Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OTT KPK di Cilacap: Bupati Paksa SKPD Serahkan Dana THR

by dimas
Maret 15, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Sadmoko Danardono sebagai tersangka dalam dugaan pemerasan tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 2026. KPK mengambil keputusan tersebut setelah tim penindakan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat (13/3/2026).

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan penyidik langsung menahan keduanya di rumah tahanan KPK selama 20 hari pertama.

“Kami menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan setelah OTT dan kemudian menetapkan keduanya sebagai tersangka,” ujar Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (14/3/2026).

Ancaman Mutasi Jadi Alat Pemerasan

Dalam penyelidikan awal, KPK menemukan dugaan bahwa Syamsul menekan sejumlah pejabat daerah agar menyerahkan dana THR. Ia menggunakan kewenangan jabatannya untuk meminta bawahan menyetor uang.

Jika ada pejabat yang menolak, Syamsul disebut mengancam akan memindahkan mereka dari jabatan yang sedang mereka pegang. Karena itu, sejumlah saksi mengaku merasa khawatir terhadap ancaman mutasi tersebut.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

“Beberapa saksi mengaku khawatir. Jika mereka tidak memenuhi permintaan Bupati, mereka bisa kehilangan posisi jabatan,” kata Asep.

Selain itu, penyidik KPK memeriksa tujuh pejabat dari berbagai organisasi perangkat daerah (SKPD). Mereka berasal dari Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, serta RSUD Cilacap. Melalui pemeriksaan ini, penyidik menelusuri aliran dana THR yang diduga berasal dari praktik pemerasan.

Target THR Capai Rp750 Juta

Dalam penyidikan yang berlangsung, KPK menemukan bahwa puluhan SKPD menjadi target pengumpulan dana THR dari total 47 SKPD di Kabupaten Cilacap. Syamsul bahkan memasang target dana hingga Rp750 juta.

Untuk memenuhi target tersebut, Syamsul meminta setiap SKPD menyetor dana antara Rp75 juta hingga Rp100 juta. Namun, pada praktiknya, beberapa SKPD hanya mampu menyerahkan dana sekitar Rp3 juta hingga Rp100 juta.

Selain itu, penyidik menduga sebagian dana tersebut masuk ke kepentingan pribadi Bupati. Padahal, Syamsul sebelumnya menyebut dana itu akan digunakan untuk kegiatan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda). Karena itu, penyidik terus menelusuri penggunaan dana tersebut.

Barang Bukti dan Penahanan

Saat menggelar OTT, tim KPK menyita uang tunai sebesar Rp610 juta serta sejumlah barang bukti elektronik. Petugas menemukan uang tersebut di dalam goodie bag yang rencananya akan dibagikan kepada unsur Forkopimda.

Tim penyidik juga menemukan uang tersebut di rumah Ferry Adhi Dharma, Asisten II Pemkab Cilacap. Berdasarkan keterangan saksi, Ferry mengumpulkan dana THR dari berbagai SKPD setelah menerima perintah dari Bupati Syamsul.

Kini, Syamsul dan Sadmoko menghadapi ancaman pidana berdasarkan Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Dampak bagi Masyarakat

Kasus ini menunjukkan bahwa praktik korupsi pejabat daerah dapat merugikan masyarakat secara luas. Ancaman mutasi membuat banyak pegawai berada dalam tekanan, terutama menjelang pembagian THR.

Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi birokrasi daerah. Ketika pejabat menyalahgunakan kekuasaan untuk memeras bawahan, kerugian tidak hanya menimpa korban langsung. Pada akhirnya, masyarakat luas ikut merasakan dampaknya karena kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah ikut menurun. @dimas

Tags: bupatiBupati CilacapDaerahForkopimdaGedung Merah putihKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumottOTT KPKPemerasanPenegakan

Kamu Melewatkan Ini

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

by dimas
Juni 6, 2026

KPK menyita mobil sport, Harley, perhiasan, dan valas dari rumah Silmy Karim. Penyidik menelusuri dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai...

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Ketika Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite

Rel Uang di Balik Rel Kereta: Proyek Negara Jadi Jalur Fee Elite?

by teguh
Mei 29, 2026

Rel kereta seharusnya membawa orang sampai tujuan. Namun dalam kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)...

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

Dugaan Gratifikasi di Kemenhub: Rel Kereta atau Jalur Uang?

by teguh
Mei 28, 2026

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memburu dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian...

Next Post
Awas Manipulator di Sekitarmu! Baik di Depan, Mengontrol di Belakang

Awas Manipulator di Sekitarmu! Baik di Depan, Mengontrol di Belakang

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id