Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Diaspora RI di Pakistan Sambut Prabowo dengan Angklung

by dimas
Desember 10, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Suasana lobi sebuah hotel berbintang di Islamabad berubah riuh. Puluhan diaspora Indonesia yang tinggal di Pakistan berdiri berjejer sambil menggenggam angklung. Mereka menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/12/2025). Bukan dekorasi merah putih yang mencuri perhatian, melainkan energi hangat dan rasa rindu tanah air yang tumpah begitu Presiden tiba.

Penampilan Kilat dengan Latihan Serba Mendadak

Sekretariat Presiden menyebut kelompok angklung binaan KBRI Islamabad langsung turun panggung begitu Prabowo memasuki area hotel. Mereka membawakan lagu-lagu perjuangan dengan penuh semangat.
Salah satu anggotanya, Tamara, bercerita bahwa mereka mempersiapkan penampilan ini dalam waktu yang sangat singkat.

“Latihannya cuma 10 hari kurang. Tapi ibu-ibunya semangat semua, jadi ya jalan,” ujar Tamara sambil tertawa.

Bagi mereka, tampil di depan Presiden bukan sekadar seni pertunjukan melainkan bentuk penghormatan.

Duta Budaya yang Bekerja dengan Hati

Kelompok angklung ini bukan pemain baru. Mereka sudah tampil dalam berbagai forum diplomatik, mulai dari resepsi peringatan 75 tahun hubungan Indonesia-Pakistan hingga Indonesian Expo di pusat perbelanjaan Islamabad.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Dengan kata lain, mereka bergerak bukan karena protokoler, tetapi karena cinta pada budaya sendiri. Mereka memperkenalkan Indonesia tanpa menunggu panggilan resmi, tanpa label besar, dan tanpa bayaran.

Dari penampilan mendadak ini, satu-satunya pihak yang mungkin “dirugikan” hanyalah pita suara para anggotanya. Namun pihak yang jelas diuntungkan adalah Indonesia. Kerja sukarela diaspora seperti ini memperkuat diplomasi budaya Indonesia tanpa menguras anggaran negara.

Momen Haru: Presiden Ikut Bersenandung

Tamara berkisah bahwa momen paling menyentuh terjadi ketika Presiden Prabowo ikut bersenandung mengikuti irama angklung.

“Kita senang banget waktu Bapak datang menghampiri kita,” tambahnya.
Ia menutup ceritanya dengan pesan sederhana, “Pak Presiden sehat selalu, semangat, karena kita semua semangat.”

Lebih dari Sekadar Penyambutan

Di balik musik angklung itu, tersimpan pesan penting. Diaspora bukan hanya WNI yang tinggal jauh dari Indonesia. Mereka adalah jaringan yang tak terlihat, tetapi bekerja konsisten menggerakkan diplomasi budaya dari bawah. Mereka bergerak tanpa sorotan kamera dan tanpa seremoni besar—namun kontribusinya nyata.

Pertanyaan Penutup

Jika diaspora yang ribuan kilometer dari kampung halaman saja rela latihan ngebut demi mengharumkan nama bangsa, kita yang tinggal di tanah air sudah memberikan apa? @dimas

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

by Tabooo
Juni 10, 2026

DPR RI resmi sahkan RUU Polri menjadi undang-undang dalam rapat paripurna. DPR menyebut aturan baru ini memperkuat transformasi, pengawasan, netralitas,...

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

by teguh
Juni 10, 2026

Konflik pusaka Karaton Solo kembali mencuat. Benarkah pusaka milik raja atau dinasti? ini seakan menjadi akar legitimasi yang belum selesai....

Next Post
Menukar Rindu dengan Masa Depan: Perjalanan Tunjinah sebagai TKW

Menukar Rindu dengan Masa Depan: Perjalanan Tunjinah sebagai TKW

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id