Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OTT KPK di Cilacap: Bupati Syamsul Auliya Rachman dan 27 Orang Diamankan

by dimas
Maret 14, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Langkah pemberantasan korupsi kembali menyentuh pucuk pemerintahan daerah. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dalam operasi tangkap tangan pada Jumat (13/3/2026).

Petugas KPK mengamankan Syamsul bersama sejumlah pihak lain di Jawa Tengah. Setelah proses awal, tim penyidik langsung membawa Syamsul menuju Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK.

Operasi ini kembali menambah daftar kepala daerah yang terseret kasus korupsi. Penangkapan tersebut juga menegaskan bahwa praktik suap dalam proyek pemerintah daerah masih menjadi celah besar yang terus berulang di berbagai wilayah.

Operasi Tangkap Tangan Menjaring 27 Orang

Dalam operasi ini, tim KPK mengamankan total 27 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat pemerintah daerah hingga pihak swasta yang diduga terlibat dalam pengurusan proyek.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan tim penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

“Kami mengamankan 27 orang dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari penyelenggara negara, ASN, dan kemungkinan juga ada pihak swasta,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat sore.

Penyidik juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam operasi tersebut. Namun hingga kini KPK belum membuka jumlah pasti maupun asal uang yang diduga berkaitan dengan perkara itu.

Dugaan Suap Proyek Pemerintah Kabupaten

Informasi awal yang dihimpun penyidik mengarah pada dugaan praktik suap dalam pengurusan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Penyidik menduga ada aliran uang yang mengalir kepada pejabat daerah untuk memuluskan proses proyek tertentu.

Jika dugaan ini terbukti, praktik tersebut kembali menunjukkan pola lama korupsi daerah: proyek pemerintah berubah menjadi lahan transaksi antara pejabat, birokrasi, dan pihak swasta.

Kasus seperti ini tidak hanya merugikan negara. Warga daerah juga menanggung dampak langsung ketika proyek pembangunan tidak lagi berorientasi pada kualitas, melainkan pada siapa yang memberi “uang pelicin”.

Pemeriksaan Awal di Banyumas

Sebelum terbang ke Jakarta, tim KPK membawa seluruh pihak yang diamankan ke Mapolresta Banyumas untuk menjalani pemeriksaan awal.

Syamsul bersama rombongan tiba di kantor polisi sekitar pukul 16.50 WIB. Penyidik kemudian memulai pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat yang ikut terjaring dalam operasi tersebut.

Beberapa pejabat yang terlihat hadir antara lain Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Buddy Haryanto, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Heru Kurniawan.

Penyidik juga memeriksa Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Oktrivianto Subekti serta Kepala Dinas Sosial Ichlas Riyanto.

Hingga kini KPK belum mengumumkan status hukum para pejabat tersebut. Penyidik masih mendalami keterlibatan mereka dalam perkara yang sama.

Perjalanan Menuju Jakarta

Pemeriksaan di Mapolresta Banyumas berakhir sekitar pukul 21.12 WIB. Setelah itu, tim KPK langsung membawa Syamsul dan sejumlah pihak lain menuju Jakarta.

Di Gedung Merah Putih KPK, penyidik memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tersebut.

Dalam banyak kasus sebelumnya, OTT sering berujung pada penetapan tersangka terhadap pejabat daerah yang diduga menerima suap.

Korupsi Daerah dan Dampaknya bagi Publik

Penangkapan seorang kepala daerah bukan sekadar peristiwa hukum. Kasus seperti ini selalu meninggalkan dampak luas bagi masyarakat di daerah.

Proyek pembangunan yang seharusnya meningkatkan kualitas layanan publik sering kali tersendat ketika praktik suap ikut bermain. Infrastruktur bisa terbengkalai, anggaran membengkak, dan masyarakat akhirnya menanggung biaya dari praktik korupsi itu.

Di sisi lain, operasi tangkap tangan juga menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap kekuasaan tetap berjalan. Namun publik sering bertanya: mengapa kasus seperti ini terus berulang dari satu daerah ke daerah lain?

Barangkali jawabannya sederhana sekaligus pahit ketika proyek pemerintah masih dipandang sebagai “ladang transaksi”, maka setiap pembangunan selalu menyisakan godaan yang sama. Dan selama godaan itu tetap ada, KPK sepertinya tidak akan pernah kekurangan pekerjaan. @dimas

Tags: bupatiBupati CilacapDaerahKasusKorupsi di IndonesiaKPKNasionalOTT KPKPejabatPemkabPolitik Indonesiaproyeksuaptangkap

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Next Post
Kemenhub Siapkan Buffer Zone dan Empat Pelabuhan untuk Atasi Kepadatan Mudik

Kemenhub Siapkan Buffer Zone dan Empat Pelabuhan untuk Atasi Kepadatan Mudik

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id