Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Raih Penghargaan Raja Yordania: Apa Artinya bagi Indonesia?

by sigit
November 18, 2025
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menerima The Bejewelled Grand Cordon of Al Nahda (Order of the Renaissance), salah satu tanda kehormatan tertinggi Kerajaan Yordania Hasyimiah, dari Raja Abdullah II ibn Al Hussein. Penganugerahan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (14/11/2025), dan menjadi momentum diplomatik yang tidak hanya mengangkat nama seorang presiden tetapi membawa Indonesia lebih terang ke panggung global.

Penghargaan ini bukan tanda jasa biasa. Bejewelled Grand Cordon merupakan tingkatan paling prestisius dalam Order of the Renaissance selevel penghormatan yang lazim diberikan kepada raja, pangeran, kepala negara, bahkan perdana menteri yang menunjukkan kontribusi nyata dalam hubungan bilateral dan kerja sama strategis.

Sejarah penerimanya juga tidak main-main. Di daftar yang sama terdapat tokoh global seperti Prince Philip – Duke of Edinburgh, Raja Denmark Frederik X, Ratu Belanda Maxima, Angela Merkel, hingga Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embaló. Dengan nama-nama kelas dunia itu, penghargaan untuk Prabowo menempatkan Indonesia dalam orbit diplomasi yang lebih dihargai.

Raja Abdullah II memberikan penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi Prabowo dalam memperkuat hubungan Indonesia–Yordania, terutama di bidang kemanusiaan, stabilitas kawasan, pertahanan, dan isu global seperti perdamaian serta solidaritas lintas negara. Motifnya jelas: kedua negara telah lama menjalin relasi hangat, terutama dalam isu Palestina, pendidikan, dan misi kemanusiaan internasional.

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan makna penghargaan ini bagi Indonesia. “Itu merupakan bentuk penghargaan. Saya kira kebanggaan juga buat kita, Bapak Presiden menerima,” ujarnya seusai acara di kutip dari BPMI Setpres. Baginya, penghormatan ini bukan hanya soal diplomasi formal, tetapi juga representasi kontribusi Indonesia di forum global.

Ini Belum Selesai

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Karena penghargaan ini bukan sekadar seremoni di istana ini adalah sinyal bahwa Indonesia semakin diperhitungkan dalam percaturan internasional. Di tengah dunia yang makin tegang, posisi negara kita sebagai mediator, penghubung, dan pemain aktif sangat menentukan arah masa depan kawasan dan keamanan global. Dampaknya bisa menjalar ke banyak hal: diplomasi ekonomi, kerja sama pendidikan, hingga peluang kemanusiaan yang lebih luas.

Jika diplomasi adalah seni membangun jembatan, maka penghargaan ini menjadi bukti bahwa jembatan Indonesia makin kokoh dan makin jauh menjangkau dunia. Bukankah reputasi sebuah bangsa sering dimulai dari cara dunia melihat pemimpinnya? (sig)

Tags: NasionalpenghargaanPrabowo Subiantopresiden

Kamu Melewatkan Ini

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan atau Program Populis yang Sulit Bertahan?

Sekolah Rakyat: Solusi Pendidikan atau Program Populis yang Sulit Bertahan?

by teguh
Mei 15, 2026

Kalau sekolah gratis benar-benar jadi jawaban, kenapa jutaan anak Indonesia masih tertinggal pendidikan?. Tapi pemerintah kembali datang lewat program sekolah...

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

by teguh
Mei 13, 2026

Di banyak sudut Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah tidak selalu terasa dekat dengan mimpi. Bagi sebagian anak, ruang kelas justru...

Next Post
Surakarta Punya Raja Baru: Pangeran Penerus, Paugeran, dan Tarikan Napas Panjang Sebuah Dinasti

Surakarta Punya Raja Baru: Penerus Tahta, Paugeran, dan Napas Panjang Dinasti

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id