Senin, April 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Demak Terendam Lagi: Kenapa Cerita Ini Tidak Pernah Selesai?

April 6, 2026
in News, Regional
A A
Demak Terendam Lagi: Kenapa Cerita Ini Tidak Pernah Selesai?

Warga membersihkan material tanah yang menimbun rumah usai banjir bandang akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak. (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Air datang tanpa aba-aba. Dalam waktu singkat, rumah yang berdiri puluhan tahun langsung hilang.
Akibatnya, warga Dukuh Solondoko tidak hanya menghadapi banjir, tetapi juga kehilangan tempat hidup.

Kronologi Kejadian

Banjir bandang menerjang Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat (3/4/2026). Sejak itu, air langsung masuk ke permukiman warga.

Total 28 rumah mengalami kerusakan. Bahkan, arus deras menyeret 12 rumah hingga hilang.

Saat meninjau lokasi pada Senin (6/4/2026), Bupati Demak Eisti’anah memaparkan data terbaru.

“12 rumah hilang, hanyut, kemudian 7 rusak berat, dan 9 ringan,” ujarnya.

Selain itu, ia memastikan pemerintah daerah langsung bergerak.

“Kami akan segera menindaklanjuti, insyaallah kemarin sudah dapat bantuan dari Bapak Gubernur,” tambahnya.

Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu

Pemerintah Kabupaten Demak menyiapkan bantuan berdasarkan tingkat kerusakan. Oleh karena itu, setiap warga akan menerima penanganan berbeda.

“Rumah hanyut, rusak berat dan ringan, kita akan memberikan stimulan. Kalau bisa membantu sampai berdiri, alhamdulillah,” kata Eisti’anah.

Saat ini, pemerintah tengah merumuskan skema bantuan. Bahkan, mereka menargetkan penyaluran bantuan berlangsung pekan ini.

Namun di sisi lain, warga tidak bisa menunggu terlalu lama.

Suara dari Lapangan

Siti Mualimah, warga setempat, menceritakan langsung detik-detik kejadian.

“Tanggulnya jebol, air tidak bisa ditahan, rumah kurang lebih 15,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi rumah warga.

“Hancur yang hilang kurang lebih empat, kalau masih ada atapnya ya masih ada beberapa,” katanya.

Dari cerita itu, terlihat jelas bahwa angka bukan sekadar data. Di baliknya, ada kehidupan yang runtuh.

Ini Bukan Kejadian Baru

Namun, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Sebaliknya, pola yang sama terus berulang.

Tanggul jebol, air meluap, rumah rusak, lalu bantuan datang. Setelah itu, semua perlahan dilupakan.

Pertanyaannya, sampai kapan siklus ini terus berjalan?

Ini bukan sekadar bencana alam. Justru, ini menunjukkan masalah yang belum selesai.

Dampaknya Buat Kita

Memang, kejadian ini terjadi di Demak. Namun, dampaknya bisa terasa lebih luas.

Jika sistem pencegahan lemah, maka wilayah lain berpotensi mengalami hal yang sama.
Artinya, risiko ini tidak berdiri sendiri.

Hari ini Solondoko. Besok bisa daerah lain.

Analisis Ringan

Pemerintah sudah bergerak cepat setelah kejadian. Namun, langkah pencegahan seharusnya berjalan lebih dulu.

RelatedPosts

Dolar Perkasa, Rupiah Melemah di Tengah Gejolak Global

El Nino Datang Lagi: Petani Terancam Gagal Panen?

Selama ini, penanganan sering muncul setelah bencana datang. Padahal, mitigasi seharusnya menjadi prioritas.

Jika pola ini terus dibiarkan, maka kerugian akan terus berulang.

Bantuan memang penting. Tetapi, pencegahan jauh lebih menentukan.

Penutup

Warga bisa membangun kembali rumah mereka. Namun, rasa aman tidak mudah kembali.

Selama tanggul hanya diperbaiki setelah jebol, risiko akan selalu ada.

Jadi, ini bukan sekadar soal banjir. Ini soal apakah kita benar-benar belajar, atau hanya menunggu kejadian berikutnya. @dimas

Tags: banjirBanjir BandangbencanademakDesa TrimulyoDukuh SolondokoEistianahJawa TengahJebolKecamatan GunturSungai TuntangTanggul

Recommended

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

April 4, 2026
Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

April 4, 2026

Popular News

  • Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Nyawa TNI Melayang, Israel Belum Akui Keterlibatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pernikahan Berujung Duka: Preman Bunuh Ayah Pengantin di Purwakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cantik di Mata Dunia, Rapuh di Tangan Sendiri: Dilema Taman Nasional Komodo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Iran Tak Sekadar Bertahan: Hormuz Kini Jadi Alat Tekan Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.