Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gencatan Senjata 2 Pekan: Damai atau Sekadar Tarik Napas AS-Iran?

by dimas
April 8, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Dua minggu terdengar singkat. Tapi dalam konflik bersenjata, itu bisa jadi penentu hidup dan mati. Iran dan Amerika Serikat sepakat menahan serangan. Bukan berdamai, tapi sekadar jeda.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi gencatan senjata selama dua pekan, Rabu (8/4/2026). Namun, mereka langsung memberi sinyal tegas perang belum berakhir.

“Tangan kami tetap berada di pelatuk. Kesalahan sekecil apa pun akan dibalas dengan kekuatan penuh,” tegas pernyataan resmi mereka.

Syarat Kunci: Selat Hormuz Jadi Penentu

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump lebih dulu mengumumkan kesepakatan ini lewat platform Truth Social, Selasa (7/4/2026) waktu setempat. Ia menyebut keputusan itu diambil setelah diskusi intensif, termasuk dengan Pakistan sebagai mediator.

Namun, ada syarat mutlak.

Trump menegaskan bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera. Jalur ini bukan sekadar laut biasa. Ini adalah urat nadi distribusi energi dunia.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

“Saya setuju menangguhkan pengeboman selama dua minggu, Dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz sepenuhnya.” tulis Trump.

Artinya jelas gencatan senjata ini bukan tanpa harga.

Dari Ancaman ke Negosiasi

Menariknya, langkah ini datang setelah Trump sempat mengancam akan “meratakan Iran” jika Teheran tak membuka jalur tersebut. Tenggat bahkan sempat ditetapkan hingga Rabu (8/4/2026) pagi WIB.

Namun, arah berubah cepat. Iran disebut telah mengirimkan proposal 10 poin kepada AS dan Israel. Meski belum dibuka ke publik, Trump mengklaim sebagian besar poin sudah menemukan titik temu.

“Periode dua minggu ini memberi ruang untuk menyempurnakan kesepakatan,” ujar Trump.

Media Iran: Trump Mundur?

Respons dari dalam Iran justru tak kalah tajam. Media pemerintah menyebut langkah Trump sebagai bentuk mundur dari retorika kerasnya sendiri.

Salah satu media bahkan menulis bahwa AS menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang. Sementara Tasnim News Agency, yang dekat dengan Garda Revolusi Iran, menyebut kesepakatan ini sebagai peluang finalisasi negosiasi.

Narasi yang muncul jelas masing-masing pihak mengklaim kemenangan.

Dunia Menahan Napas

Gencatan senjata ini mungkin menurunkan tensi sesaat. Tapi risiko tetap tinggi. Selat Hormuz masih jadi titik rawan. Kepercayaan antar pihak juga belum pulih.

Dua minggu ke depan bukan sekadar waktu jeda. Ini adalah ujian apakah dunia menuju damai, atau justru hanya menunda ledakan yang lebih besar?

Karena pada akhirnya, satu kesalahan kecil bisa menghapus seluruh kesepakatan.

Lalu, kalau semua masih siap menarik pelatuk, ini benar-benar damai atau cuma jeda sebelum perang berikutnya? @dimas

Tags: ASDonald TrumpDuniagencatan senjataGeopolitikGlobalInternasionalKonflik DuniamemanasPerang IranPolitik IndonesiaSelat Hormuz

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Demokrasi Kita Masih Milik Rakyat atau Sudah Jadi Milik Figur?

Demokrasi Kita Masih Milik Rakyat atau Sudah Jadi Milik Figur?

by dimas
Mei 24, 2026

Demokrasi tetap hidup, tetapi kekuasaan semakin berpusat pada figur. Lalu, siapa sebenarnya yang mengendalikan negara? Tabooo.id - Demokrasi modern lahir...

Next Post
“Tunggu Saja”: Isyarat Reshuffle yang Bikin Kabinet Tak Tenang

“Tunggu Saja”: Isyarat Reshuffle yang Bikin Kabinet Tak Tenang

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id