Video pidato Presiden Prabowo soal vaksin TBC viral dengan narasi Indonesia menjadi kelinci percobaan. Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut kehilangan konteks.
Tabooo.id – Sebuah video di Facebook mengklaim Presiden Prabowo Subianto menyetujui Indonesia menjadi “kelinci percobaan” dalam pengembangan vaksin Tuberkulosis (TBC). Video itu menampilkan potongan pidato Prabowo saat membahas dukungan Bill Gates terhadap pengembangan vaksin TBC. Banyak warganet kemudian menyimpulkan pemerintah menjadikan masyarakat sebagai objek eksperimen. Benarkah demikian? Tabooo menelusuri klaim tersebut melalui sumber resmi, keterangan ahli, dan dokumen pemerintah.
Narasi yang Beredar
Akun Facebook “زهرة الرائعة” mengunggah video tersebut pada 12 Juli 2026.
Video itu memperlihatkan Presiden Prabowo menjelaskan rencana uji klinis vaksin TBC yang dikembangkan untuk kebutuhan global. Pengunggah kemudian menambahkan narasi bahwa pemerintah menjadikan Indonesia sebagai kelinci percobaan vaksin TBC.
Unggahan itu memicu perdebatan. Sebagian warganet menolak vaksin, sedangkan sebagian lainnya mendukung upaya pemerintah menekan angka kematian akibat TBC.
Apa yang Sebenarnya Diucapkan Prabowo?
Dikutip dari berbagai laman serta menelusuri asal video tersebut.
Video itu berasal dari pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Bill Gates di Istana Merdeka, Jakarta, pada 7 Mei 2025.
Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa Bill Gates mendukung pengembangan vaksin TBC yang akan digunakan secara global. Ia juga mengatakan Indonesia menjadi salah satu lokasi uji klinis karena memiliki jumlah kasus TBC yang tinggi.
Prabowo menekankan bahwa pemerintah ingin menurunkan angka kematian akibat TBC yang mencapai hampir 100 ribu jiwa setiap tahun.
Prabowo tidak pernah mengatakan pemerintah menjadikan masyarakat Indonesia sebagai “kelinci percobaan”.
Potongan Video Mengubah Makna
Masalah utama dalam unggahan tersebut bukan terletak pada video, melainkan pada konteks yang dihilangkan.
Pengunggah hanya menampilkan sebagian pidato Presiden Prabowo. Mereka menghilangkan penjelasan mengenai tujuan uji klinis, proses penelitian, dan alasan Indonesia ikut dalam pengembangan vaksin.
Akibatnya, publik menangkap kesan bahwa pemerintah menjadikan masyarakat sebagai objek eksperimen. Padahal, konteks lengkap pidato menunjukkan pemerintah ingin mempercepat upaya penanggulangan TBC.
Uji Klinis Memiliki Standar Ilmiah
Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa vaksin M72 melewati proses penelitian yang panjang.
Para peneliti memulai riset di laboratorium, kemudian menguji vaksin pada hewan sebelum melanjutkan penelitian kepada manusia.
Mereka menjalankan uji klinis secara bertahap melalui fase 1, fase 2, dan fase 3.
Setiap fase memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari menguji keamanan, menentukan dosis, hingga memastikan efektivitas vaksin.
Komite etik, regulator kesehatan, dan lembaga internasional mengawasi seluruh proses tersebut.
Karena itu, istilah “kelinci percobaan” tidak menggambarkan mekanisme uji klinis yang sebenarnya.
Apa Kata Ahli?
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus peneliti utama nasional vaksin TBC M72, Prof. Erlina Burhan, membantah klaim tersebut.
Menurutnya, penelitian vaksin mengikuti prosedur ilmiah yang ketat dan berlangsung selama bertahun-tahun.
Tim peneliti dari berbagai negara juga ikut mengawasi penelitian tersebut sehingga setiap tahapan harus memenuhi standar internasional.
Erlina menilai Indonesia justru memperoleh kesempatan penting untuk berkontribusi dalam pengembangan vaksin yang dapat menyelamatkan jutaan nyawa.
Pemerintah Beri Penjelasan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga membantah narasi yang menyebut masyarakat Indonesia menjadi kelinci percobaan.
Budi menjelaskan bahwa vaksin TBC telah melewati tahapan pengujian keamanan sebelum memasuki uji klinis fase 3.
Peneliti dari Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran memimpin penelitian tersebut di Indonesia.
Lebih dari dua ribu relawan mengikuti penelitian sesuai prosedur ilmiah dan pengawasan etik.
Menurut Budi, dunia telah membuktikan bahwa vaksin mampu menyelamatkan jutaan nyawa dari berbagai penyakit menular.
Mengapa Indonesia Menjadi Lokasi Uji Klinis?
Indonesia menghadapi salah satu beban kasus TBC terbesar di dunia.
Setiap tahun, penyakit tersebut merenggut lebih dari 100 ribu nyawa.
Karena kondisi itu, para peneliti memilih Indonesia sebagai salah satu lokasi uji klinis untuk mengukur efektivitas vaksin pada populasi yang memiliki risiko tinggi.
Pemilihan tersebut bertujuan mempercepat pengembangan vaksin, bukan menjadikan masyarakat sebagai objek eksperimen.
Missing Context
Dari penelusuran kami tidak menemukan bukti yang mendukung klaim bahwa Presiden Prabowo menyetujui Indonesia menjadi “kelinci percobaan” vaksin TBC.
Faktanya, Indonesia memang ikut dalam uji klinis fase 3 vaksin TBC M72. Namun, para peneliti menjalankan proses tersebut berdasarkan standar ilmiah internasional, pengawasan komite etik, dan regulasi kesehatan yang ketat.
Video viral hanya menampilkan sebagian pidato Presiden Prabowo sehingga menghilangkan konteks penting dan mengubah makna pernyataannya.
Kesimpulan
Klaim bahwa Presiden Prabowo menjadikan Indonesia sebagai “kelinci percobaan” vaksin TBC tidak sesuai dengan konteks sebenarnya.
Indonesia mengikuti uji klinis vaksin M72 karena tingginya angka kasus TBC di dalam negeri. Para peneliti menjalankan seluruh tahapan penelitian sesuai standar ilmiah internasional dan pengawasan etik.
Status klaim: Missing Context (Konteks Hilang). @eko







