Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Talk

Konflik Timur Tengah: Perang Fisik atau Benturan Energi?

April 9, 2026
in Talk
A A
Konflik Timur Tengah: Perang Fisik atau Benturan Energi?

Konflik Timur Tengah bukan sekadar perang. Ini emosi kolektif yang kehilangan arah. (Ilustrasi: Tabooo)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Konflik Timur Tengah kembali memanas. Iran melontarkan ancaman. Israel tetap melakukan operasi militer.

Namun di balik dinamika itu, ada perspektif yang jarang disentuh media arus utama. Perspektif yang tidak berbicara tentang strategi militer, tetapi tentang struktur energi dan kesadaran manusia.

Menurut KPA Hari Andri Winarso Wartonagoro, Komisaris Utama PT Tabooo Network Indonesia sekaligus Pakar Metafisika dan Spiritualis, konflik ini tidak bisa dipahami hanya dari sisi geopolitik.

“Kalau kita hanya melihat perang dari sisi fisik, kita hanya melihat permukaan. Padahal setiap konflik besar selalu punya lapisan energi yang lebih dalam,” ujarnya, Kamis (09/04/2026).

Konflik Tidak Dimulai dari Senjata

KPA Hari menjelaskan bahwa perang bukanlah titik awal, melainkan titik manifestasi. Ia melihat konflik sebagai “output” dari proses panjang yang tidak terlihat.

BacaJuga

Online Nyaman, Offline Terancam?

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

“Setiap manusia menyimpan emosi, takut, marah, trauma, bahkan dendam yang tidak selesai. Energi itu tidak hilang. Ia menumpuk dan membentuk pola,” lanjut pendiri Indonesian Center for Esoterics and Metaphysical Studies (ICEMS) itu.

Namun, energi tersebut tidak berhenti di level individu. Ia saling terhubung dan membentuk kesadaran kolektif.

“Ketika jutaan orang menyimpan frekuensi yang sama, maka ia akan mencari jalan untuk terekspresi. Dan salah satu bentuknya adalah konflik,” tambahnya.

Timur Tengah: Titik Akumulasi Energi Peradaban

Dalam pandangan KPA Hari, Timur Tengah bukan sekadar wilayah strategis. Ia adalah titik pertemuan sejarah, keyakinan, dan identitas manusia selama ribuan tahun.

“Di wilayah ini, bukan hanya tanah yang diperebutkan. Tapi makna, kepercayaan, dan identitas. Itu membuat energinya jauh lebih kompleks,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa konflik di kawasan ini tidak pernah benar-benar baru. Setiap konflik di Timur Tengah selalu membawa jejak masa lalu.

“Energi konflik itu diwariskan. Bukan hanya melalui sejarah, tapi juga melalui memori kolektif yang terus hidup di bawah sadar masyarakat,” jelas KPA Hari lebih lanjut.

Akibatnya, setiap konflik baru sering kali hanya mengulang pola lama dengan bentuk berbeda.

Gencatan Senjata Tidak Menyentuh Akar

Secara politik, gencatan senjata sering dianggap sebagai solusi. Namun menurut KPA Hari, pendekatan ini hanya menyentuh permukaan.

“Gencatan senjata itu menghentikan aksi, tapi tidak menyelesaikan frekuensi. Selama frekuensinya sama, konflik akan muncul lagi,” tegas kerabat Kraton Surakarta tersebut.

Ia melihat gencatan sebagai bentuk “pause”, bukan “resolution”.

“Banyak orang merasa damai sudah tercapai. Padahal sebenarnya hanya jeda. Dan jeda itu bisa berakhir kapan saja,” imbuhnya.

Ironisnya, dunia terus mengulang pola yang sama. Menyelesaikan konflik dari luar, tanpa menyentuh sumber di dalam.

Manusia Bukan Penonton

Lebih lanjut, KPA Hari juga menyoroti peran manusia global dalam konflik ini. Ia menolak anggapan bahwa masyarakat hanya menjadi penonton.

“Kita semua terlibat. Bukan secara fisik, tapi secara energi. Setiap reaksi emosional kita ikut memberi ‘bahan bakar’ pada konflik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsumsi berita tanpa kesadaran bisa memperkuat pola konflik.

“Ketika kamu marah, takut, atau benci saat melihat berita, kamu sebenarnya sedang memperkuat frekuensi yang sama dengan konflik itu,” katanya.

Namun, kebanyakan orang tidak menyadari hal ini. Mereka merasa hanya sekadar mengikuti informasi.

Dualitas yang Tidak Pernah Selesai

Dalam analisisnya, KPA Hari melihat akar konflik juga berasal dari cara manusia memandang dunia.

“Selama manusia masih terjebak dalam dualitas, benar dan salah, kami dan mereka, maka konflik akan terus berulang,” jelasnya.

Ia menilai bahwa pendekatan ini membuat manusia terus mencari pihak untuk dilawan. Bukan untuk dipahami.

“Selama kita butuh musuh untuk merasa benar, maka konflik tidak akan pernah benar-benar selesai,” tambahnya.

Pola Energi yang Terus Berulang

Konflik Timur Tengah bukan sekadar perang antar negara. Ini pola energi yang terus berulang karena tidak pernah diselesaikan. Sedangkan kita sibuk mencari siapa yang salah, tapi jarang bertanya kenapa pola ini terus terjadi.

Menurut KPA Hari, setiap emosi yang kamu rasakan saat melihat konflik bukan sekadar reaksi. Ia adalah kontribusi energi.

Kamu mungkin tidak berada di medan perang. Namun, kamu tetap menjadi bagian dari sistem yang membentuknya.

Dunia modern percaya bahwa semua masalah bisa diselesaikan dengan sistem. Sedangkan konflik manusia tidak selalu rasional. Ia emosional, historis, dan kolektif. Dan, selama manusia hanya memperbaiki “gejala”, akar konflik akan terus hidup.

Kalau perang dimulai dari kesadaran, maka pertanyaan yang sebenarnya bukan tentang mereka. Tapi tentang kita, kita benar-benar ingin damai… atau hanya ingin merasa benar? @tabooo

Tags: analisis konflikenergi kolektifeskalasi peranggencatan senjataGeopolitik Globaliran vs israelkesadaran kolektifkonflik lebanonkonflik Timur Tengahkrisis timur tengahmetafisika perangperang israel iranperspektif metafisikaresonansi konflikTabooo Talk

REKOMENDASI TABOOO

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

by Tabooo
April 11, 2026

Tabooo.id: Polling - Kita baca buku bukan cuma buat tahu. Kita baca buat ngerti realita yang sering kita hindari. Tapi jujur...

Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

Islamabad Jadi Titik Api Diplomasi: Damai atau Sekadar Taktik Tekanan?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Dunia kembali menahan napas. Di Islamabad, dua kekuatan besar yang baru saja saling serang selama enam minggu...

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

by Tabooo
April 10, 2026

Tabooo.id: Talk - Materialisme Tan Malaka adalah cara berpikir yang melihat realita berdasarkan materi dan sebab-akibat nyata, bukan kepercayaan atau asumsi....

Next Post
Nikah Percaya Sekilat Itu: Kenapa Mudah Yakin pada Orang yang Baru Kita Kenal?

Nikah Percaya Sekilat Itu: Kenapa Mudah Yakin pada Orang yang Baru Kita Kenal?

Recommended

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

Iran Tolak Gencatan Senjata: Ini Soal Damai atau Permainan Narasi Kekuatan?

April 7, 2026
“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

April 8, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

April 11, 2026

Makam Tan Malaka: Ingatan yang Sengaja Disembunyikan?

April 10, 2026

Bupati Tulungagung Kena OTT, Publik Kembali Kehilangan Kepercayaan

April 11, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.