Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Tak Sekadar Bertahan: Hormuz Kini Jadi Alat Tekan Global

by dimas
April 6, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Selat Hormuz kini berubah jadi alat tekanan geopolitik. Iran tidak lagi sekadar menjaga jalur laut ini, mereka memanfaatkannya sebagai senjata ekonomi.

Wakil bidang komunikasi dan informasi Kantor Kepresidenan Iran, Mehdi Tabatabai, menegaskan bahwa negaranya akan membuka kembali selat itu jika pendapatan transit mampu menutup kerugian perang.

“Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali apabila sebagian dari pendapatan transit digunakan untuk mengganti semua kerusakan akibat perang,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan satu hal Iran mulai menghitung perang sebagai transaksi.

Perang Jadi Titik Balik

Konflik memanas sejak 28 Februari 2026. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran dan memicu eskalasi besar di kawasan.

Ini Belum Selesai

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Tabatabai tidak menahan kritiknya. Ia menyindir Presiden AS Donald Trump yang terus melontarkan pernyataan keras meski konflik sudah meluas.

Iran tidak hanya bertahan. Mereka merespons dengan strategi yang lebih terukur dan berdampak global.

“Selat Tak Akan Sama Lagi”

Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mempertegas posisi itu. Mereka menilai Selat Hormuz sudah memasuki fase baru.

“Selat Hormuz tidak akan pernah kembali ke keadaan semula, terutama bagi AS dan Israel,” tulis IRGC.

Pernyataan ini bukan sekadar ancaman. IRGC mengaku sudah menyiapkan tahap akhir operasional untuk membentuk “tatanan baru” di wilayah tersebut.

Iran jelas ingin mengubah aturan main, bukan sekadar bertahan.

Rencana Tarif dan Larangan Transit

Pemerintah Iran mulai merancang kebijakan konkret. Parlemen menyetujui rancangan undang-undang yang mengatur biaya transit kapal.

Rencana itu memuat beberapa poin penting:

  1. Kapal wajib membayar biaya transit dengan mata uang nasional Iran
  2. Iran melarang kapal AS dan Israel melintas
  3. Iran membatasi akses bagi negara yang ikut sanksi
  4. Pemerintah memperkuat kontrol atas keamanan dan kedaulatan laut

Langkah ini memperlihatkan ambisi Iran: menguasai jalur strategis sekaligus arus ekonomi global.

Lalu Lintas Anjlok, Dunia Ikut Tertekan

Meski ketegangan tinggi, aktivitas pelayaran belum berhenti total. Dalam 24 jam terakhir, 15 kapal berhasil melintasi Selat Hormuz setelah mengantongi izin dari Iran.

Namun, angka itu masih jauh dari kondisi normal.

Lalu lintas kapal turun lebih dari 90 persen dibandingkan sebelum perang. Jalur vital yang biasanya padat kini nyaris sepi.

Padahal, Selat Hormuz menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Dampaknya Buat Dunia (dan Kamu)

Ketika Selat Hormuz terganggu, efeknya langsung terasa secara global.

Harga minyak berpotensi naik. Biaya logistik ikut terdorong. Tekanan inflasi bisa merembet ke banyak negara, termasuk Indonesia.

Artinya sederhana: konflik di Timur Tengah bisa sampai ke dompet kamu.

Penutup: Siapa Bayar Harga Perang?

Iran kini tidak hanya melawan serangan. Mereka mengubah konflik menjadi alat tawar ekonomi dan politik.

Pertanyaannya, jika jalur laut dijadikan “alat bayar” kerugian perang, siapa yang akhirnya menanggung biaya terbesar?

Jawabannya mungkin bukan Iran. Tapi dunia. @dimas

Tags: Donald TrumpDuniaEkonomi IndonesiaGeopolitikGlobalIsraelKrisis GlobalminyakperangPerang IranSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

by dimas
Mei 22, 2026

Data ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, tetapi publik tetap merasa hidup semakin berat. Purbaya menilai media sosial ikut membentuk keresahan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Cantik di Mata Dunia, Rapuh di Tangan Sendiri: Dilema TN Komodo

Cantik di Mata Dunia, Rapuh di Tangan Sendiri: Dilema Taman Nasional Komodo

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id