Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

MBG Libur Sekolah, Anak Tenang, Pengusaha Kepanasan

by dimas
Juni 21, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
BGN menghentikan MBG selama libur sekolah demi menghemat Rp3 triliun. Anak tenang, tetapi pengusaha dan mitra SPPG menilai kebijakan itu merugikan.

Tabooo.id: Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah, mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. BGN menyebut langkah itu mampu menghemat anggaran lebih dari Rp3 triliun. Namun, keputusan tersebut memicu penolakan dari Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) yang menilai ribuan mitra kini menghadapi ketidakpastian usaha.

Perdebatan pun meluas. Isunya bukan lagi sekadar penghentian distribusi makanan bergizi selama libur sekolah, tetapi juga menyangkut keseimbangan antara efisiensi anggaran negara dan keberlangsungan usaha yang selama ini tumbuh bersama program MBG.

BGN Pilih Efisiensi Anggaran

BGN menetapkan kebijakan itu melalui Surat Edaran (SE) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada masa libur sekolah.

Melalui aturan tersebut, BGN menghentikan penyaluran insentif harian sebesar Rp6 juta kepada SPPG yang tidak beroperasi.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menegaskan kebijakan itu menjadi bagian dari penyesuaian operasional selama sekolah tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

“SE ini menegaskan bahwa ketika SPPG tidak mendistribusikan MBG, kami juga tidak memberikan insentif,” ujar Agustina saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan masa libur sekolah pada 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Selama periode tersebut, BGN memperkirakan efisiensi anggaran insentif mencapai Rp3.004.560.000.000.

“Kami bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar Rp3,004 triliun. Nilainya cukup besar,” kata Agustina.

Berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang tetap menyalurkan MBG melalui sistem bundling saat Ramadan maupun libur sekolah, kepemimpinan baru BGN memilih menghentikan distribusi sepenuhnya. BGN ingin memanfaatkan masa libur untuk menata kembali tata kelola, menyusun standar operasional, serta meningkatkan efisiensi sumber daya.

Gapembi Nilai Mitra Menanggung Beban

Keputusan itu langsung memicu keberatan dari Gapembi.

Ketua Umum DPP Gapembi, Alven Stony, menilai penghentian MBG tidak hanya memengaruhi perusahaan penyedia makanan. Kebijakan tersebut juga berdampak pada relawan, petani, peternak, hingga pemasok bahan pangan yang selama ini memasok kebutuhan SPPG.

Menurut Alven, ribuan relawan kehilangan kesempatan bekerja selama sekolah libur. Pada saat yang sama, para pemasok berpotensi menghadapi penumpukan hasil panen dan produksi peternakan karena permintaan turun secara mendadak.

“Relawan tidak bisa bekerja dan tidak menerima honor. Supplier juga merugi karena hasil tani dan hasil ternak berpotensi menumpuk,” ujarnya.

Alven mengibaratkan hubungan antara pemerintah dan mitra seperti penyewa rumah yang tiba-tiba meminta bebas membayar sewa tanpa lebih dulu meminta persetujuan pemilik rumah.

“BGN tidak pernah meminta persetujuan kepada kami. Tiba-tiba mereka mengeluarkan surat edaran yang menghentikan pembayaran insentif. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi banyak pihak,” katanya.

Karena itu, Gapembi secara resmi menolak kebijakan tersebut. Organisasi itu bahkan membuka peluang membawa persoalan ini ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

BGN Tetap Bertahan

BGN memastikan tidak akan mengubah keputusan tersebut.

Agustina menegaskan setiap kebijakan publik selalu menghadirkan pihak yang setuju maupun yang menolak.

“Sebuah kebijakan tidak mungkin menyenangkan semua pihak,” katanya.

Menurut dia, pemerintah harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar, yakni efisiensi anggaran sekaligus perbaikan tata kelola program MBG.

Ia juga menilai penghentian pembayaran insentif merupakan langkah yang adil karena SPPG tidak memberikan layanan selama sekolah libur.

“Kalau tidak beroperasi, ya tidak ada pembayaran. Prinsipnya sederhana, no service, no pay,” ujarnya.

Agustina menduga sebagian penolakan muncul karena sejumlah pihak memiliki kepentingan langsung sebagai pengelola SPPG sehingga ikut merasakan dampak finansial dari kebijakan tersebut.

Meski menghadapi protes, BGN menegaskan tetap menjalankan surat edaran sesuai rencana.

Dilema Efisiensi dan Kepastian Usaha

Polemik MBG memperlihatkan tantangan baru dalam pelaksanaan kebijakan publik. Pemerintah memang ingin menghemat anggaran negara. Namun, pada saat yang sama, program MBG telah melahirkan rantai ekonomi yang melibatkan pengusaha katering, petani, peternak, distributor, hingga ribuan relawan.

Penghentian program selama sekitar tiga pekan memang membuka ruang efisiensi anggaran. Namun, keputusan itu juga memunculkan pertanyaan baru mengenai kepastian usaha bagi para mitra yang selama ini mendukung pelaksanaan MBG.

Perdebatan ini akhirnya melampaui soal makan bergizi. Publik kini menyoroti bagaimana pemerintah mengelola program nasional tanpa mengorbankan ekosistem ekonomi yang telah terbentuk.

Di titik itulah polemik MBG menjadi lebih dari sekadar persoalan anggaran. Perdebatan ini menguji kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan antara disiplin fiskal, kepastian usaha, dan keberlanjutan program yang menyentuh jutaan masyarakat. @dimas

Tags: BGNEfisiensi AnggaranGapembiLibur SekolahMakan Bergizi GratisMBGSPPG

Kamu Melewatkan Ini

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Anjlok ke 44,5 Persen

by eko
Oktober 18, 2026

Survei SMRC mencatat kepuasan publik terhadap Prabowo turun menjadi 44,5 persen. Harga sembako, ekonomi, penegakan hukum, dan program pemerintah menjadi...

Korupsi Motor MBG: Negara Rugi Rp863,85 Miliar, Ribuan Kendaraan Bermasalah

Korupsi Motor MBG: Negara Rugi Rp863,85 Miliar, Ribuan Kendaraan Bermasalah

by teguh
Oktober 10, 2026

Kejaksaan Agung mencatat kerugian negara dalam dugaan korupsi motor MBG untuk pengadaan 19.269 motor listrik untuk Badan Gizi Nasional. Lima...

Polemik Motor Listrik MBG: 21.801 di Dokumen, 2.117 Terealisasi

Polemik Motor Listrik MBG: 21.801 di Dokumen, 2.117 Terealisasi

by dimas
Oktober 4, 2026

Polemik pengadaan motor listrik MBG mencuat setelah 21.801 unit tercatat dalam dokumen, sementara realisasi hingga Maret 2026 baru mencapai 2.117...

Next Post
Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id