Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

by dimas
Maret 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini muncul setelah Kementerian Agama menggelar sidang isbat pada Kamis malam, 19 Maret 2026, di Jakarta.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin langsung sidang tersebut. Ia melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan DPR, pakar astronomi, hingga organisasi masyarakat Islam. Hasilnya tegas: hilal belum terlihat, sehingga Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.

“Kami mengacu pada hasil hisab dan rukyah. Tidak ada laporan hilal terlihat, sehingga 1 Syawal jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Nasaruddin.

Hilal Tak Terlihat, Kriteria Belum Terpenuhi

Tim pemantau mengamati posisi hilal di 117 titik di seluruh Indonesia. Namun, hasil pengamatan menunjukkan posisi bulan belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan pemerintah melalui standar MABIMS.

Dalam hitungan astronomi, tinggi hilal minimal harus mencapai 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat. Sementara hasil pengamatan hanya menunjukkan elongasi antara 0 derajat 54 menit hingga 2 derajat 7 menit. Angka ini masih jauh dari batas minimum.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Kondisi ini membuat pemerintah tidak memiliki dasar kuat untuk menetapkan awal Syawal lebih cepat. Dengan kata lain, secara ilmiah dan observasional, bulan baru belum “layak” terlihat.

Muhammadiyah Lebih Dulu, Perbedaan Kembali Terjadi

Di sisi lain, Muhammadiyah sudah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Artinya, warga Muhammadiyah akan melaksanakan salat Idul Fitri sehari lebih awal dibanding keputusan pemerintah.

Perbedaan ini bukan hal baru. Muhammadiyah menggunakan metode hisab dengan pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sistem ini mengacu pada perhitungan astronomi global, bukan hasil rukyat lokal.

Dengan pendekatan tersebut, awal bulan hijriah berlaku seragam di seluruh dunia tanpa bergantung pada lokasi geografis.

Dampak ke Masyarakat: Libur, Mudik, dan Ibadah

Perbedaan penetapan ini langsung berdampak pada masyarakat. Sebagian umat Islam harus menyesuaikan jadwal ibadah, termasuk salat Id dan silaturahmi keluarga.

Di sisi lain, sektor transportasi dan ekonomi juga ikut terdampak. Arus mudik, jadwal libur kerja, hingga operasional layanan publik berpotensi mengalami pergeseran, terutama di daerah dengan basis massa organisasi keagamaan yang kuat.

Bagi masyarakat umum, situasi ini menuntut sikap adaptif sekaligus toleran. Perbedaan hari raya tidak hanya soal tanggal, tetapi juga menyangkut ritme sosial dan kebersamaan keluarga.

Tradisi Berulang, Ujian Toleransi Tahunan

Perbedaan penetapan Lebaran antara pemerintah dan Muhammadiyah kembali mengulang pola yang sudah sering terjadi. Namun, di balik perbedaan ini, ada pesan yang lebih besar: Indonesia terus belajar merawat keberagaman dalam praktik keagamaan.

Pada akhirnya, Lebaran bukan sekadar soal kapan dirayakan, tetapi bagaimana maknanya dijalankan. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, publik kembali dihadapkan pada pilihan sederhana memperdebatkan perbedaan, atau merayakannya dengan saling menghormati. @dimas

Tags: 2026HilalHisabIdul FitriKemenaglebaranMuhammadiyahNasionalPerbedaanRukyatSidang Isbat

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Pantai Kuta Bali: Surga yang Dijual, atau Ilusi yang Disepakati?

Pantai Kuta Bali: Surga yang Dijual, atau Ilusi yang Disepakati?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id