Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Polisi Tangkap Jejak Empat Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

by dimas
Maret 16, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Kriminal – Jakarta kembali diguncang peristiwa yang menegangkan bagi masyarakat sipil dan pembela HAM. Polda Metro Jaya mengidentifikasi empat orang yang diduga menyiram Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, dengan cairan keras. Kamera CCTV di sepanjang rute perjalanan Andrie menangkap wajah para pelaku dari beberapa titik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan rekaman CCTV membantu penyidik menelusuri identitas pelaku.

“Sebagian besar CCTV di Jakarta memiliki resolusi tinggi sehingga kami memperoleh gambar yang cukup jelas,” ujar Iman, Senin (16/3/2026).

Tim penyidik lalu menelusuri pergerakan para pelaku hingga ke kawasan Kalibata, Ragunan, dan Bogor. Polisi belum menahan para pelaku karena penyidik masih mengumpulkan bukti tambahan. Saat ini tim forensik memeriksa baju dan helm korban serta helm dan wadah cairan yang pelaku gunakan saat melakukan serangan.

“Kami berharap tim laboratorium forensik menemukan sidik jari dan DNA pelaku dari helm maupun benda lain yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata Iman.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan kepolisian akan terus menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik. Ia memastikan penyidik akan memberikan pembaruan informasi dalam satu hingga dua hari ke depan.

Kronologi Serangan

Andrie Yunus melintas dengan sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat, saat serangan terjadi. Dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekati korban dari arah berlawanan.

Pelaku pertama mengenakan kaus putih-biru, celana gelap, dan helm hitam. Pelaku kedua duduk di belakang dengan masker buff hitam, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang digulung.

Saat jarak motor semakin dekat, pelaku yang duduk di belakang langsung menyiramkan cairan keras ke arah tubuh Andrie. Cairan tersebut mengenai tangan, wajah, dada, dan mata korban hingga menyebabkan luka bakar serius.

Serangan itu memperlihatkan ancaman nyata terhadap pembela HAM. Aksi tersebut juga menimbulkan tekanan psikologis bagi aktivis, jurnalis, dan warga yang berani menyampaikan kritik.

Dampak yang Lebih Luas

Kasus ini memunculkan pertanyaan serius di kalangan masyarakat sipil. Banyak pihak mempertanyakan keamanan ruang publik bagi aktivis, jurnalis, dan warga yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

Dokter dapat mengobati luka fisik Andrie. Namun peristiwa ini juga memicu trauma psikologis yang meluas ke organisasi HAM, kalangan akademisi, hingga masyarakat umum. Sejumlah aktivis kini meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas mereka agar terhindar dari ancaman serupa.

Cara pelaku menjalankan aksinya juga menimbulkan kekhawatiran. Pola serangan tersebut menunjukkan adanya perencanaan, dukungan logistik, dan koordinasi yang rapi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa intimidasi politik dapat berkembang jika penegakan hukum berjalan lambat.

Penegakan Hukum dan Harapan Publik

Kepolisian menegaskan penyidik menangani kasus ini secara serius dan terbuka. Di sisi lain, masyarakat sipil terus memantau proses hukum yang berlangsung. Banyak pihak menilai perlindungan terhadap pembela HAM dan ruang kebebasan sipil masih menghadapi tantangan.

Aparat penegak hukum dan masyarakat sama-sama memikul tanggung jawab untuk menjaga ruang kritik tetap terbuka.

Jika aparat tidak bertindak tegas, para pelaku akan mengirim pesan berbahaya bahwa intimidasi mampu membungkam kritik. Ancaman seperti ini tidak hanya merugikan korban, tetapi juga melemahkan demokrasi yang seharusnya melindungi kebebasan berbicara. @dimas

Tags: AktivisAmanAndrie YunusCCTVDemokrasiForensikHAMJakartaKeamanan NegarakekerasanKriminal & HukumPenegakanPenyiramanPolisiPolriSosial & PublikStop

Kamu Melewatkan Ini

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan pembela HAM sering melangkah dari pengalaman melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Keberanian itu mendorong mereka bersuara, mendampingi...

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

Kejahatan Siber Naik Level: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pasar, Tapi Markas

by dimas
Mei 10, 2026

Kejahatan siber di Indonesia kian terorganisir dan lintas negara. Namun di balik penggerebekan besar jaringan judi online di Jakarta dan...

Markas Judi Online di Jakarta Digerebek, Bagaimana Bisa Tak Terdeteksi?

Markas Judi Online di Jakarta Digerebek, Bagaimana Bisa Tak Terdeteksi?

by dimas
Mei 10, 2026

Markas judi online di Jakarta yang bersembunyi di balik wajah kota yang sibuk dan modern itu justru berada di ruang-ruang...

Next Post
Riot Games Rilis Miks, Agent Valorant yang Membawa Beat ke Medan Tempur

Riot Games Rilis Miks, Agent Valorant yang Membawa Beat ke Medan Tempur

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id