Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pembacokan di Solo dan Luka Sosial yang Lebih Dalam

by jeje
April 8, 2026
in Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo: Regional – Video berdurasi 30 detik itu langsung menyebar luas. Dalam rekaman tersebut, dua pria saling menyerang sambil membawa parang. Mereka tidak menjaga jarak. Mereka juga tidak ragu.

Kejadian itu berlangsung di kawasan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Selasa (7/4/2026). Awalnya, kedua pria terlihat saling mendekat. Namun, situasi cepat berubah menjadi brutal.

Salah satu pria yang mengenakan kaus putih-hitam akhirnya tersungkur. Setelah itu, pria berpakaian hitam dengan penutup kepala terus membacoknya tanpa jeda.

Akibatnya, korban tidak mampu melawan.

Sementara itu, warga yang berada di sekitar lokasi langsung panik. Sebagian warga berusaha melerai. Di sisi lain, beberapa orang langsung memberikan pertolongan kepada korban.

Ini Belum Selesai

Garebeg Besar Karaton Surakarta: Simbol Budaya dan Harapan

Karhutla Tak Hanya Membakar Hutan, Tapi Juga Kehidupan Warga Desa

Polisi Langsung Bergerak

Setelah kejadian itu viral, pihak kepolisian segera turun tangan. Kasat Reskrim Polresta Solo, AKP Derry Eko Setiawan, memastikan timnya sudah bergerak cepat.

“Kami telah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono.

Selain itu, polisi juga langsung mendatangi lokasi kejadian. Mereka mengumpulkan data, memeriksa saksi, dan menyusun kronologi.

Namun hingga kini, pelaku masih belum tertangkap.

Di sisi lain, korban berinisial U kini menjalani perawatan medis akibat luka bacok.

Motif: Persoalan Pribadi yang Meledak

Polisi menduga konflik ini berawal dari persoalan pribadi. Meski begitu, penyelidikan masih berlangsung.

“Motif awal diduga karena persoalan pribadi, namun masih kami dalami,” kata AKP Derry.

Namun, di titik ini muncul pertanyaan penting.
Kalau masalahnya personal, kenapa harus diselesaikan dengan kekerasan di ruang publik?

Bukan Sekadar Dua Orang Bertikai

Sekilas, ini terlihat seperti konflik biasa. Tapi sebenarnya, dampaknya jauh lebih luas.

Pertama, kejadian ini langsung menciptakan kepanikan warga.
Kedua, video viral mempercepat penyebaran rasa takut.
Dan yang paling penting, kejadian seperti ini perlahan membentuk pola.

Artinya, kekerasan mulai terlihat sebagai “opsi”.

Dampaknya Buat Kamu

Mungkin kamu tidak berada di lokasi. Namun, kejadian ini tetap relevan.

Karena ruang publik adalah milik bersama. Ketika kekerasan bisa terjadi di siang hari, rasa aman ikut runtuh.

Selain itu, kasus seperti ini juga menunjukkan satu hal: konflik kecil bisa berubah menjadi tragedi besar jika tidak dikendalikan.

Imbauan Polisi dan Pertanyaan Terakhir

Polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing emosi.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kepada aparat,” ujar AKP Derry.

Saat ini, polisi masih memburu pelaku. Proses hukum pun terus berjalan.

Namun, pertanyaan besarnya tetap sama:
kalau konflik pribadi saja bisa berujung parang, seberapa aman ruang publik kita hari ini? @jeje

Tags: KriminalNasionalPolisiSoloTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

Surakarta dan Keistimewaannya: Luka yang Belum Usai

by Tabooo
Mei 25, 2026

Surakarta pernah memiliki dasar hukum sebagai daerah istimewa. Namun gejolak politik, konflik elite, dan keputusan pusat membuat status itu membeku...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

Next Post
Bendera Setengah Tiang di Beirut, Dunia Menunduk untuk Tiga Prajurit TNI

Peluru Tank Israel Tewaskan Prajurit TNI: Salah Sasaran atau Kesengajaan?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Garebeg Besar Karaton Surakarta: Simbol Budaya dan Harapan

Garebeg Besar Karaton Surakarta: Simbol Budaya dan Harapan

Mei 27, 2026

Dewan Pers Soroti Dugaan Penculikan Wartawan Indonesia oleh Tentara Israel

Mei 19, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

Krisis Juleha: Ketika Semua Daging Kurban Harus Cepat Selesai

Mei 27, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id