Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Semeru Erupsi Lagi: Antara Imbauan, Ketakutan, dan Nasib Warga Lereng

by dimas
April 4, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Sabtu (4/4/2026) pagi. Dalam rentang waktu sebelas jam, sejak pukul 00.00 hingga 11.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat meletus sembilan kali. Enam di antaranya terlihat jelas, memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter dari puncak kawah. Tiga letusan lainnya terjadi di balik kabut tebal yang menyelimuti puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, Liswanto, mencatat salah satu erupsi signifikan terjadi pada pagi hari.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Sabtu, 4 April 2026 pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak,” tulisnya dalam laporan resmi.

Aktivitas Tinggi, Dampak Belum Terasa Tapi Ancaman Nyata

Meski aktivitas erupsi terbilang intens, hingga siang hari belum ada laporan dampak langsung yang diterima pemerintah daerah. Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, memastikan situasi masih terkendali setidaknya untuk saat ini.

“Laporan dampak sementara nihil, belum ada laporan yang masuk, tapi kalau arah anginnya ke barat sepertinya hujan abu terjadi di sekitar Pronojiwo,” ujar Isnugroho.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Namun, ketenangan ini bisa jadi hanya jeda singkat. Arah angin yang bergerak ke selatan membuka potensi hujan abu di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan sekitarnya. Artinya, warga di lereng tidak benar-benar aman mereka hanya belum terdampak secara langsung.

Status Siaga dan Ancaman Lahar yang Mengintai

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada di Level III atau Siaga. Status ini bukan sekadar label administratif; ia menjadi penanda bahwa potensi bahaya bisa datang kapan saja.

Isnugroho menegaskan, tingginya frekuensi letusan memperbesar risiko bencana lanjutan, terutama banjir lahar. Material vulkanik yang terus menumpuk di lereng gunung bisa tersapu hujan deras dan berubah menjadi aliran mematikan.

“Secara jumlah letusan memang masih tinggi, ini bisa memicu banjir lahar dengan membawa material cukup banyak apabila terjadi hujan deras di sekitar gunung,” tegasnya.

Dengan kata lain, ancaman tidak hanya datang dari atas tetapi juga dari aliran sungai yang tampak tenang di bawah.

Wilayah Terlarang dan Warga di Garis Depan

BPBD mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat. Aktivitas dilarang total di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Bahkan di luar zona itu, warga tetap diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Awan panas guguran, lava pijar, hingga lahar dingin bisa meluncur tiba-tiba mengikuti alur sungai. Apalagi, hujan lebat masih kerap mengguyur kawasan Semeru dalam beberapa hari terakhir.

“Waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru,” pungkasnya.

Yang Paling Terdampak: Warga Lereng yang Selalu Bersiap

Di balik angka-angka erupsi dan status siaga, ada kelompok yang selalu berada di garis paling depan warga lereng Semeru. Mereka hidup berdampingan dengan ancaman yang tak pernah benar-benar pergi. Setiap letusan bukan hanya soal abu di udara, tapi juga soal keputusan cepat mengungsi atau bertahan.

Bagi mereka, erupsi bukan peristiwa luar biasa. Ia sudah menjadi bagian dari rutinitas yang penuh risiko.

Dan seperti biasa, negara datang dengan imbauan dan radius bahaya. Sementara warga, lagi-lagi, diminta memahami bahwa tinggal di dekat gunung berarti hidup berdampingan dengan kemungkinan terburuk setiap hari. @dimas

Tags: banjirbencanaBPBDDaruraterupsigunungHujan AbuLaharLumajangMeletusNasionalsemerusiaga

Kamu Melewatkan Ini

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

by Tabooo
Juli 11, 2026

Nama Jampidsus Febrie Adriansyah ikut disebut dalam pusaran pengusutan dugaan korupsi BUMN. Ia mempertanyakan kaitannya dengan kasus blackout PLN yang...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
DPR Ikut Sidang, atau Lagi Ikut Main?

DPR Ikut Sidang, atau Lagi Ikut Main?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id