Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gencatan Senjata 2 Pekan: Damai atau Sekadar Tarik Napas AS-Iran?

by dimas
April 8, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Dua minggu terdengar singkat. Tapi dalam konflik bersenjata, itu bisa jadi penentu hidup dan mati. Iran dan Amerika Serikat sepakat menahan serangan. Bukan berdamai, tapi sekadar jeda.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi gencatan senjata selama dua pekan, Rabu (8/4/2026). Namun, mereka langsung memberi sinyal tegas perang belum berakhir.

“Tangan kami tetap berada di pelatuk. Kesalahan sekecil apa pun akan dibalas dengan kekuatan penuh,” tegas pernyataan resmi mereka.

Syarat Kunci: Selat Hormuz Jadi Penentu

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump lebih dulu mengumumkan kesepakatan ini lewat platform Truth Social, Selasa (7/4/2026) waktu setempat. Ia menyebut keputusan itu diambil setelah diskusi intensif, termasuk dengan Pakistan sebagai mediator.

Namun, ada syarat mutlak.

Trump menegaskan bahwa Iran harus membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera. Jalur ini bukan sekadar laut biasa. Ini adalah urat nadi distribusi energi dunia.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

“Saya setuju menangguhkan pengeboman selama dua minggu, Dengan syarat Iran membuka Selat Hormuz sepenuhnya.” tulis Trump.

Artinya jelas gencatan senjata ini bukan tanpa harga.

Dari Ancaman ke Negosiasi

Menariknya, langkah ini datang setelah Trump sempat mengancam akan “meratakan Iran” jika Teheran tak membuka jalur tersebut. Tenggat bahkan sempat ditetapkan hingga Rabu (8/4/2026) pagi WIB.

Namun, arah berubah cepat. Iran disebut telah mengirimkan proposal 10 poin kepada AS dan Israel. Meski belum dibuka ke publik, Trump mengklaim sebagian besar poin sudah menemukan titik temu.

“Periode dua minggu ini memberi ruang untuk menyempurnakan kesepakatan,” ujar Trump.

Media Iran: Trump Mundur?

Respons dari dalam Iran justru tak kalah tajam. Media pemerintah menyebut langkah Trump sebagai bentuk mundur dari retorika kerasnya sendiri.

Salah satu media bahkan menulis bahwa AS menerima syarat Iran untuk mengakhiri perang. Sementara Tasnim News Agency, yang dekat dengan Garda Revolusi Iran, menyebut kesepakatan ini sebagai peluang finalisasi negosiasi.

Narasi yang muncul jelas masing-masing pihak mengklaim kemenangan.

Dunia Menahan Napas

Gencatan senjata ini mungkin menurunkan tensi sesaat. Tapi risiko tetap tinggi. Selat Hormuz masih jadi titik rawan. Kepercayaan antar pihak juga belum pulih.

Dua minggu ke depan bukan sekadar waktu jeda. Ini adalah ujian apakah dunia menuju damai, atau justru hanya menunda ledakan yang lebih besar?

Karena pada akhirnya, satu kesalahan kecil bisa menghapus seluruh kesepakatan.

Lalu, kalau semua masih siap menarik pelatuk, ini benar-benar damai atau cuma jeda sebelum perang berikutnya? @dimas

Tags: ASDonald TrumpDuniagencatan senjataGeopolitikGlobalInternasionalKonflik DuniamemanasPerang IranPolitik IndonesiaSelat Hormuz

Kamu Melewatkan Ini

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

by Tabooo
Juli 18, 2026

D.N. Aidit tumbuh dalam keluarga Muslim terpandang di Belitung. Perjalanannya membawanya dari surau, gerakan pemuda, hingga puncak kepemimpinan PKI dan...

Kipas Anginnya Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

Kipas Angin Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

by teguh
Juli 17, 2026

Di era media sosial, satu tangkapan layar bisa memicu kegaduhan nasional sebelum pemerintah sempat membuka konferensi pers. Itulah yang terjadi...

Legislator dan Hukum yang Kehilangan Wajah Manusia

Legislator dan Hukum yang Kehilangan Wajah Manusia

by dimas
Juli 13, 2026

Legislator tidak cukup menjadi pembuat norma. Hukum membutuhkan arsitek kemanusiaan agar setiap undang-undang benar-benar melindungi rakyat, bukan sekadar melayani kekuasaan....

Next Post
“Tunggu Saja”: Isyarat Reshuffle yang Bikin Kabinet Tak Tenang

“Tunggu Saja”: Isyarat Reshuffle yang Bikin Kabinet Tak Tenang

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id