Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Surakarta Punya Raja Baru: Penerus Tahta, Paugeran, dan Napas Panjang Dinasti

by sigit
November 17, 2025
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Hari ini, Surakarta menutup satu bab dan membuka lembar baru: KGPAA Hamangkunagoro lebih dikenal publik sebagai KGPH Purbaya akan sah dinobatkan sebagai Paku Buwono XIV. Dengan restu mayoritas keluarga mendiang PB XIII, prosesi Jumenengan Dalem siang ini bukan sekadar seremoni adat, tetapi momen historis bagi kelangsungan salah satu kerajaan tertua di Nusantara.


KGPAA Hamangkunagoro bukan nama asing di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta. Putra bungsu mendiang PB XIII ini sejak lama berdiri di garis terdepan dalam urusan adat, tata kelola internal, hingga penjaga paugeran ketika kraton menghadapi dinamika internal beberapa tahun silam. Reputasinya sebagai sosok telaten, rapi dalam menjalankan tradisi, serta dekat dengan para sesepuh membuatnya dipandang sebagai figur yang “paling siap” melanjutkan takhta.

Sejumlah sumber internal kraton menyebut Hamangkunagoro kerap menjadi penengah ketika terjadi silang pendapat di internal keluarga. Ia dikenal sebagai pangeran yang lebih banyak bekerja dalam diam mengurus arsip, memastikan prosesi adat berjalan sesuai pakem, dan aktif memulihkan relasi antar-keluarga yang sempat mengeras.

“Beliau itu tipe yang manut paugeran tapi tetap bisa fleksibel. Sesepuh banyak cocok,” ujar salah satu abdi dalem senior saat di temui Tabooo.id.

Dukungan keluarga PB XIII menguat beberapa hari lalu ketika Hamangkunagoro menyampaikan ikrar kesetiaan dalam prosesi pemberangkatan jenazah ayahnya ke Imogiri momen yang dianggap sebagai titik penegasan garis suksesi. Langkah itu diamini sebagian besar kerabat, termasuk para gusti sepuh, yang memandang penobatan PB XIV sebagai kelanjutan wajar dari sistem adat keraton.

Ini Belum Selesai

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

Pusaka Milik Raja atau Dinasti? Konflik Lama Karaton Solo yang Tak Pernah Selesai

Siang ini, setelah mengucapkan Sabda Dalem sumpah raja yang menandai dirinya resmi menjadi PB XIV beliau akan memimpin Kirab Agung mengelilingi benteng Keraton Surakarta. Dengan menaiki kereta kencana, kirab ini menjadi simbol keterikatan raja dengan wilayahnya, sekaligus deklarasi kepada masyarakat bahwa Surakarta kembali memiliki pemimpin adat yang sah.

Karena penobatan raja bukan hanya urusan lingkar dalam keraton. Tradisi ini adalah payung besar identitas budaya Jawa penanda bahwa nilai yang kita warisi masih hidup, bergerak, dan punya tempat di dunia yang makin serbacepat. Naiknya PB XIV berarti kelanjutan tata adat, perawatan warisan budaya, dan kepastian bahwa Surakarta tetap punya poros simbolik yang dijaga dengan penuh hormat.

Dan ketika PB XIV duduk di singgasana siang ini, mungkin kita perlu bertanya: apa arti sebuah takhta di zaman ketika hampir semua hal bisa berubah dalam semalam? (sig)

Tags: KGPAA HamangkunagoroKGPH PurbayaPB XIIIPB XIVRaja BaruSolo

Kamu Melewatkan Ini

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

by Tabooo
Mei 25, 2026

Surakarta pernah memiliki dasar hukum sebagai daerah istimewa. Namun gejolak politik, konflik elite, dan keputusan pusat membuat status itu membeku...

Next Post
Upacara Jumenengan Dalem: Pakoe Boewono XIV Resmi Naik Takhta Keraton Kasunanan Surakarta

Pakoe Boewono XIV Resmi Naik Takhta Keraton Kasunanan Surakarta

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id