Tabooo: Regional – Video berdurasi 30 detik itu langsung menyebar luas. Dalam rekaman tersebut, dua pria saling menyerang sambil membawa parang. Mereka tidak menjaga jarak. Mereka juga tidak ragu.
Kejadian itu berlangsung di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Selasa (7/4/2026). Awalnya, kedua pria terlihat saling mendekat. Namun, situasi cepat berubah menjadi brutal.
Salah satu pria yang mengenakan kaus putih-hitam akhirnya tersungkur. Setelah itu, pria berpakaian hitam dengan penutup kepala terus membacoknya tanpa jeda.
Akibatnya, korban tidak mampu melawan.
Sementara itu, warga yang berada di sekitar lokasi langsung panik. Sebagian warga berusaha melerai. Di sisi lain, beberapa orang langsung memberikan pertolongan kepada korban.
Polisi Langsung Bergerak
Setelah kejadian itu viral, pihak kepolisian segera turun tangan. Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Derry Eko Setiawan, memastikan timnya sudah bergerak cepat.
“Kami telah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono.
Selain itu, polisi juga langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengumpulkan data, memeriksa saksi, dan menyusun kronologi.
Namun hingga kini, pelaku masih belum tertangkap.
Di sisi lain, korban berinisial U kini menjalani perawatan medis akibat luka bacok.
Motif: Persoalan Pribadi yang Meledak
Polisi menduga konflik ini berawal dari persoalan pribadi. Meski begitu, penyelidikan masih berlangsung.
“Motif awal diduga karena persoalan pribadi, namun masih kami dalami,” kata AKP Derry.
Namun, di titik ini muncul pertanyaan penting.
Kalau masalahnya personal, kenapa harus diselesaikan dengan kekerasan di ruang publik?
Bukan Sekadar Dua Orang Bertikai
Sekilas, ini terlihat seperti konflik biasa. Tapi sebenarnya, dampaknya jauh lebih luas.
Pertama, kejadian ini langsung menciptakan kepanikan warga.
Kedua, video viral mempercepat penyebaran rasa takut.
Dan yang paling penting, kejadian seperti ini perlahan membentuk pola.
Artinya, kekerasan mulai terlihat sebagai “opsi”.
Dampaknya Buat Kamu
Mungkin kamu tidak berada di lokasi. Namun, kejadian ini tetap relevan.
Karena ruang publik adalah milik bersama. Ketika kekerasan bisa terjadi di siang hari, rasa aman ikut runtuh.
Selain itu, kasus seperti ini juga menunjukkan satu hal: konflik kecil bisa berubah menjadi tragedi besar jika tidak dikendalikan.
Imbauan Polisi dan Pertanyaan Terakhir
Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing emosi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kepada aparat,” ujar AKP Derry.
Saat ini, polisi masih memburu pelaku. Proses hukum pun terus berjalan.
Namun, pertanyaan besarnya tetap sama:
kalau konflik pribadi saja bisa berujung parang, seberapa aman ruang publik kita hari ini? @jeje







