Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Empat Prajurit TNI Terseret Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

by dimas
Maret 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Tentara Nasional Indonesia mulai membuka tabir kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM. Empat prajurit aktif kini diduga terlibat dalam serangan terhadap Andrie Yunus dari KontraS.

Komandan Pusat Polisi Militer Mabes TNI, Yusri Nuryanto, menyebut keempatnya berasal dari Denma Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Mereka berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, dengan latar belakang Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Pernyataan ini langsung mengubah arah kasus. Dugaan kini mengarah ke internal institusi militer, bukan lagi pelaku anonim di luar sistem.

Serangan Terjadi Setelah Aktivitas Advokasi

Serangan terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Andrie baru saja menyelesaikan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Menteng.

Pelaku mendekat, lalu menyiramkan air keras secara cepat dan terarah. Serangan itu tidak memberi ruang bagi korban untuk menghindar.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Tim medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mencatat luka bakar sekitar 24 persen pada tubuh Andrie. Luka menyasar mata, wajah, dada, dan tangan bagian vital yang berisiko menimbulkan dampak permanen. Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif.

Motif Masih Diselidiki, Pertanyaan Publik Menguat

TNI belum mengungkap motif di balik serangan ini. Yusri menegaskan penyidik terus mendalami latar belakang tindakan para pelaku.

Ketiadaan penjelasan memicu pertanyaan publik. Andrie dikenal aktif mengangkat isu pelanggaran HAM. Latar ini membuat banyak pihak menduga serangan tidak berdiri sendiri.

Apakah ini murni tindak kriminal, atau bentuk tekanan terhadap suara kritis? Pertanyaan itu terus mengemuka seiring proses penyidikan berjalan.

Dampak Langsung: Aktivis di Bawah Bayang Ancaman

Kasus ini langsung mengguncang rasa aman komunitas sipil. Aktivis, jurnalis, dan pendamping hukum kini menghadapi risiko yang semakin nyata.

Di sisi lain, sorotan publik mengarah ke institusi negara. Dugaan keterlibatan aparat aktif menguji komitmen penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Jika aparat ikut terlibat, publik berhak menuntut proses hukum yang terbuka tanpa perlindungan institusional.

Pengungkapan pelaku memang membuka jalan, tetapi belum menjawab inti persoalan. Ketika kekerasan menyasar aktivis, yang diuji bukan hanya hukum melainkan keberanian negara menjaga ruang kritik tetap hidup. @dimas

Tags: AktivisAndrie YunusDaruratHak Asasi ManusiaHAMImpunitasKasusKeadilankekerasanKontraSkorbanKriminal & HukumKritisLawanNasionalPerlindunganReformasiSuaraTNItransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

Korupsi Dana Darurat Bencana, Ketika Perlindungan Warga Dipertaruhkan

by dimas
Oktober 16, 2026

Dugaan korupsi dana darurat BNPB memicu sorotan terhadap perlindungan warga dan hak atas lingkungan sehat. Rieke mendesak pengusutan hingga ke...

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

HUT TNI: Batalyon Bertambah, Apakah Jaminan Pertahanan Menguat?

by dimas
Oktober 5, 2026

HUT TNI 2026 ditandai penambahan batalyon. Namun, apakah ekspansi kekuatan itu benar-benar memperkuat pertahanan Indonesia menghadapi ancaman perang modern? Tabooo.id...

HUT ke-81 TNI Tak Lagi di Monas, Upacara Dipindah ke Cilangkap

HUT ke-81 TNI Tak Lagi di Monas, Upacara Dipindah ke Cilangkap

by dimas
Oktober 5, 2026

HUT ke-81 TNI digelar sederhana di Cilangkap setelah rencana puncak peringatan di Monas dibatalkan karena banyak prajurit bertugas menangani bencana....

Next Post
Xbox One Akhirnya Kalah, Peretas Buka Akses Sistem hingga Level Terdalam

Xbox One Akhirnya Kalah, Peretas Buka Akses Sistem hingga Level Terdalam

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id