Tabooo.id: Nasional – Perselisihan hukum antara selebgram sekaligus pemilik restoran Bibi Kelinci, Nabilah O’Brien, dan pelanggannya, Zendhy Kusuma, resmi selesai. Kedua pihak menandatangani perjanjian perdamaian dan mencabut laporan polisi masing-masing.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan, kepolisian memfasilitasi mediasi yang mempertemukan Nabilah, Zendhy, dan pasangan mereka. Semua pihak sepakat mencabut laporan dan menghapus konten media sosial yang sempat menimbulkan ketegangan.
“Mediasi berjalan lancar. Mereka mencabut laporan dan membersihkan unggahan yang menjadi sumber konflik,” ujar Trunoyudo di Mabes Polri, Minggu (8/3/2026). Ia berharap perdamaian ini memberi rasa keadilan bagi semua pihak dan menegaskan nilai silaturahmi, terutama menjelang Ramadhan.
Kronologi Perselisihan
Masalah bermula Jumat (19/9/2025) malam. Restoran Bibi Kelinci sedang sibuk menerima banyak pesanan. Berdasarkan rekaman CCTV, Zendhy dan istrinya, ERS, masuk ke area dapur yang terbatas bagi pelanggan. Mereka memprotes karena pesanan belum datang.
Kuasa hukum Nabilah, Goldie Natasya Swarovski, menyatakan bahwa Zendhy dan ERS keluar sambil membawa 14 menu tanpa membayar. Karyawan mengejar mereka untuk menagih pembayaran, namun permintaan itu diabaikan. Total kerugian restoran mencapai Rp 530.150.
Nabilah kemudian mengunggah rekaman CCTV ke media sosial dan mengirim somasi agar Zendhy dan ERS meminta maaf. Somasi itu tidak direspons. Nabilah melaporkan keduanya ke Polsek Mampang Prapatan, sedangkan Zendhy dan ERS melapor balik ke Bareskrim Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik dan tuntutan ganti rugi Rp 1 miliar.
Selama proses hukum, Nabilah sempat ditetapkan tersangka UU ITE, sedangkan Zendhy dan ERS juga ditetapkan tersangka atas laporan Nabilah.
Perdamaian dan Dampak
Kini, sengketa selesai. Nabilah menegaskan dirinya tidak lagi berstatus tersangka dan telah memaafkan pelapor.
“Saya sudah bukan tersangka. Saya memaafkan 100 persen,” pungkasnya.
Kasus ini memengaruhi reputasi dan operasional restoran serta persepsi publik terhadap selebgram yang juga pengusaha. Media sosial yang sempat menjadi arena saling serang kini bersih, memberi napas baru bagi bisnis dan hubungan masyarakat.
Kepolisian berharap langkah damai ini menjadi contoh penyelesaian sengketa tanpa harus berlama-lama di pengadilan. Kasus ini juga mengingatkan bahwa konflik digital bisa berdampak nyata pada ekonomi dan reputasi.
Dalam dunia yang serba cepat, di mana unggahan media sosial bisa memicu tuntutan miliaran rupiah, Nabilah dan Zendhy menunjukkan satu hal: kadang menyelesaikan masalah dengan bicara langsung lebih efektif daripada berperang di linimasa. @dimas




