Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mudik Berujung Duka: Satu Keluarga Tewas di Tol Pemalang-Batang, Balita Kritis

by dimas
Maret 20, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Perjalanan mudik yang seharusnya membawa kebahagiaan berubah menjadi tragedi. Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Pemalang-Batang Km 290-B, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, pada Kamis (19/3/2026). Insiden ini merenggut nyawa satu keluarga empat orang meninggal dunia, sementara seorang balita kini berjuang dalam kondisi kritis.

Petugas langsung mengevakuasi seluruh korban ke RS Siaga Medika Pemalang. Suasana duka menyelimuti ruang perawatan. Empat jenazah terbaring, sementara satu anak kecil terus bertahan di tengah luka serius.

Dugaan Sopir Mengantuk, Mobil Hantam Bus

Kanit Gakkum Satlantas Polres Tegal, Henry Ade Birawa, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari kelalaian pengemudi minibus. Kendaraan yang melaju dari arah barat tiba-tiba oleng ke kanan sebelum menghantam bagian belakang bus.

“Mobil pribadi diduga mengantuk, lalu oleng ke kanan dan menabrak bagian pojok belakang bus,” jelasnya.

Benturan keras menghancurkan bagian depan minibus. Sementara itu, bus hanya mengalami kerusakan ringan di bagian belakang. Perbedaan kondisi ini menunjukkan betapa fatalnya tabrakan dari arah belakang dalam kecepatan tinggi.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mudik dari Cikarang, Gagal Sampai Tujuan

Keluarga tersebut berangkat dari Cikarang menuju Petarukan, Pemalang kampung halaman yang rutin mereka kunjungi setiap Lebaran.

Kerabat korban, Siti (56), menyebut perjalanan ini sebagai tradisi tahunan keluarga. Namun kali ini, perjalanan itu berakhir tragis di tengah jalan tol.

“Itu keponakan saya, mereka mudik seperti biasa ke Petarukan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Empat korban meninggal dunia yaitu Gunawan (42), Devi Agustina (33), serta dua anak mereka, Nafisah Maisaroh (11) dan Narendra Dewan Gaozan (8). Sementara itu, balita Murel Arshaka Sachid (3) selamat, namun mengalami luka serius dan masih menjalani perawatan intensif.

Santunan Disiapkan, Luka Tak Tergantikan

Kepala Jasa Raharja Cabang Pekalongan, Julianto, memastikan pihaknya segera mendata korban untuk menyalurkan santunan.

Keluarga korban meninggal akan menerima Rp50 juta, sedangkan korban luka-luka mendapat Rp20 juta sesuai ketentuan. Bantuan ini memang penting, tetapi tidak pernah cukup untuk menggantikan kehilangan.

Risiko Lama yang Terus Terulang

Kecelakaan ini kembali mengingatkan bahaya klasik di jalur mudik: kelelahan dan kantuk saat berkendara. Jalan tol yang panjang dan lurus sering menurunkan konsentrasi pengemudi hanya dalam hitungan detik.

Dampaknya tidak berhenti pada korban di lokasi. Keluarga yang ditinggalkan harus menanggung duka panjang, sementara anak yang selamat menghadapi trauma sejak dini.

Mudik selalu identik dengan pulang dan kebahagiaan. Namun setiap tahun, tragedi serupa terus berulang seolah semua sudah tahu risikonya, tapi hanya sedikit yang benar-benar mengantisipasinya sebelum terlambat. @dimas

Tags: BerdukaBerkendaraKecelakaanKeselamatanlebaranMautMudikNasionalPemalang

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id