Tabooo.id: Global – Ketegangan di Timur Tengah kembali naik. Iran dan Amerika Serikat masih menjalankan gencatan senjata, tetapi Israel terus menyerang Lebanon. Situasi ini langsung memicu respons keras dari Teheran.
Kondisi ini penting karena berpotensi membuka konflik baru di kawasan yang sudah lama panas.
Iran Tegaskan Sikap, Balasan Sudah Disiapkan
Pejabat senior Iran menegaskan negaranya siap bertindak. Ia menyebut Iran akan menghukum Israel atas serangan ke Lebanon.
“Gencatan senjata mencakup seluruh kawasan. Israel sering mengingkari janji dan hanya bisa dihentikan dengan kekuatan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Iran melihat serangan ke Lebanon sebagai ancaman langsung. Teheran tidak lagi membatasi konflik pada satu wilayah saja.
IRGC Tingkatkan Tekanan
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) langsung menaikkan tensi. Mereka memperingatkan akan memberi respons keras jika Israel tidak menghentikan serangan.
“Kami memperingatkan Amerika Serikat dan sekutunya. Jika agresi berlanjut, kami akan bertindak,” tulis IRGC.
Sumber militer Iran juga mengungkapkan rencana balasan sudah masuk tahap persiapan. Pernyataan ini memperjelas bahwa Iran tidak sekadar menggertak.
Lebanon Jadi Medan Panas
Hizbullah mulai melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel. Aksi ini mempercepat eskalasi di lapangan.
Israel menolak memasukkan Lebanon dalam kesepakatan gencatan senjata. Sikap ini berseberangan dengan Iran dan Pakistan sebagai mediator yang justru mengakui cakupan kawasan tersebut.
Perbedaan tafsir ini memperbesar risiko benturan langsung.
Risiko Konflik Meluas
Timur Tengah kini berada di titik rawan. Satu pihak berbicara damai, pihak lain terus menunjukkan kekuatan.
Masalah utama bukan hanya soal militer, tetapi soal kepercayaan yang terus menurun.
Jika Iran benar-benar melancarkan serangan, konflik bisa melebar ke berbagai wilayah. Dampaknya bisa menjalar ke ekonomi global dan stabilitas politik internasional.
Kalau gencatan saja tidak dipatuhi, siapa yang benar-benar mengendalikan situasi? @dimas







