Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Air Keras Andrie Yunus, Koalisi Tolak Peradilan Militer

by dimas
Maret 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Tekanan publik terhadap penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM terus menguat. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak aparat penegak hukum membawa kasus yang menimpa Andrie Yunus ke peradilan umum, bukan peradilan militer.

Koalisi menilai jalur peradilan umum lebih mampu menjamin transparansi dan akuntabilitas. Direktur Imparsial, Ardi Manto Putra, menegaskan tuntutan tersebut sebagai langkah penting untuk mengungkap kasus secara menyeluruh.

“Koalisi mendesak agar para tersangka diproses melalui sistem peradilan umum agar publik bisa mengawasi jalannya hukum,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Kasus Kekerasan yang Mengarah ke Ancaman Demokrasi

Koalisi tidak hanya melihat kasus ini sebagai tindak kriminal biasa. Mereka menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius hak asasi manusia sekaligus ancaman terhadap ruang demokrasi.

Sebagai bagian dari KontraS, Andrie selama ini aktif mengawal isu-isu sensitif, termasuk kebijakan keamanan dan revisi Undang-Undang TNI.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Latar belakang ini membuat serangan terhadapnya tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih luas: relasi antara kekuasaan, kritik, dan kebebasan sipil.

Empat Prajurit TNI Diduga Terlibat, Motif Masih Kabur

Tentara Nasional Indonesia telah mengidentifikasi empat prajurit sebagai terduga pelaku. Mereka berasal dari satuan Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, dengan inisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.

Namun hingga kini, aparat belum mengungkap motif maupun peran masing-masing pelaku. Ketidakjelasan ini memicu kekhawatiran bahwa kasus bisa berhenti di pelaku lapangan.

Koalisi menilai, tanpa mekanisme hukum yang terbuka, kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan ini sulit terungkap.

Sorotan pada Rantai Komando dan Risiko Impunitas

Koalisi menekankan pentingnya menelusuri rantai komando. Mereka melihat indikasi bahwa tindakan tersebut tidak berdiri sendiri.

Jika proses hukum hanya berjalan di peradilan militer, mereka khawatir penyidikan tidak menyentuh pihak yang memberi perintah. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa mekanisme internal kerap menyisakan ruang impunitas.

Karena itu, koalisi mendesak pimpinan institusi, mulai dari BAIS hingga Panglima TNI dan Menteri Pertahanan, ikut bertanggung jawab memastikan pengusutan berjalan transparan.

Desakan ke Presiden dan Komnas HAM

Koalisi juga meminta Prabowo Subianto membentuk tim gabungan pencari fakta. Mereka menilai langkah ini penting untuk membuka seluruh fakta secara independen.

Selain itu, Komnas HAM didorong segera melakukan penyelidikan mendalam. Indikasi tindakan terstruktur dan sistematis membuat kasus ini berpotensi masuk kategori pelanggaran HAM serius.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kasus ini tidak hanya menyasar satu individu. Aktivis, jurnalis, dan pembela HAM menjadi kelompok paling terdampak karena menghadapi risiko kekerasan saat menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan.

Di sisi lain, masyarakat luas ikut menanggung dampaknya. Ketika ruang kritik terancam, kualitas demokrasi ikut tergerus.

Kasus ini kini berdiri di persimpangan: antara penegakan hukum yang transparan atau penyelesaian yang setengah jalan. Jika kebenaran berhenti di pelaku lapangan, maka yang tersisa bukan hanya luka pada korban tetapi juga pesan sunyi bahwa keadilan bisa berhenti di tengah jalan. @dimas

Tags: AktivisAndrie YunusDemokrasiHak Asasi ManusiaHAMImpunitasKasusKeadilankorbanKriminal & HukumKritisLawanNasionalReformasiSipilSuaraTNItransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Vonis Kasus Andrie Yunus: Keadilan atau Sekadar Formalitas?

Vonis Kasus Andrie Yunus: Keadilan atau Sekadar Formalitas?

by dimas
Juni 10, 2026

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus menguji wajah peradilan militer. Akankah keadilan hadir atau hanya menjadi formalitas hukum? Tabooo.id...

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
Lebaran 2026 Masih Teka-teki, Sidang Isbat Jadi Penentu

Lebaran 2026 Masih Teka-teki, Sidang Isbat Jadi Penentu

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id