Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

by dimas
Mei 25, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter
Jemaah haji Indonesia mulai bergerak menuju Arafah di tengah kepadatan jutaan manusia menjelang puncak ibadah haji 2026.

Tabooo.id: Reality – Fajar belum sepenuhnya muncul ketika koper-koper mulai bergeser keluar hotel di kawasan Syisyah-Raudhah, Mekkah. Ribuan jemaah Indonesia berdiri di lobi dengan wajah lelah, mata berkaca, dan tas kecil yang terus mereka genggam erat.

Mereka tidak sedang menjalani perjalanan biasa. Mereka bergerak menuju Arafah, tempat yang menjadi inti dari seluruh rangkaian ibadah haji.

Senin (25/5/2026), petugas memberangkatkan jemaah haji Indonesia ke Arafah dalam tiga gelombang besar, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu setempat. Dari hotel-hotel di Mekkah, bus terus melaju membawa lautan manusia menuju padang tandus yang setiap tahun menampung jutaan doa.

Namun perjalanan itu tidak hanya menghadirkan kekhusyukan. Kemacetan panjang, suhu ekstrem, keterlambatan bus, dan kepadatan massa ikut mengiringi langkah para jemaah.

Di titik inilah Armuzna Arafah, Muzdalifah, dan Mina menjadi ujian terbesar penyelenggaraan haji.

Ini Belum Selesai

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Saat Idul Adha 2026 Jadi Momentum Persatuan Umat Muslim

Menunggu Bus di Tengah Panas Gurun

Sejak pagi, sebagian jemaah sudah duduk di depan hotel sebelum jadwal keberangkatan dimulai. Salah satunya Mbah Marsiyah, jemaah haji tertua asal Indonesia yang kini berusia 104 tahun.

Ia duduk tenang di depan Hotel Luluat Al-Sharq Al-Awsat bersama putrinya, Muidah. Meski usia telah melewati satu abad, Mbah Marsiyah tetap terlihat ceria.

“Saya tadi makan sop ayam, tapi tidak habis karena sudah kenyang,” ujarnya pelan.

Akan tetapi, suasana haru itu sempat berubah menjadi kegelisahan. Bus yang seharusnya datang pagi hari baru tiba beberapa jam kemudian. Akibatnya, para jemaah harus menunggu lebih lama di tengah suhu gurun yang mulai menyengat.

Sementara itu, ribuan kendaraan pengangkut jemaah memenuhi jalan menuju Arafah. Aparat keamanan juga memeriksa dokumen jemaah di sejumlah titik. Karena itulah, arus kendaraan bergerak sangat lambat.

Meski begitu, sebagian jemaah akhirnya berhasil tiba di Arafah sebelum tengah hari.

Muhtarom (56), jemaah asal Solo, mengatakan bahwa rombongannya menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Mekkah menuju Arafah.

“Kami langsung duduk dan istirahat setelah dapat tempat tidur di tenda,” katanya.

Selain beristirahat, para jemaah mulai mempersiapkan diri untuk menjalani wukuf pada Selasa (26/5/2026). Sebagian membaca doa. Sebagian lain memilih berzikir sambil memandangi hamparan tenda putih yang berdiri di tengah gurun.

Wukuf Jadi Penentu Sahnya Haji

Wukuf di Arafah bukan sekadar ritual simbolik. Dalam ibadah haji, wukuf menjadi rukun utama yang menentukan sah atau tidaknya haji seseorang.

Karena itu, seluruh petugas fokus memastikan semua jemaah tiba tepat waktu di Arafah.

Amirul Hajj sekaligus Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, meminta seluruh petugas bekerja disiplin selama fase Armuzna berlangsung.

“Tenda harus jelas. Nomor kloter harus terbaca. Jangan biarkan jemaah mencari tenda saat kondisi lelah dan padat,” ujarnya di Mekkah.

Selain itu, Irfan mengingatkan bahwa fase Muzdalifah dan Mina jauh lebih rumit. Pergerakan jutaan orang pada malam hari membuat risiko kekacauan semakin besar.

Karena itu, petugas harus memahami jalur pergerakan jemaah, titik kumpul, hingga arah keberangkatan menuju Mina.

“Petugas harus tahu posisi jemaah dan bagaimana mengarahkannya,” kata Irfan.

Lansia dan Jemaah Sakit Jadi Prioritas

Cuaca panas dan kepadatan massa membuat jemaah lansia serta kelompok berisiko tinggi membutuhkan perhatian khusus tahun ini.

PPIH mencatat sebanyak 345 calon jemaah batal berangkat karena kondisi kesehatan mereka tidak memenuhi syarat istitaah. Selain itu, hingga Senin siang, data PPIH menunjukkan sebanyak 86 jemaah Indonesia meninggal dunia.

Karena itu, petugas menyiapkan safari wukuf bagi jemaah lansia dan sakit. Program tersebut memungkinkan para jemaah menjalani wukuf dari dalam bus tanpa harus turun ke area Arafah.

Tahun ini, sebanyak 275 jemaah lansia mengikuti program safari wukuf.

Petugas lebih dulu mengumpulkan mereka di hotel transit sebelum memberangkatkan rombongan menuju Arafah menggunakan 18 bus khusus. Di dalam bus, pembimbing ibadah tetap memimpin khutbah dan doa wukuf.

Meski sederhana, suasana di dalam bus tetap terasa emosional.

Di tengah tubuh yang semakin lemah, para lansia tetap berusaha menyempurnakan ibadah yang mungkin telah mereka tunggu sepanjang hidup.

Haji dan Kerentanan Manusia

Haji selalu memperlihatkan dua sisi sekaligus: spiritualitas dan kerentanan manusia.

Di satu sisi, jutaan orang datang untuk memohon ampunan dan mencari ketenangan batin. Namun di sisi lain, mereka harus menghadapi panas gurun, kelelahan, antrean panjang, dan risiko kesehatan.

Ironisnya, di era teknologi modern, manusia tetap tidak mampu sepenuhnya mengendalikan situasi ketika jutaan orang bergerak dalam waktu bersamaan.

Karena itulah perjalanan menuju Arafah terasa lebih dari sekadar perpindahan lokasi.

Perjalanan ini memaksa manusia berhenti sejenak dari kesibukan dunia. Jabatan, kekayaan, dan status sosial perlahan kehilangan arti ketika semua orang mengenakan pakaian ihram yang sama.

Pada akhirnya, Arafah bukan hanya tentang padang pasir dan tenda putih. Arafah menjadi tempat manusia menyadari betapa kecil dirinya di hadapan Tuhan.

Dan mungkin, di tengah dunia yang semakin sibuk mengejar citra dan validasi, kesadaran seperti itu justru menjadi hal paling langka hari ini.di hadapan Tuhan? @dimas

Tags: ArafahArmuznaIbadah Haji 2026Jemaah Haji IndonesiaWukuf

Kamu Melewatkan Ini

No Content Available
Next Post
01.30 WIB di Malioboro: Anak Muda Mencari Jeda di Kota yang Tidak Pernah Istirahat

01.30 WIB di Malioboro: Anak Muda Mencari Jeda di Kota yang Tidak Pernah Istirahat

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id