan semu yang rapuh.

“Sejak detik pertama, saya menginginkan islah. Karena itu, saya siap membangun kebenaran, bukan membenarkan kebatilan,” ujar Gus Yahya, Senin (22/12/2025).

Kepatuhan pada Mustasyar Jadi Landasan Langkah

Dalam konteks organisasi, Gus Yahya menegaskan sikap taslim terhadap keputusan yang disepakati PWNU, PCNU, serta tafsir para mustasyar dalam Musyawarah Kubro. Dengan sikap tersebut, ia menempatkan forum alim ulama sebagai rujukan moral dan struktural tertinggi dalam menyikapi konflik PBNU.

Namun demikian, langkah ini juga membuat proses islah sangat bergantung pada komunikasi elite. Hingga kini, Rais Aam PBNU belum memberikan tanggapan atas permohonan pertemuan yang diajukan Gus Yahya. Akibatnya, ruang dialog masih tertunda, sementara tenggat waktu terus berjalan.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Tuduhan Harus Dibuka, Klarifikasi Harus Terukur

Di sisi lain, Gus Yahya memilih bersikap terbuka terhadap berbagai tuduhan yang mengarah kepadanya. Ia meminta seluruh pihak menempuh jalur tabayun yang jujur, transparan, dan berbasis bukti. Menurutnya, klarifikasi yang sehat justru akan memperkuat kepercayaan warga NU.

“Saya siap menjalani pemeriksaan dan tabayun atas semua tuduhan, dengan menghadirkan bukti dan saksi yang sah,” tegasnya.

Dengan sikap ini, Gus Yahya berupaya menggeser konflik dari ruang spekulasi ke mekanisme klarifikasi yang lebih rasional dan terukur.

Komunikasi Mandek, Tenggat Terus Menekan

Segera setelah Musyawarah Kubro mencapai kesepakatan, Gus Yahya menghubungi Rais Aam PBNU untuk meminta waktu bertemu. Namun sampai saat ini, ia belum menerima jawaban. Meski begitu, ia memilih tetap menunggu sesuai mandat forum.

Selanjutnya, Gus Yahya berencana melaporkan hasil komunikasi tersebut kepada peserta Musyawarah Kubro setelah batas waktu 3 x 24 jam berakhir. Dengan demikian, forum akan menentukan langkah lanjutan berdasarkan perkembangan yang ada.

Islah atau MLB, Arah NU Dipertaruhkan

Sebelumnya, Musyawarah Kubro yang dihadiri para sesepuh dan alim ulama NU telah memberikan dua opsi tegas: melaksanakan islah secara sungguh-sungguh atau menempuh Muktamar Luar Biasa (MLB). Forum tersebut menilai kedua pimpinan PBNU memegang peran kunci dalam menjaga keutuhan jam’iyyah.

Jika islah gagal terwujud, forum mendorong Mustasyar PBNU mengambil alih kewenangan untuk menyiapkan Muktamar NU 2026. Di satu sisi, langkah ini membuka ruang penataan ulang organisasi. Namun di sisi lain, opsi MLB berpotensi memperlebar friksi internal jika tidak dikelola dengan bijak.

Keutuhan NU Jadi Taruhan Utama

Apabila islah berhasil, warga NU di akar rumput akan merasakan manfaat paling besar. Organisasi dapat kembali stabil, sementara energi kolektif NU bisa difokuskan pada agenda keumatan dan kebangsaan.

Sebaliknya, konflik berkepanjangan berisiko menguntungkan segelintir elite, tetapi merugikan jam’iyyah secara luas. Polarisasi internal dan kelelahan struktural menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

Pada akhirnya, konflik PBNU bukan lagi sekadar urusan kepengurusan. Sebaliknya, ia telah menjelma menjadi ujian moral dan kepemimpinan. Islah kini menjadi kata kunci, tetapi publik NU menunggu satu hal krusial apakah perdamaian akan lahir dari kejujuran, atau hanya menjadi jeda sebelum konflik berikutnya kembali muncul? @dimas

Tags: Gus YahyaIslahKonflik DuniaNahdlatul UlamaNUpbnu

Kamu Melewatkan Ini

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

by teguh
Mei 4, 2026

Malam itu tidak hanya sunyi ia penuh keputusan. Di sebuah rumah bangsawan di Muneng, seorang istri memilih jalan yang tak...

Rumah Kos yang Membelah Indonesia

Gang Peneleh: Tempat Lahirnya Nasionalisme, Sosialisme, dan Konflik

by teguh
April 25, 2026

Di sebuah rumah kos sederhana milik H.O.S. Tjokroaminoto, di Gang Peneleh, Surabaya. Sejarah Indonesia tumbuh tanpa sorotan. Tiga anak muda...

Bandara Jadi Arena Tikam, Politik Masih Pakai Otot?

Bandara Jadi Arena Tikam, Politik Masih Pakai Otot?

by teguh
April 20, 2026

Minggu siang, 19 April 2026, Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur seharusnya menyambut kedatangan penumpang. Namun siang itu, tempat itu justru...

Next Post
Kasus Kuota Haji: KPK Belum Tetapkan Tersangka, Ada Apa?

Kasus Kuota Haji: KPK Belum Tetapkan Tersangka, Ada Apa?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id