Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Diaspora RI di Pakistan Sambut Prabowo dengan Angklung

by dimas
Desember 10, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Suasana lobi sebuah hotel berbintang di Islamabad berubah riuh. Puluhan diaspora Indonesia yang tinggal di Pakistan berdiri berjejer sambil menggenggam angklung. Mereka menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/12/2025). Bukan dekorasi merah putih yang mencuri perhatian, melainkan energi hangat dan rasa rindu tanah air yang tumpah begitu Presiden tiba.

Penampilan Kilat dengan Latihan Serba Mendadak

Sekretariat Presiden menyebut kelompok angklung binaan KBRI Islamabad langsung turun panggung begitu Prabowo memasuki area hotel. Mereka membawakan lagu-lagu perjuangan dengan penuh semangat.
Salah satu anggotanya, Tamara, bercerita bahwa mereka mempersiapkan penampilan ini dalam waktu yang sangat singkat.

“Latihannya cuma 10 hari kurang. Tapi ibu-ibunya semangat semua, jadi ya jalan,” ujar Tamara sambil tertawa.

Bagi mereka, tampil di depan Presiden bukan sekadar seni pertunjukan melainkan bentuk penghormatan.

Duta Budaya yang Bekerja dengan Hati

Kelompok angklung ini bukan pemain baru. Mereka sudah tampil dalam berbagai forum diplomatik, mulai dari resepsi peringatan 75 tahun hubungan Indonesia-Pakistan hingga Indonesian Expo di pusat perbelanjaan Islamabad.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Dengan kata lain, mereka bergerak bukan karena protokoler, tetapi karena cinta pada budaya sendiri. Mereka memperkenalkan Indonesia tanpa menunggu panggilan resmi, tanpa label besar, dan tanpa bayaran.

Dari penampilan mendadak ini, satu-satunya pihak yang mungkin “dirugikan” hanyalah pita suara para anggotanya. Namun pihak yang jelas diuntungkan adalah Indonesia. Kerja sukarela diaspora seperti ini memperkuat diplomasi budaya Indonesia tanpa menguras anggaran negara.

Momen Haru: Presiden Ikut Bersenandung

Tamara berkisah bahwa momen paling menyentuh terjadi ketika Presiden Prabowo ikut bersenandung mengikuti irama angklung.

“Kita senang banget waktu Bapak datang menghampiri kita,” tambahnya.
Ia menutup ceritanya dengan pesan sederhana, “Pak Presiden sehat selalu, semangat, karena kita semua semangat.”

Lebih dari Sekadar Penyambutan

Di balik musik angklung itu, tersimpan pesan penting. Diaspora bukan hanya WNI yang tinggal jauh dari Indonesia. Mereka adalah jaringan yang tak terlihat, tetapi bekerja konsisten menggerakkan diplomasi budaya dari bawah. Mereka bergerak tanpa sorotan kamera dan tanpa seremoni besar—namun kontribusinya nyata.

Pertanyaan Penutup

Jika diaspora yang ribuan kilometer dari kampung halaman saja rela latihan ngebut demi mengharumkan nama bangsa, kita yang tinggal di tanah air sudah memberikan apa? @dimas

Kamu Melewatkan Ini

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Raden Ronggo Prawirodirjo III menjadi simbol perlawanan dari Madiun. Kisahnya membuktikan bahwa harga diri Jawa tak pernah mudah ditaklukkan. Tabooo.id...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

Karnaval Usai, Peradaban Diuji: Sampah Jadi Cermin Seperti Apa Kesadaran Publik

by teguh
Juni 27, 2026

"Masalah sampah di Indonesia bukan hanya persoalan teknis pengelolaan, tetapi persoalan pola pikir. Selama masyarakat masih menganggap sampah sebagai masalah...

Next Post
Menukar Rindu dengan Masa Depan: Perjalanan Tunjinah sebagai TKW

Menukar Rindu dengan Masa Depan: Perjalanan Tunjinah sebagai TKW

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id