Senin, April 6, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Semeru Erupsi Lagi: Antara Imbauan, Ketakutan, dan Nasib Warga Lereng

April 4, 2026
in News, Regional
A A
Semeru Erupsi Lagi: Antara Imbauan, Ketakutan, dan Nasib Warga Lereng

Visual erupsi Gunung Semeru memuntahkan kolom abu setinggi 1.000 meter ke udara, Sabtu (4/4/2026) pagi. (Foto: PVMBG)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Sabtu (4/4/2026) pagi. Dalam rentang waktu sebelas jam, sejak pukul 00.00 hingga 11.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat meletus sembilan kali. Enam di antaranya terlihat jelas, memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter dari puncak kawah. Tiga letusan lainnya terjadi di balik kabut tebal yang menyelimuti puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto, mencatat salah satu erupsi signifikan terjadi pada pagi hari.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 4 April 2026 pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak,” tulisnya dalam laporan resmi.

Aktivitas Tinggi, Dampak Belum Terasa Tapi Ancaman Nyata

Meski aktivitas erupsi terbilang intens, hingga siang hari belum ada laporan dampak langsung yang diterima pemerintah daerah. Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, memastikan situasi masih terkendali setidaknya untuk saat ini.

“Laporan dampak sementara nihil, belum ada laporan yang masuk, tapi kalau arah anginnya ke barat sepertinya hujan abu terjadi di sekitar Pronojiwo,” ujar Isnugroho.

Namun, ketenangan ini bisa jadi hanya jeda singkat. Arah angin yang bergerak ke selatan membuka potensi hujan abu di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan sekitarnya. Artinya, warga di lereng tidak benar-benar aman mereka hanya belum terdampak secara langsung.

Status Siaga dan Ancaman Lahar yang Mengintai

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga. Status ini bukan sekadar label administratif; ia menjadi penanda bahwa potensi bahaya bisa datang kapan saja.

Isnugroho menegaskan, tingginya frekuensi letusan memperbesar risiko bencana lanjutan, terutama banjir lahar. Material vulkanik yang terus menumpuk di lereng gunung bisa tersapu hujan deras dan berubah menjadi aliran mematikan.

“Secara jumlah letusan memang masih tinggi, ini bisa memicu banjir lahar dengan membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung,” tegasnya.

Dengan kata lain, ancaman tidak hanya datang dari atas tetapi juga dari aliran sungai yang tampak tenang di bawah.

Wilayah Terlarang dan Warga di Garis Depan

BPBD mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat. Aktivitas dilarang total di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Bahkan di luar zona itu, warga tetap diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Awan panas guguran, lava pijar, hingga lahar dingin bisa meluncur tiba-tiba mengikuti alur sungai. Apalagi, hujan lebat masih kerap mengguyur kawasan Semeru dalam beberapa hari terakhir.

“Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,” pungkasnya.

Yang Paling Terdampak: Warga Lereng yang Selalu Bersiap

Di balik angka-angka erupsi dan status siaga, ada kelompok yang selalu berada di garis paling depan warga lereng Semeru. Mereka hidup berdampingan dengan ancaman yang tak pernah benar-benar pergi. Setiap letusan bukan hanya soal abu di udara, tapi juga soal keputusan cepat mengungsi atau bertahan.

RelatedPosts

KPK geledah rumah Kadis Kominfo Madiun: Siapa Lagi yang Terseret?

Tiga Nyawa TNI Melayang, Israel Belum Akui Keterlibatan

Bagi mereka, erupsi bukan peristiwa luar biasa. Ia sudah menjadi bagian dari rutinitas yang penuh risiko.

Dan seperti biasa, negara datang dengan imbauan dan radius bahaya. Sementara warga, lagi-lagi, diminta memahami bahwa tinggal di dekat gunung berarti hidup berdampingan dengan kemungkinan terburuk setiap hari. @dimas

Tags: AlambanjirbencanaBPBDDaruraterupsigunungHujan AbuIndonesiaLaharlerengLumajangMeletussemerusiagaWarga
Next Post
DPR Ikut Sidang, atau Lagi Ikut Main?

DPR Ikut Sidang, atau Lagi Ikut Main?

Recommended

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

Dukun Cabul di Magetan: Wajah Gelap ‘Pengobatan’ di Magetan

April 4, 2026
Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

Beasiswa Rp 898 Juta ke Inggris Dibuka: Kesempatan atau Ujian Mental?

April 4, 2026

Popular News

  • Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    Air Mineral Terancam Mahal Gara-Gara Plastik: Wajar atau Alarm Bahaya?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga Nyawa TNI Melayang, Israel Belum Akui Keterlibatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pernikahan Berujung Duka: Preman Bunuh Ayah Pengantin di Purwakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cantik di Mata Dunia, Rapuh di Tangan Sendiri: Dilema Taman Nasional Komodo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Iran Tak Sekadar Bertahan: Hormuz Kini Jadi Alat Tekan Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.