Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demak Terendam Lagi: Kenapa Cerita Ini Tidak Pernah Selesai?

by dimas
April 6, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Air datang tanpa aba-aba. Dalam waktu singkat, rumah yang berdiri puluhan tahun langsung hilang.
Akibatnya, warga Dukuh Solondoko tidak hanya menghadapi banjir, tetapi juga kehilangan tempat hidup.

Kronologi Kejadian

Banjir bandang menerjang Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat (3/4/2026). Sejak itu, air langsung masuk ke permukiman warga.

Total 28 rumah mengalami kerusakan. Bahkan, arus deras menyeret 12 rumah hingga hilang.

Saat meninjau lokasi pada Senin (6/4/2026), Bupati Demak Eisti’anah memaparkan data terbaru.

“12 rumah hilang, hanyut, kemudian 7 rusak berat, dan 9 ringan,” ujarnya.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Selain itu, ia memastikan pemerintah daerah langsung bergerak.

“Kami akan segera menindaklanjuti, insyaallah kemarin sudah dapat bantuan dari Bapak Gubernur,” tambahnya.

Bantuan Dijanjikan, Warga Menunggu

Pemerintah Kabupaten Demak menyiapkan bantuan berdasarkan tingkat kerusakan. Oleh karena itu, setiap warga akan menerima penanganan berbeda.

“Rumah hanyut, rusak berat dan ringan, kita akan memberikan stimulan. Kalau bisa membantu sampai berdiri, alhamdulillah,” kata Eisti’anah.

Saat ini, pemerintah tengah merumuskan skema bantuan. Bahkan, mereka menargetkan penyaluran bantuan berlangsung pekan ini.

Namun di sisi lain, warga tidak bisa menunggu terlalu lama.

Suara dari Lapangan

Siti Mualimah, warga setempat, menceritakan langsung detik-detik kejadian.

“Tanggulnya jebol, air tidak bisa ditahan, rumah kurang lebih 15,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kondisi rumah warga.

“Hancur yang hilang kurang lebih empat, kalau masih ada atapnya ya masih ada beberapa,” katanya.

Dari cerita itu, terlihat jelas bahwa angka bukan sekadar data. Di baliknya, ada kehidupan yang runtuh.

Ini Bukan Kejadian Baru

Namun, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Sebaliknya, pola yang sama terus berulang.

Tanggul jebol, air meluap, rumah rusak, lalu bantuan datang. Setelah itu, semua perlahan dilupakan.

Pertanyaannya, sampai kapan siklus ini terus berjalan?

Ini bukan sekadar bencana alam. Justru, ini menunjukkan masalah yang belum selesai.

Dampaknya Buat Kita

Memang, kejadian ini terjadi di Demak. Namun, dampaknya bisa terasa lebih luas.

Jika sistem pencegahan lemah, maka wilayah lain berpotensi mengalami hal yang sama.
Artinya, risiko ini tidak berdiri sendiri.

Hari ini Solondoko. Besok bisa daerah lain.

Analisis Ringan

Pemerintah sudah bergerak cepat setelah kejadian. Namun, langkah pencegahan seharusnya berjalan lebih dulu.

Selama ini, penanganan sering muncul setelah bencana datang. Padahal, mitigasi seharusnya menjadi prioritas.

Jika pola ini terus dibiarkan, maka kerugian akan terus berulang.

Bantuan memang penting. Tetapi, pencegahan jauh lebih menentukan.

Penutup

Warga bisa membangun kembali rumah mereka. Namun, rasa aman tidak mudah kembali.

Selama tanggul hanya diperbaiki setelah jebol, risiko akan selalu ada.

Jadi, ini bukan sekadar soal banjir. Ini soal apakah kita benar-benar belajar, atau hanya menunggu kejadian berikutnya. @dimas

Tags: banjirBanjir BandangbencanademakJawa Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Data 1,2 Juta Warga Miskin Jateng Dibobol, Keamanan Dipertanyakan

Data 1,2 Juta Warga Miskin Jateng Dibobol, Keamanan Dipertanyakan

by dimas
Juli 17, 2026

Data 1,2 juta warga miskin Jawa Tengah dibobol. Kasus ini memicu sorotan terhadap keamanan sistem digital pemerintah dan perlindungan data...

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

Kenapa Kota di Indonesia Makin Gampang Tenggelam?

by Waras
Mei 11, 2026

Dulu banjir datang setahun sekali. Sekarang, banyak kota di Indonesia terasa seperti tinggal menunggu giliran tenggelam. Hujan memang makin ekstrem....

Next Post
Panik atau Siap? Dampak Selat Hormuz bagi Ekonomi Indonesia

Iran Tak Sekadar Bertahan: Hormuz Kini Jadi Alat Tekan Global

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id