Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Lebaran 2026 Masih Teka-teki, Sidang Isbat Jadi Penentu

by dimas
Maret 19, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Umat Muslim di Indonesia memasuki fase penentuan. Menjelang akhir Ramadan, pertanyaan yang sama kembali muncul kapan Lebaran tiba?

Kementerian Agama menjadwalkan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah pada Kamis (19/3/2026). Pemerintah memulai proses dengan seminar posisi hilal sore hari, lalu melanjutkan sidang tertutup, sebelum mengumumkan hasilnya pada malam hari.

Namun, kepastian itu tidak datang tanpa dinamika.

Perbedaan Metode, Perbedaan Tanggal

Di satu sisi, Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri jatuh pada Jumat (20/3/2026). Penetapan ini menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi yang bersifat pasti.

Di sisi lain, pemerintah masih menunggu hasil rukyatul hilal pengamatan langsung bulan sabit di berbagai titik Indonesia. Metode ini membuka kemungkinan perbedaan, tergantung pada visibilitas hilal.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Perbedaan pendekatan ini bukan hal baru. Namun setiap tahun, situasi ini selalu menghadirkan ketidakpastian di tingkat masyarakat.

Prediksi Ilmiah Mengarah ke 21 Maret

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, memprediksi Idulfitri berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa posisi hilal saat magrib di Asia Tenggara belum memenuhi kriteria MABIMS standar yang digunakan pemerintah Indonesia dan negara tetangga.

Syarat minimal tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat belum sepenuhnya terpenuhi di sebagian besar wilayah Indonesia. Artinya, secara astronomi, peluang terlihatnya hilal masih terbatas.

Namun, ia juga membuka kemungkinan lain. Jika menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), posisi bulan sudah memenuhi syarat. Dalam skema ini, Lebaran bisa jatuh pada 20 Maret.

Data BMKG Perkuat Ketidakpastian

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat konjungsi atau ijtima’ terjadi pada 19 Maret pagi. Secara teknis, ini membuka peluang rukyat dilakukan pada sore harinya.

Namun, data menunjukkan ketinggian hilal di Indonesia masih bervariasi mulai dari sekitar 0,91 derajat di Papua hingga 3,13 derajat di Aceh. Elongasi juga berada di kisaran 4,54 hingga 6,1 derajat.

Angka ini berada di batas kritis visibilitas. Artinya, hasil rukyat bisa berbeda antarwilayah.

Masyarakat di Persimpangan Kepastian

Perbedaan potensi tanggal Lebaran bukan sekadar isu teknis. Dampaknya langsung terasa di masyarakat.

Pekerja, pelaku usaha, hingga pemudik menjadi kelompok paling terdampak. Jadwal cuti, arus mudik, hingga aktivitas ekonomi bergantung pada kepastian hari raya.

Di sektor informal, ketidakpastian ini bahkan bisa memengaruhi pendapatan harian. Sementara bagi keluarga, perbedaan hari Lebaran bisa mengubah rencana berkumpul yang sudah disusun jauh-jauh hari.

Sidang isbat malam ini akan menjadi penentu. Namun di balik angka, data, dan metode, ada realitas yang terus berulang: Indonesia masih hidup dengan dua cara melihat bulan dan dua cara merayakan hari kemenangan.

Pada akhirnya, mungkin bukan soal siapa yang lebih tepat. Tapi soal seberapa siap kita menerima bahwa bahkan dalam momen kemenangan, perbedaan tetap menjadi bagian dari tradisi. @dimas

Tags: 1447 H2026bmkgbrinHijriahHilalHisabIdul FitriKalenderKemenaglebaranMuslimNasionalPerbedaanRukyatSidang Isbat

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Sunyi Nyepi, Riuh Lebaran: Dua Jalan, Satu Makna tentang Manusia

Sunyi Nyepi, Riuh Lebaran: Dua Jalan, Satu Makna tentang Manusia

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id