Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Rupiah Melemah di Tengah Ketidakpastian Global dan Tekanan Fiskal

by dimas
Maret 9, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada pembukaan perdagangan Senin (9/3/2026). Mengutip data Bloomberg, hingga pukul 10.00 WIB, rupiah berada di Rp16.980 per USD, turun 55 poin atau 0,33 persen dari penutupan sebelumnya di Rp16.925 per USD. Sementara menurut Yahoo Finance, rupiah bergerak di kisaran Rp16.914 per USD.

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang hari ini. Namun, ia menilai, mata uang Garuda tetap berpotensi melemah.

“Pergerakan hari ini berada di rentang Rp16.920-Rp16.960 per USD. Minggu ini diproyeksikan Rp16.850-Rp17.100 per USD,” jelas Ibrahim.

Pasar Global Tetap Waspada

Pergerakan rupiah tidak lepas dari dinamika global. Konflik AS, Israel, dan Iran meningkat tanpa tanda mereda. Serangan rudal dan balasan militer menyebar di wilayah strategis. Akibatnya, pasar keuangan global tetap waspada terhadap gangguan pasokan energi.

Lonjakan harga minyak mentah menambah tekanan inflasi. Kondisi ini membuat bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, berhati-hati dalam kebijakan suku bunga. Investor kini menunggu data pekerjaan non-pertanian AS periode Februari, yang dijadwalkan rilis Jumat nanti, untuk membaca arah kebijakan moneter.

Ini Belum Selesai

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Pawai Pembangunan Solo Digelar, Lingkungan Jadi Pesan Utama

“Jika data lebih kuat dari perkiraan, Federal Reserve kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga,” ujar Ibrahim.

Tekanan Fiskal Domestik

Di dalam negeri, pemerintah menghadapi tantangan rasio pajak yang rendah. Dalam sepuluh tahun terakhir, tax ratio Indonesia berada di kisaran 9–10 persen terhadap PDB. Bahkan, angka ini turun dari 10,08 persen pada 2024 menjadi 9,31 persen pada 2025.

Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, sebagian karena rendahnya rasio pajak. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mendorong penerimaan pajak dengan implementasi Coretax, sistem administrasi perpajakan terbaru. Langkah ini juga bertujuan menutupi tekanan fiskal akibat tingginya belanja sosial seperti program MBG, yang menyerap 1,3 persen PDB untuk 2025-2029.

Kombinasi faktor global dan domestik menekan rupiah. Pihak yang paling terdampak adalah importir, pelaku usaha berbasis impor, dan konsumen yang merasakan kenaikan harga energi dan barang.

Refleksi

Melemahnya rupiah bukan sekadar angka. Ia mencerminkan ketidakpastian global dan kelemahan fiskal domestik. Pemerintah berupaya memperbaiki tax ratio dan menyesuaikan kebijakan belanja, namun masyarakat tetap merasakan tekanan sehari-hari.

Di tengah pasar yang terhubung global, rupiah bisa menjerit lebih cepat daripada kita sempat menyesuaikan diri. Kondisi ini mengingatkan bahwa dalam ekonomi modern, gejolak luar negeri dan kebijakan fiskal domestik saling memengaruhi secara langsung. @dimas

Tags: ASDomestikEkonomi IndonesiaFinansialFiskalGlobalInflasiInvestorkurs dolarNasionalPasarperangPerang IranRupiah

Kamu Melewatkan Ini

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, MDR QRIS 0% Diperluas

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Excerpt: Kartu Kredit Indonesia resmi meluncur. Bersamaan dengan itu, BI memperluas MDR QRIS 0% mulai 1 Oktober 2026 untuk transaksi...

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

RUU Perampasan Aset Mulai Ngebut. Bagaimana Realisasinya?

by Tabooo
Agustus 18, 2026

Prabowo meminta RUU Perampasan Aset dipercepat. DPR masih menjaring masukan publik. Tantangannya bukan cuma pengesahan, tetapi memastikan aset hasil kejahatan...

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

Next Post
Kasus Komedi Toraja Berlanjut, Pandji Harap Sidang Adat Jadi Pertimbangan Hukum

Kasus Komedi Toraja Berlanjut, Pandji Harap Sidang Adat Jadi Pertimbangan Hukum

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id