Senin, Juni 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Emil Dardak dan Bagus Panuntun Serukan Persaudaraan Pendekar

by dimas
Juni 28, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Emil Dardak dan F. Bagus Panuntun mengajak pendekar memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan semangat guyub rukun dalam Suran Agung PSHWTM ke-123.

Tabooo.id – Ribuan pendekar memenuhi Lapangan Kelurahan Winongo, Kota Madiun, Minggu (28/6/2026). Mereka datang untuk menghadiri Suran Agung ke-123 Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM). Namun, agenda tahunan itu tidak hanya menghadirkan prosesi budaya. Kegiatan tersebut juga membawa pesan tentang kepedulian, persaudaraan, dan tanggung jawab sosial.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengajak seluruh pendekar menjadikan ilmu pencak silat sebagai jalan pengabdian. Menurutnya, masyarakat saat ini membutuhkan lebih banyak orang yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

Kepedulian Dimulai dari Lingkungan Terdekat

Emil menilai tantangan zaman tidak hanya datang dari perubahan teknologi. Di sisi lain, sikap individualistis juga semakin terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia mengajak para pendekar membangun kepedulian mulai dari lingkungan terdekat.

“Harus membangun kepedulian kepada masyarakat. Jangan sampai menjadi pribadi yang individualistik. Mulailah dari lingkungan sekitar karena itulah pilar masyarakat, bangsa, dan negara yang kokoh,” ujarnya.

Menurut Emil, seorang pendekar tidak cukup menguasai bela diri. Sebaliknya, seorang pendekar juga harus menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Selain itu, ia juga harus menjaga persaudaraan tanpa membedakan latar belakang.

Ini Belum Selesai

Lulus Seleksi, Gugur di Barak: Tragedi Lima Calon Manajer Kopdes

Bayar Tepat Waktu, Layanan Kapan Tepat?

Karena itulah, Emil berharap nilai-nilai Setia Hati tidak berhenti di dalam padepokan. Sebaliknya, nilai tersebut harus hadir di rumah, lingkungan, hingga ruang-ruang sosial masyarakat.

Persaudaraan Tidak Berhenti di Arena

Senada dengan Emil, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengajak seluruh keluarga besar PSHWTM menjadikan pencak silat sebagai sarana memperkuat persatuan.

Menurut Bagus, Suran Agung bukan sekadar memperingati usia organisasi. Sebaliknya, kegiatan itu menjadi ruang untuk memperkuat kesetiaan, kedisiplinan, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.

“Momentum Suran Agung ini harus menjadi pengingat bahwa persaudaraan sejati mampu merangkul, menghormati perbedaan, serta mengedepankan semangat guyub-rukun untuk kemajuan bersama,” katanya.

Selain itu, Bagus menegaskan bahwa Kota Madiun memiliki identitas sebagai Kota Pendekar. Oleh sebab itu, seluruh perguruan pencak silat perlu menjaga citra tersebut melalui perilaku yang damai dan bermanfaat.

“Pencak silat harus menjadi sarana membangun karakter, mempererat persatuan, menjaga perdamaian, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menjaga Nama Baik Perguruan

Bagus juga mengapresiasi keluarga besar PSHWTM yang terus menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa perguruan silat mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh warga PSHWTM menjaga nama baik organisasi. Ia juga meminta seluruh anggota terus menjunjung tinggi nilai-nilai luhur perguruan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap seluruh warga PSHWTM terus menjadi energi positif bagi Kota Madiun yang aman, damai, maju, dan sejahtera,” tuturnya.

Ketika Ilmu Menjadi Pengabdian

Suran Agung ke-123 mempertemukan ribuan warga PSHWTM dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Namun, makna terbesarnya tidak terletak pada jumlah peserta. Sebaliknya, makna itu lahir dari nilai yang mereka bawa pulang.

Persaudaraan, kepedulian, dan gotong royong menjadi pesan yang terus digaungkan sepanjang kegiatan. Nilai-nilai itu kemudian menjadi pengingat bahwa kekuatan seorang pendekar tidak hanya terlihat saat berlatih. Lebih dari itu, kekuatan tersebut tampak ketika ia hadir membantu masyarakat, menjaga persatuan, dan memberi manfaat bagi sesama.

Karena pada akhirnya, Suran Agung bukan sekadar perayaan tradisi. Suran Agung mengingatkan bahwa ilmu pencak silat menemukan makna tertingginya ketika berubah menjadi pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara. @dimas

Tags: Bagus PanuntunEmil DardakKota PendekarmadiunPencak SilatPersaudaraanPSHWTMSuran Agung

Kamu Melewatkan Ini

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

Suran Agung PSHWTM ke-123, Persaudaraan Jadi Kekuatan

by dimas
Juni 28, 2026

Suran Agung PSHWTM ke-123 di Madiun menjadi momentum memperkuat persaudaraan, kerukunan, dan komitmen menjaga harmoni masyarakat. Tabooo.id: Madiun - Langkah...

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Next Post
Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id