Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Klaim Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin TBC, Benarkah?

by eko
Juli 17, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter
Video pidato Presiden Prabowo soal vaksin TBC viral dengan narasi Indonesia menjadi kelinci percobaan. Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut kehilangan konteks.

Tabooo.id – Sebuah video di Facebook mengklaim Presiden Prabowo Subianto menyetujui Indonesia menjadi “kelinci percobaan” dalam pengembangan vaksin Tuberkulosis (TBC). Video itu menampilkan potongan pidato Prabowo saat membahas dukungan Bill Gates terhadap pengembangan vaksin TBC. Banyak warganet kemudian menyimpulkan pemerintah menjadikan masyarakat sebagai objek eksperimen. Benarkah demikian? Tabooo menelusuri klaim tersebut melalui sumber resmi, keterangan ahli, dan dokumen pemerintah.

Narasi yang Beredar

Akun Facebook “زهرة الرائعة” mengunggah video tersebut pada 12 Juli 2026.

Video itu memperlihatkan Presiden Prabowo menjelaskan rencana uji klinis vaksin TBC yang dikembangkan untuk kebutuhan global. Pengunggah kemudian menambahkan narasi bahwa pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kelinci percobaan vaksin TBC.

Unggahan itu memicu perdebatan. Sebagian warganet menolak vaksin, sedangkan sebagian lainnya mendukung upaya pemerintah menekan angka kematian akibat TBC.

Apa yang Sebenarnya Diucapkan Prabowo?

Dikutip dari berbagai laman serta menelusuri asal video tersebut.

Ini Belum Selesai

Benarkah Pemerintah Berlakukan Pajak TV Mulai 2027?

Kemarau Meluas, Benarkah Indonesia Sudah Kekeringan?

Video itu berasal dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Bill Gates di Istana Merdeka, Jakarta, pada 7 Mei 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa Bill Gates mendukung pengembangan vaksin TBC yang akan digunakan secara global. Ia juga mengatakan Indonesia menjadi salah satu lokasi uji klinis karena memiliki jumlah kasus TBC yang tinggi.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah ingin menurunkan angka kematian akibat TBC yang mencapai hampir 100 ribu jiwa setiap tahun.

Prabowo tidak pernah mengatakan pemerintah menjadikan masyarakat Indonesia sebagai “kelinci percobaan”.

Potongan Video Mengubah Makna

Masalah utama dalam unggahan tersebut bukan terletak pada video, melainkan pada konteks yang dihilangkan.

Pengunggah hanya menampilkan sebagian pidato Presiden Prabowo. Mereka menghilangkan penjelasan mengenai tujuan uji klinis, proses penelitian, dan alasan Indonesia ikut dalam pengembangan vaksin.

Akibatnya, publik menangkap kesan bahwa pemerintah menjadikan masyarakat sebagai objek eksperimen. Padahal, konteks lengkap pidato menunjukkan pemerintah ingin mempercepat upaya penanggulangan TBC.

Uji Klinis Memiliki Standar Ilmiah

Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa vaksin M72 melewati proses penelitian yang panjang.

Para peneliti memulai riset di laboratorium, kemudian menguji vaksin pada hewan sebelum melanjutkan penelitian kepada manusia.

Mereka menjalankan uji klinis secara bertahap melalui fase 1, fase 2, dan fase 3.

Setiap fase memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari menguji keamanan, menentukan dosis, hingga memastikan efektivitas vaksin.

Komite etik, regulator kesehatan, dan lembaga internasional mengawasi seluruh proses tersebut.

Karena itu, istilah “kelinci percobaan” tidak menggambarkan mekanisme uji klinis yang sebenarnya.

Apa Kata Ahli?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus peneliti utama nasional vaksin TBC M72, Prof. Erlina Burhan, membantah klaim tersebut.

Menurutnya, penelitian vaksin mengikuti prosedur ilmiah yang ketat dan berlangsung selama bertahun-tahun.

Tim peneliti dari berbagai negara juga ikut mengawasi penelitian tersebut sehingga setiap tahapan harus memenuhi standar internasional.

Erlina menilai Indonesia justru memperoleh kesempatan penting untuk berkontribusi dalam pengembangan vaksin yang dapat menyelamatkan jutaan nyawa.

Pemerintah Beri Penjelasan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga membantah narasi yang menyebut masyarakat Indonesia menjadi kelinci percobaan.

Budi menjelaskan bahwa vaksin TBC telah melewati tahapan pengujian keamanan sebelum memasuki uji klinis fase 3.

Peneliti dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran memimpin penelitian tersebut di Indonesia.

Lebih dari dua ribu relawan mengikuti penelitian sesuai prosedur ilmiah dan pengawasan etik.

Menurut Budi, dunia telah membuktikan bahwa vaksin mampu menyelamatkan jutaan nyawa dari berbagai penyakit menular.

Mengapa Indonesia Menjadi Lokasi Uji Klinis?

Indonesia menghadapi salah satu beban kasus TBC terbesar di dunia.

Setiap tahun, penyakit tersebut merenggut lebih dari 100 ribu nyawa.

Karena kondisi itu, para peneliti memilih Indonesia sebagai salah satu lokasi uji klinis untuk mengukur efektivitas vaksin pada populasi yang memiliki risiko tinggi.

Pemilihan tersebut bertujuan mempercepat pengembangan vaksin, bukan menjadikan masyarakat sebagai objek eksperimen.

Missing Context

Dari penelusuran kami tidak menemukan bukti yang mendukung klaim bahwa Presiden Prabowo menyetujui Indonesia menjadi “kelinci percobaan” vaksin TBC.

Faktanya, Indonesia memang ikut dalam uji klinis fase 3 vaksin TBC M72. Namun, para peneliti menjalankan proses tersebut berdasarkan standar ilmiah internasional, pengawasan komite etik, dan regulasi kesehatan yang ketat.

Video viral hanya menampilkan sebagian pidato Presiden Prabowo sehingga menghilangkan konteks penting dan mengubah makna pernyataannya.

Kesimpulan

Klaim bahwa Presiden Prabowo menjadikan Indonesia sebagai “kelinci percobaan” vaksin TBC tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.

Indonesia mengikuti uji klinis vaksin M72 karena tingginya angka kasus TBC di dalam negeri. Para peneliti menjalankan seluruh tahapan penelitian sesuai standar ilmiah internasional dan pengawasan etik.

Status klaim: Missing Context (Konteks Hilang). @eko

Tags: Cek Faktahoaks vaksin TBCkemenkesPrabowo Subiantovaksin TBC

Kamu Melewatkan Ini

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

by teguh
Juli 17, 2026

Indonesia akhirnya memulai pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela setelah menunggu hampir tiga dekade. Kabar itu memang layak disambut. Namun satu...

kelinci percobaan

Ketika “Kelinci Percobaan” Menjadi Senjata Menakut-nakuti Publik

by eko
Juli 17, 2026

Istilah "kelinci percobaan" kerap digunakan dalam hoaks kesehatan untuk memicu ketakutan publik. Mengapa narasi ini efektif, dan bagaimana cara kerjanya...

Blok Masela Bergerak Setelah 28 Tahun. Yang Hilang Bukan Sekadar Waktu

Blok Masela Bergerak Setelah 28 Tahun. Yang Hilang Bukan Sekadar Waktu

by teguh
Juli 17, 2026

Selama 28 tahun, Lapangan Abadi Blok Masela lebih sering menjadi bahan rapat daripada sumber energi. Sementara Indonesia sibuk memperdebatkan lokasi...

Next Post
Agama, Candu dan Propaganda: Mengapa Marx Selalu Dibaca Setengah?

Agama, Candu dan Propaganda: Mengapa Marx Selalu Dibaca Setengah?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id