Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Bongkar Safe House, Sita Rp 5 Miliar Uang Korupsi Impor

by dimas
Februari 18, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membuat gebrakan. Tim penyidik menemukan lima koper berisi uang tunai senilai Rp 5 miliar di sebuah safe house di Ciputat, Tangerang Selatan. Penggeledahan itu terkait dugaan korupsi importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan, “Penyidik mengamankan uang dalam koper saat giat penggeledahan di safe house. Kami akan mendalami temuan ini lebih lanjut.” jelasnya, Rabu (18/2/2026).

Uang tunai itu terdiri dari berbagai mata uang asing, termasuk Dollar AS, Dollar Singapura, Dollar Hongkong, hingga Ringgit Malaysia. Selain itu, tim juga mengamankan dokumen dan barang bukti elektronik.

Safe House, Alat Pemufakatan Jahat

Kasus ini menyoroti pemufakatan antara pejabat DJBC dan pihak swasta. Para tersangka memanfaatkan safe house untuk menyimpan uang hasil kegiatan ilegal. Bahkan, KPK sudah menyita koper berisi uang pada Jumat (13/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian penyidikan yang dimulai sejak Oktober 2025.

Menurut keterangan KPK, tersangka dari PT Blueray berupaya supaya barang impor, termasuk barang palsu atau KW, lolos dari pemeriksaan. Mereka bekerja sama dengan pejabat DJBC untuk mengatur jalur importasi secara ilegal dan menghindari pengawasan.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Siapa Saja Tersangkanya?

KPK menetapkan enam tersangka. Dari pihak DJBC, ada Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal, Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC Sisprian Subiaksono, dan Kasi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan. Dari PT Blueray, tersangkanya adalah pemilik perusahaan John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi Andri, dan Manager Operasional Dedy Kurniawan.

Pola pemufakatan ini menunjukkan kolusi antara pihak swasta dan aparat pemerintah. KPK menegaskan, ketiga pejabat DJBC melanggar pasal UU Tipikor dan KUHP terkait penerimaan suap serta pemalsuan dokumen, sedangkan pihak PT Blueray disangkakan sebagai pemberi suap.

Dampak bagi Masyarakat

Kasus ini bukan sekadar drama pejabat dan importir. Praktik korupsi di DJBC meningkatkan biaya impor, merugikan negara, dan mengganggu persaingan usaha. Barang ilegal atau KW yang lolos dari pemeriksaan merusak pasar domestik, sementara masyarakat menanggung beban harga lebih tinggi.

Dengan kata lain, korupsi ini memengaruhi kas negara, harga barang, dan konsumen kecil yang mungkin tak menyangka mereka hidup di bayang-bayang praktik ilegal.

Refleksi dan Sindiran Ringan

Ironisnya, di balik koper-koper tebal itu, safe house tampak seperti hotel pribadi para koruptor. Sementara rakyat menunggu layanan publik yang bersih, beberapa pihak bermain-main dengan aturan dan uang negara. Kasus ini seolah mengingatkan di dunia impor, bukan barang yang paling cepat sampai, tetapi yang paling licik yang sering lolos. @dimas

Tags: Bea CukaibongkarKasusKorupsi di IndonesiaKPKPenyidikanSkandalUang

Kamu Melewatkan Ini

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

Drama Madiun Belum Tuntas: Giliran Bagus Panuntun Diperiksa KPK

by Tabooo
Mei 11, 2026

Bagus Panuntun diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Dari luar, ini...

Konsep Otomatis

Pemerintah Madiun dalam Sorotan KPK: Ketika Sistem Terlalu Lama Dibiarkan

by jeje
Mei 11, 2026

Di Kota Madiun, cerita itu seperti membuka bab baru dari buku lama. Sebab, kasus yang kini menyeret sejumlah nama di...

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

22 Detik Video: Satu Indonesia Mendadak Jadi Penyidik

by teguh
Mei 9, 2026

;: Cuma 22 detik. Namun video dua petugas Bea Cukai yang masuk ke Warung Madura pada malam hari langsung mengubah...

Next Post
Harga Minyakita Tembus HET Jelang Ramadan, Pemerintah Klaim Sudah Turun

Harga Minyakita Tembus HET Jelang Ramadan, Pemerintah Klaim Sudah Turun

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id