Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Undang Presiden dan Wapres Terdahulu ke Istana, Bahas Apa?

by dimas
Maret 3, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Presiden Prabowo Subianto mengundang para presiden dan wakil presiden Republik Indonesia terdahulu ke Istana Merdeka Selasa (3/3/2026) malam. Agenda yang dijadwalkan pukul 19.30 WIB itu disebut sebagai silaturahmi dan diskusi, tetapi konteks waktunya memberi bobot politik dan ekonomi yang tidak kecil.

Ajudan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, AKBP Syarif Fitriansyah, memastikan Jokowi akan hadir. Ia menjelaskan bahwa Prabowo mengundang Jokowi untuk mengikuti pertemuan silaturahmi dan diskusi di Istana. Namun, Syarif tidak merinci siapa saja tokoh lain yang dipastikan datang dan meminta publik menunggu keterangan resmi dari Istana.

Di saat yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Herman Khaeron memastikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga akan memenuhi undangan tersebut. Herman menegaskan bahwa SBY selalu menghadiri undangan resmi Presiden. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui secara detail agenda pembahasan malam itu.

Forum Mendengar dan Memberi Update

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan gambaran lebih luas mengenai tujuan pertemuan tersebut. Ia menyebut Prabowo ingin mendengarkan pandangan dan masukan dari para pemimpin terdahulu, terutama dalam merespons dinamika geopolitik global yang sedang berkembang.

Menurut Dasco, Presiden ingin menyerap saran strategis sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan mitigasi dampak terhadap bangsa dan negara. Ia juga menyampaikan bahwa Prabowo berencana memberi pembaruan informasi mengenai situasi global terkini setelah melakukan kunjungan luar negeri.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah memandang situasi global bukan sekadar isu luar negeri, melainkan faktor yang berpotensi memengaruhi stabilitas domestik.

Geopolitik dan Dampaknya ke Dalam Negeri

Ketegangan geopolitik dunia, termasuk konflik di Timur Tengah dan gangguan jalur energi global, telah mendorong volatilitas harga minyak dan pasar keuangan. Indonesia sebagai negara net importir minyak sangat rentan terhadap lonjakan harga energi.

Jika harga minyak dunia naik signifikan, pemerintah akan menghadapi tekanan fiskal akibat beban subsidi. Kenaikan biaya energi juga berpotensi memicu inflasi dan menaikkan harga kebutuhan pokok. Dalam situasi seperti itu, masyarakat berpenghasilan rendah menjadi kelompok paling terdampak karena daya beli mereka paling sensitif terhadap kenaikan harga.

Pelaku usaha, khususnya sektor transportasi, logistik, dan industri manufaktur, juga menghadapi risiko peningkatan biaya produksi. Ketidakpastian global dapat menahan ekspansi bisnis dan memperlambat investasi. Karena itu, konsolidasi elite politik menjadi penting untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

Simbol Persatuan atau Strategi Krisis?

Pertemuan lintas presiden dan wakil presiden ini mengandung pesan simbolik yang kuat. Prabowo terlihat ingin membangun komunikasi lintas generasi kepemimpinan nasional di tengah tekanan eksternal. Ia tidak hanya merangkul pengalaman SBY yang pernah menghadapi krisis finansial global 2008, tetapi juga pengalaman Jokowi yang memimpin saat pandemi dan gejolak ekonomi dunia.

Namun publik tentu menunggu substansi. Silaturahmi politik akan bermakna jika menghasilkan langkah konkret yang mampu melindungi ekonomi nasional dan menjaga stabilitas sosial.

Hingga Selasa sore, Istana belum mengumumkan daftar lengkap undangan maupun agenda resmi secara terperinci. Meski demikian, pertemuan ini sulit dipisahkan dari kebutuhan pemerintah untuk memperkuat koordinasi nasional menghadapi risiko global yang kian kompleks.

Pada akhirnya, ruang diskusi di Istana mungkin terasa hangat oleh percakapan para elite. Tetapi yang paling menentukan bukanlah siapa yang duduk di meja pertemuan, melainkan bagaimana hasilnya mampu menjaga harga tetap stabil dan dapur rakyat tetap mengepul. @dimas

Tags: DampakEkonomi IndonesiaEnergiGeopolitikGlobalHargaIstana MerdekajokowiKonsolidasiKrisis GlobalMitigasiNasionalPolitik IndonesiaPrabowo SubiantoRisikosbyStabilitas

Kamu Melewatkan Ini

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

by jeje
Mei 15, 2026

Sejarah Indonesia sering hadir seperti pertandingan yang hasilnya sudah ditentukan sejak awal. Ada pahlawan, ada pengkhianat. Ada pihak benar, ada...

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

Main Game Saat Rapat DPRD: Human Error atau Bentuk Tidak Hormat ke Publik?

by teguh
Mei 15, 2026

Saat rapat DPRD membahas stunting, kematian ibu, dan layanan kesehatan warga, publik justru melihat video anggota dewan diduga bermain game...

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

Film, Ketakutan, dan Negara: Kenapa Kritik soal Papua Selalu Jadi Ruang Sensitif?

by teguh
Mei 15, 2026

Malam itu kampus di Mataram belum benar-benar ramai. Mahasiswa baru menyiapkan layar ketika suasana berubah mendadak. Petugas keamanan mengawasi proyektor,...

Next Post
Sewa iPhone: Cuma Buat Pamer atau Cermin Tekanan Sosial?

Sewa iPhone: Cuma Buat Pamer atau Cermin Tekanan Sosial?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Sepatu Kekecilan Itu Membunuh? Tragedi Siswa SMK Samarinda Bikin Publik Tersentak

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id