Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Blok Masela Bergerak Setelah 28 Tahun. Yang Hilang Bukan Sekadar Waktu

by teguh
Juli 17, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter
Selama 28 tahun, Lapangan Abadi Blok Masela lebih sering menjadi bahan rapat daripada sumber energi. Sementara Indonesia sibuk memperdebatkan lokasi kilang LNG, negara lain justru mempercepat investasi, memperluas pasar, dan mengunci posisi mereka sebagai pemain utama energi dunia.

Tabooo.id – Kini proyek Blok Masela senilai hampir Rp390 triliun akhirnya memasuki tahap groundbreaking. Publik tentu patut menyambut kabar baik itu. Namun ada pertanyaan yang jauh lebih penting daripada seremoni mengapa proyek strategis sebesar ini baru bergerak setelah melewati enam presiden?.

Masalahnya bukan hanya soal keterlambatan pembangunan. Indonesia kehilangan kesempatan ketika dunia bergerak tanpa menunggu.

Ketika Politik Berjalan Lebih Cepat daripada Proyek

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut 16/07/2026 sebagai babak baru bagi proyek Lapangan Abadi Masela.

“Pada hari ini tepat pada tanggal 16/07/2026 kita menandai babak baru proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu. Sudah enam Presiden, Pak Prabowo Subianto lah yang bisa eksekusi hari ini,” kata Bahlil saat Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Kamis (16/07/2026).

Pernyataan itu memang menunjukkan keberhasilan pemerintah memulai proyek yang lama tertunda. Namun, di sisi lain, kalimat tersebut juga menjadi pengakuan bahwa Indonesia membutuhkan waktu hampir tiga dekade hanya untuk mencapai titik awal pembangunan.

Selama 28 tahun itu, pemerintah berganti, kebijakan berubah, dan investor menunggu kepastian. Padahal kontrak bagi hasil Blok Masela sudah ditandatangani sejak 1998.

Ini Belum Selesai

Canting Kuning: Ketika Batik Tulis Berjuang Melawan Zaman

Supersemar: Ketika Selembar Surat Mengubah Arah Republik

Tarik-Menarik Kepentingan Membuat Indonesia Kehilangan Momentum

Bahlil menjelaskan bahwa perdebatan pembangunan kilang LNG antara konsep offshore dan onshore menjadi salah satu penyebab utama keterlambatan proyek. Namun, persoalannya tidak sesederhana memilih lokasi kilang.

Perdebatan teknis berubah menjadi tarik-menarik kepentingan. Pergantian kebijakan memperpanjang proses. Birokrasi bergerak lebih lambat daripada kebutuhan investasi.

Akibatnya, proyek yang seharusnya menjadi motor pertumbuhan ekonomi justru berhenti di meja rapat. Ironisnya, pasar energi global tidak pernah menunggu.

Saat Indonesia masih berdiskusi, Australia memperbesar kapasitas LNG. Qatar memperluas pasar ekspor. Amerika Serikat memanfaatkan revolusi shale gas dan berubah menjadi salah satu eksportir LNG terbesar dunia.

Indonesia justru kehilangan posisi yang pernah dimilikinya sebagai salah satu pemain utama LNG Asia.

Yang Hilang Bukan Hanya Investasi

Nilai investasi Blok Masela mencapai US$20,95 miliar atau hampir Rp390 triliun. Namun angka itu bukan kerugian terbesar. Kerugian sesungguhnya datang dari peluang yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Selama proyek tertunda, Indonesia gagal mempercepat ekspor LNG, kehilangan potensi penerimaan negara, menunda penciptaan ribuan lapangan kerja, dan membiarkan industri pendukung berkembang lebih lambat.

Blok Masela sebenarnya memiliki cadangan gas sekitar 6,97 triliun kaki kubik (TCF). Proyek ini juga berpotensi memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa, serta 35 ribu barel kondensat setiap hari.

Seandainya proyek berjalan lebih cepat, manfaat ekonomi itu sudah lama mengalir ke negara dan masyarakat.

Investor Tidak Mencari Gas. Investor Mencari Kepastian

Di industri migas, besarnya cadangan energi memang penting. Namun investor selalu menempatkan kepastian regulasi sebagai pertimbangan utama.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, dalam berbagai kajian energi menegaskan bahwa kepastian regulasi menjadi faktor utama dalam menarik investasi migas jangka panjang. Ketidakpastian kebijakan akan meningkatkan risiko investasi dan membuat daya saing Indonesia melemah.

Hal senada juga berkali-kali disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa. Menurutnya, investasi energi hanya akan tumbuh apabila pemerintah mampu menjaga konsistensi kebijakan dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Artinya, semakin lama proyek tertunda, semakin mahal pula biaya yang harus dibayar. Bukan hanya oleh investor tetapi juga oleh negara.

Masela Bukan Sekadar Proyek Gas

Pemerintah memperkirakan proyek ini akan menyerap sekitar 10.000 tenaga kerja. Pembangunan juga mencakup pengeboran laut dalam, fasilitas subsea, FPSO, terminal LNG darat, hingga penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sebagai bagian dari transisi energi.

Semua itu membuka peluang besar bagi industri nasional. Namun peluang hanya akan menjadi angka apabila pemerintah kembali membiarkan proyek strategis tersandera birokrasi dan ketidakpastian.

Indonesia memiliki sumber daya energi yang besar. Yang sering kurang justru keberanian mengambil keputusan.

Yang Tertunda Bukan Proyeknya, Tapi Cara Negara Mengambil Keputusan

Groundbreaking Masela memang layak diapresiasi. Namun proyek ini juga menyisakan pelajaran penting.

Masela menunjukkan bahwa Indonesia tidak kekurangan gas, investor, atau teknologi. Indonesia terlalu sering kehilangan momentum karena proses pengambilan keputusan berjalan lebih lambat daripada perubahan dunia.

Di sektor energi, waktu bukan sekadar hitungan kalender, Waktu adalah uang, Waktu adalah daya saing. Dan waktu adalah posisi sebuah negara dalam peta ekonomi global.

Masela akhirnya bergerak Tetapi sejarah akan tetap mencatat satu pertanyaan yang belum terjawab Jika proyek ini bisa dimulai hari ini, mengapa Indonesia harus menunggu selama 28 tahun?. @teguh

Tags: Bahlil LahadaliaBlok MaselaEkonomi IndonesiaEnergi NasionalGroundbreakingInvestasi MigasInvestasi NasionalKedaulatan Energiketahanan energiLNG IndonesiaMigas IndonesiaPrabowo SubiantoProyek Strategis Nasional

Kamu Melewatkan Ini

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

by teguh
Juli 17, 2026

Indonesia akhirnya memulai pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela setelah menunggu hampir tiga dekade. Kabar itu memang layak disambut. Namun satu...

Gelombang PHK dan Memudarnya Rasa Aman Pekerja

Gelombang PHK dan Memudarnya Rasa Aman Pekerja

by dimas
Juli 17, 2026

Gelombang PHK yang kembali meningkat memicu memudarnya rasa aman pekerja. Di tengah sulitnya mencari kerja, ketidakpastian pasar tenaga kerja kian...

Klaim Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC, Benarkah?

Klaim Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC, Benarkah?

by eko
Juli 17, 2026

Video pidato Presiden Prabowo soal vaksin TBC viral dengan narasi Indonesia menjadi kelinci percobaan. Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut kehilangan...

Next Post
ASN Rajin Absen, Reformasi Birokrasi Jalan Terus, Mentalitasnya Seperti Lupa Ikut Berangkat.

ASN Rajin Absen, Reformasi Birokrasi Jalan Terus, Mentalitasnya Seperti Lupa Ikut Berangkat.

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id