Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

by Tabooo
Mei 21, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Bundaran UGM mendadak jadi sorotan setelah sebuah spanduk besar bertuliskan “Surat Permohonan Maaf” terbentang di area kampus. Spanduk itu memuat kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan mencantumkan permintaan maaf kepada masyarakat.

Tabooo.id: Yogyakarta – Pemandangan berbeda muncul di Bundaran Universitas Gadjah Mada atau UGM, Yogyakarta, Kamis (21/05/2026) pagi. Sebuah spanduk besar berlatar putih terbentang di area bundaran kampus tersebut.

Spanduk itu langsung mencuri perhatian karena memuat tulisan besar “Surat Permohonan Maaf”. Di sisi spanduk, Bendera Merah Putih tampak berkibar setengah tiang.

Berdasarkan informasi yang beredar, spanduk itu mulai terlihat sekitar pukul 07.30 WIB.

Bukan Spanduk Biasa

Isi spanduk itu memuat permohonan maaf kepada masyarakat. Namun, pesan di dalamnya bukan permintaan maaf biasa.

Lewat spanduk itu, pihak yang mengatasnamakan UGM meminta maaf kepada masyarakat karena merasa telah membiarkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memimpin Indonesia periode 2024–2029.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Dalam paragraf berikutnya, spanduk itu juga memuat kritik keras terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Isinya menyinggung kepemimpinan nasional, kompetensi pejabat, nestapa politik, hingga kondisi ekonomi.

“Dengan ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena telah membiarkan Prabowo-Gibran menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029,” tulis spanduk tersebut.

Publik Berhenti, Petugas Turunkan Spanduk

Keberadaan spanduk itu membuat sejumlah pengguna jalan berhenti sejenak. Beberapa orang membaca isi spanduk, sementara lainnya mengabadikan momen tersebut.

Namun, spanduk itu tidak bertahan lama.

Sekitar pukul 09.27 WIB, beberapa petugas Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan atau PK4L UGM mulai menurunkan spanduk tersebut. Tak hanya spanduk, petugas juga menurunkan bendera Merah Putih setengah tiang.

Sekitar pukul 09.32 WIB, area Bundaran UGM mulai bersih dari kerumunan mahasiswa.

UGM Belum Beri Tanggapan

Sampai informasi ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak UGM terkait spanduk tersebut.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah isi spanduk benar mewakili sikap institusi, kelompok tertentu, atau hanya aksi simbolik dari individu maupun mahasiswa.

Kritik yang Memakai Simbol Kampus

Ini bukan sekadar spanduk di pinggir jalan. Ini adalah cara kritik politik bergerak lewat simbol kampus, ruang publik, dan momen visual yang mudah menyebar.

Masalahnya, ketika nama institusi besar dicantumkan dalam aksi politik, publik tidak hanya membaca isi kritiknya. Publik juga akan bertanya, siapa sebenarnya yang bicara?

Dan di era sekarang, satu spanduk bisa bekerja lebih cepat daripada satu konferensi pers.

Dan terkadang, satu spanduk cukup untuk membuat ruang publik lebih ramai daripada pidato resmi yang panjang. @tabooo

Tags: aksi mahasiswaBundaran UGMkritik pemerintahmahasiswa UGMNewsPolitik IndonesiaPrabowo-GibranUGM YogyakartaYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

by Tabooo
Juli 18, 2026

D.N. Aidit tumbuh dalam keluarga Muslim terpandang di Belitung. Perjalanannya membawanya dari surau, gerakan pemuda, hingga puncak kepemimpinan PKI dan...

Kipas Anginnya Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

Kipas Angin Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

by teguh
Juli 17, 2026

Di era media sosial, satu tangkapan layar bisa memicu kegaduhan nasional sebelum pemerintah sempat membuka konferensi pers. Itulah yang terjadi...

Demo Mahasiswa Kepung Jakarta, Jalanan Uji Kepercayaan Publik

Demo Mahasiswa Kepung Jakarta, Jalanan Uji Kepercayaan Publik

by dimas
Juli 17, 2026

Ratusan mahasiswa menggelar demonstrasi di Jakarta. Polisi mengerahkan 3.728 personel untuk mengamankan aksi di tengah upaya menjaga ketertiban dan kepercayaan...

Next Post
Reformasi Gagal, Mengapa Reformasi Jilid Dua Mulai Digelorakan?

Reformasi Gagal, Mengapa Sekarang Kembali Digelorakan?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id