Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Peluru Tank Israel Tewaskan Prajurit TNI: Salah Sasaran atau Kesengajaan?

by dimas
April 8, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Misi perdamaian seharusnya melindungi. Namun di Lebanon, justru nyawa melayang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini mengungkap fakta awal yang memicu pertanyaan besar seberapa aman pasukan penjaga perdamaian?

PBB menyebut peluru tank Merkava milik Israel menewaskan Kopral Dua (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Tim investigasi menemukan bukti itu langsung di lokasi ledakan.

Arah Tembakan Teridentifikasi

Pusat Informasi PBB (UNIC) Jakarta merilis pernyataan pada Rabu (8/4/2026). Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric menyampaikan hasil analisis awal dari New York.

“Analisis lokasi dampak dan fragmen proyektil menunjukkan peluru kaliber 120 milimeter berasal dari tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel yang menembak dari arah timur,” ujar Dujarric.

PBB sebelumnya sudah mengirim koordinat lengkap posisi UNIFIL kepada militer Israel pada 6 dan 22 Maret. Tujuannya jelas mencegah salah sasaran.

Ini Belum Selesai

Dari Muzdalifah ke Mina: Jutaan Langkah Menuju Lempar Jumrah

Krisis Juleha: Ketika Semua Daging Kurban Harus Cepat Selesai

Namun, tembakan tetap terjadi.

Serangan Beruntun Hantam Kontingen RI

Insiden ini tidak berdiri sendiri. Rangkaian serangan terjadi dalam waktu berdekatan.

Pada 30 Maret, ledakan lain menewaskan prajurit TNI. PBB menduga kelompok Hizbullah memasang IED di lokasi tersebut.

“Karakter ledakan dan konteks kejadian mengarah pada IED yang kemungkinan dipasang Hizbullah,” kata Dujarric.

Sehari kemudian, kendaraan Kontingen Garuda melintas dan menyentuh kawat pemicu ranjau darat. Ledakan langsung terjadi.

Insiden itu menewaskan:

  1. Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar
  2. Sersan Kepala (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan

Dua prajurit lain mengalami luka.

Serangan belum berhenti. Ledakan kembali mengguncang fasilitas UNIFIL di El-Adeisse dan melukai tiga anggota TNI.

Indonesia Desak Investigasi Terbuka

Indonesia langsung bereaksi. Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, meminta penyelidikan menyeluruh dan transparan.

“Kami menuntut penyelidikan langsung oleh PBB, bukan sekadar penjelasan dari Israel,” tegasnya.

Ia juga menilai serangan berulang Israel ke wilayah Lebanon mengancam stabilitas global. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi masuk kategori kejahatan perang dalam hukum internasional.

Misi Damai di Zona yang Tak Lagi Aman

Situasi di lapangan semakin kompleks. Militer Israel bahkan sempat memblokade konvoi logistik UNIFIL dan menahan satu penjaga perdamaian.

Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menilai tindakan itu melanggar hukum internasional secara terang-terangan.

Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa rangkaian insiden ini menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap pasukan perdamaian.

Di saat yang sama, operasi militer Israel di Lebanon selatan terus berlangsung dan memperbesar risiko bagi personel PBB.

Investigasi Berjalan, Risiko Tetap Nyata

PBB masih melanjutkan investigasi penuh untuk mengungkap seluruh fakta. Mereka melibatkan berbagai pihak agar bisa memahami konteks kejadian secara utuh.

Namun satu hal sudah terlihat jelas pasukan yang datang membawa misi damai justru berdiri di garis paling berbahaya.

Kalau penjaga perdamaian saja bisa menjadi target, lalu siapa yang benar-benar aman di tengah konflik ini? @dimas

Tags: GlobalIsraelKonflik DuniaKrisis GlobalLebanonPBBTimur TengahTNI

Kamu Melewatkan Ini

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

by teguh
Mei 25, 2026

Kalau tentara mulai patroli jalanan, pertanyaannya bukan lagi siapa takut begal. Pertanyaannya berubah seberapa genting kondisi Jakarta sekarang? Tabooo.id: Kodam...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Next Post
Kemenangan Sonalia Safitri: Pola Orang yang Serius Mempersiapkan Diri

Kemenangan Sonalia Safitri: Pola Orang yang Serius Mempersiapkan Diri

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Garebeg Besar Karaton Surakarta: Simbol Budaya dan Harapan

Garebeg Besar Karaton Surakarta: Simbol Budaya dan Harapan

Mei 27, 2026

Dewan Pers Soroti Dugaan Penculikan Wartawan Indonesia oleh Tentara Israel

Mei 19, 2026

Dari Muzdalifah ke Mina: Jutaan Langkah Menuju Lempar Jumrah

Mei 27, 2026

Krisis Juleha: Ketika Semua Daging Kurban Harus Cepat Selesai

Mei 27, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id