Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sewa iPhone: Cuma Buat Pamer atau Cermin Tekanan Sosial?

by dimas
Maret 3, 2026
in Talk
A A
Home Talk
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Talk – Menjelang Lebaran, ada pemandangan yang mungkin tak kamu duga: bukan cuma toko baju dan parsel yang kebanjiran order, tapi juga persewaan iPhone. Di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tren ini benar-benar terasa. Pertanyaannya sederhana, tapi menggelitik orang-orang menyewa iPhone karena butuh, atau karena ingin terlihat “naik kelas”?

Coba kita bahas pelan-pelan, seperti obrolan santai di kafe sambil nunggu azan magrib.

Lonjakan Pesanan Menjelang Lebaran

Setiap mendekati Lebaran, permintaan iPhone sewaan meningkat drastis. Riyan Andi Setiyawan, pemilik usaha Ras Kamera di Playen, merasakan langsung lonjakan itu. Ia menyediakan 45 unit iPhone dari berbagai seri, mulai dari XR hingga 17 Pro Max. Saat ini, pelanggan sudah memesan sekitar 20 unit.

Ia mematok harga sewa antara Rp100 ribu hingga Rp500 ribu per hari, tergantung tipe. Menurutnya, sebagian besar pelanggan menyewa iPhone untuk acara buka bersama, membuat konten, atau merekam momen spesial bersama teman dan keluarga. Selain itu, banyak orang memilih iPhone karena sistemnya simpel dan kameranya stabil.

Awalnya, Riyan hanya menyewakan kamera sejak 2018. Namun, seiring waktu, pelanggan justru lebih sering menanyakan iPhone. Karena itu, ia menyesuaikan model bisnisnya. Ia tetap menyewakan kamera, tetapi kini iPhone menjadi primadona.

Ini Belum Selesai

Marxisme Melawan Politik Identitas

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Artinya apa? Pasar bergerak. Dan pelaku usaha yang sigap membaca tren akan bertahan.

Konten, Citra, dan Tekanan Sosial Digital

Sekarang kita masuk ke bagian yang lebih sensitif.

Hari ini, orang tidak hanya menikmati momen; mereka juga menyiarkan momen. Bukber bukan sekadar makan dan ngobrol. Orang-orang ingin mengunggah story dengan kualitas tajam, warna cerah, dan video stabil. Feed Instagram dan FYP TikTok ikut menentukan rasa percaya diri.

Karena itu, sebagian orang merasa perlu “upgrade” perangkat, meski hanya sehari.

Salah satu pelanggan, Rasyaddin, mengaku menyewa iPhone 17 Pro Max untuk merekam kegiatan buka bersama. Ponsel lamanya sudah tidak mampu menghasilkan gambar yang ia inginkan. Ia ingin kualitas yang lebih baik, terutama untuk video.

Alasan itu masuk akal. Jika seseorang ingin hasil maksimal tanpa harus membeli perangkat mahal, menyewa menjadi solusi logis. Daripada mencicil dua tahun, ia cukup membayar satu hari.

Namun, di sisi lain, kita juga tidak bisa menutup mata. iPhone membawa simbol tertentu. Banyak orang mengaitkannya dengan status, selera, bahkan kelas sosial. Maka, wajar jika publik bertanya: apakah ini murni soal kualitas, atau ada dorongan ingin terlihat lebih keren?

Risiko Nyata di Balik Tren

Menariknya, tren ini juga memunculkan risiko. Riyan menerapkan sistem keamanan ganda. Ia tidak menghapus iCloud dari perangkat. Selain itu, ia meminta penyewa meninggalkan identitas, terutama jika berasal dari luar daerah.

Meski begitu, beberapa pelanggan tetap membawa kabur unit sewaan. Fakta ini menunjukkan bahwa sebagian orang rela mengambil risiko besar demi gengsi atau keuntungan sesaat.

Di sinilah ironi muncul. Demi konten 24 jam, seseorang bisa mempertaruhkan reputasi bertahun-tahun. Demi tampil impresif di media sosial, ada yang melanggar kepercayaan.

Apakah validasi digital memang sebesar itu nilainya?

Perspektif Lain: Sewa Bukan Dosa

Namun, kita juga perlu adil. Di era ekonomi berbagi, orang terbiasa menyewa banyak hal. Kita menyewa mobil untuk mudik. Kita menyewa pakaian untuk wisuda. Bahkan, kita menyewa rumah lewat platform digital. Jadi, mengapa menyewa iPhone langsung dianggap pamer?

Sebaliknya, tren ini bisa menunjukkan fleksibilitas ekonomi masyarakat. Orang tidak memaksakan diri membeli barang mahal. Mereka memilih opsi jangka pendek yang lebih terjangkau. Dengan kata lain, mereka beradaptasi.

Selain itu, kreator konten pemula sering memanfaatkan sewa iPhone untuk meningkatkan kualitas karya mereka. Mereka menguji pasar tanpa harus mengeluarkan modal besar. Strategi ini justru cerdas.

Karena itu, tidak semua penyewa ingin pamer. Sebagian orang hanya ingin solusi praktis.

Jadi, Kita Sedang Apa?

Fenomena ini memperlihatkan satu hal gaya hidup digital kita semakin performatif. Kita hidup di era visual. Orang menilai momen dari tampilan, bukan hanya makna. Akibatnya, kualitas kamera ikut memengaruhi rasa percaya diri.

Namun, kita tetap harus bertanya pada diri sendiri. Apakah kita menyewa alat, atau menyewa citra? Apakah kita meningkatkan kualitas dokumentasi, atau sekadar mengejar pengakuan?

Tabooo melihat tren ini sebagai cermin zaman. Kami tidak ingin menghakimi. Sebaliknya, kami ingin mengajak kamu berpikir lebih dalam. Selama seseorang sadar akan pilihannya dan tidak merugikan orang lain, menyewa iPhone bukan masalah besar.

Akan tetapi, masalah muncul ketika harga diri ikut bergantung pada logo di belakang ponsel.

Karena pada akhirnya, momen Lebaran akan tetap hangat meski direkam dengan kamera sederhana. Tawa teman, pelukan keluarga, dan obrolan panjang tidak bergantung pada megapiksel.

Sekarang pertanyaannya kembali ke kamu.

Kalau ada bukber besar dan kamu ingin hasil video yang estetik, kamu akan menyewa iPhone?

Atau kamu tetap percaya diri dengan perangkat yang kamu punya?

Lalu, kamu di kubu mana? @dimas

Tags: 2026DigitalFenomenaGayaGengsiGunungkidulKebutuhanKontenlebaranRamadhanSosial

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

Ketika Waktu Dijual: Siapa yang Sebenarnya Memiliki Hidup Para Pekerja?

by teguh
Juni 2, 2026

Lampu minimarket yang biasanya menyala hampir tanpa jeda mendadak padam saat libur nasional 31 Mei hingga 1 Juni 2026 karena...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Next Post
Ledakan Pemudik Diprediksi Terjadi, Terminal Tirtonadi Gaspol Persiapan

Ledakan Pemudik Diprediksi Terjadi, Terminal Tirtonadi Gaspol Persiapan

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id