Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Air Keras Andrie Yunus, Koalisi Tolak Peradilan Militer

by dimas
Maret 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Tekanan publik terhadap penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM terus menguat. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak aparat penegak hukum membawa kasus yang menimpa Andrie Yunus ke peradilan umum, bukan peradilan militer.

Koalisi menilai jalur peradilan umum lebih mampu menjamin transparansi dan akuntabilitas. Direktur Imparsial, Ardi Manto Putra, menegaskan tuntutan tersebut sebagai langkah penting untuk mengungkap kasus secara menyeluruh.

“Koalisi mendesak agar para tersangka diproses melalui sistem peradilan umum agar publik bisa mengawasi jalannya hukum,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Kasus Kekerasan yang Mengarah ke Ancaman Demokrasi

Koalisi tidak hanya melihat kasus ini sebagai tindak kriminal biasa. Mereka menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius hak asasi manusia sekaligus ancaman terhadap ruang demokrasi.

Sebagai bagian dari KontraS, Andrie selama ini aktif mengawal isu-isu sensitif, termasuk kebijakan keamanan dan revisi Undang-Undang TNI.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Latar belakang ini membuat serangan terhadapnya tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih luas: relasi antara kekuasaan, kritik, dan kebebasan sipil.

Empat Prajurit TNI Diduga Terlibat, Motif Masih Kabur

Tentara Nasional Indonesia telah mengidentifikasi empat prajurit sebagai terduga pelaku. Mereka berasal dari satuan Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, dengan inisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Namun hingga kini, aparat belum mengungkap motif maupun peran masing-masing pelaku. Ketidakjelasan ini memicu kekhawatiran bahwa kasus bisa berhenti di pelaku lapangan.

Koalisi menilai, tanpa mekanisme hukum yang terbuka, kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan ini sulit terungkap.

Sorotan pada Rantai Komando dan Risiko Impunitas

Koalisi menekankan pentingnya menelusuri rantai komando. Mereka melihat indikasi bahwa tindakan tersebut tidak berdiri sendiri.

Jika proses hukum hanya berjalan di peradilan militer, mereka khawatir penyidikan tidak menyentuh pihak yang memberi perintah. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa mekanisme internal kerap menyisakan ruang impunitas.

Karena itu, koalisi mendesak pimpinan institusi, mulai dari BAIS hingga Panglima TNI dan Menteri Pertahanan, ikut bertanggung jawab memastikan pengusutan berjalan transparan.

Desakan ke Presiden dan Komnas HAM

Koalisi juga meminta Prabowo Subianto membentuk tim gabungan pencari fakta. Mereka menilai langkah ini penting untuk membuka seluruh fakta secara independen.

Selain itu, Komnas HAM didorong segera melakukan penyelidikan mendalam. Indikasi tindakan terstruktur dan sistematis membuat kasus ini berpotensi masuk kategori pelanggaran HAM serius.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kasus ini tidak hanya menyasar satu individu. Aktivis, jurnalis, dan pembela HAM menjadi kelompok paling terdampak karena menghadapi risiko kekerasan saat menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.

Di sisi lain, masyarakat luas ikut menanggung dampaknya. Ketika ruang kritik terancam, kualitas demokrasi ikut tergerus.

Kasus ini kini berdiri di persimpangan: antara penegakan hukum yang transparan atau penyelesaian yang setengah jalan. Jika kebenaran berhenti di pelaku lapangan, maka yang tersisa bukan hanya luka pada korban tetapi juga pesan sunyi bahwa keadilan bisa berhenti di tengah jalan. @dimas

Tags: AktivisAndrie YunusDemokrasiHak Asasi ManusiaHAMImpunitasKasusKeadilankorbanKriminal & HukumKritisLawanNasionalReformasiSipilSuaraTNItransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Politik Mahal, Demokrasi Terancam Menjadi Investasi Kekuasaan’

Politik Mahal, Demokrasi Terancam Menjadi Investasi Kekuasaan

by dimas
Oktober 17, 2026

Politik mahal mengancam demokrasi ketika uang menentukan akses kekuasaan. Simak risiko ketergantungan politik dan pentingnya transparansi dana kampanye. Tabooo.id -...

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

by dimas
Oktober 16, 2026

Dugaan korupsi dana darurat BNPB memicu sorotan terhadap perlindungan warga dan hak atas lingkungan sehat. Rieke mendesak pengusutan hingga ke...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Next Post
Lebaran 2026 Masih Teka-teki, Sidang Isbat Jadi Penentu

Lebaran 2026 Masih Teka-teki, Sidang Isbat Jadi Penentu

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id